
Dengan duduk di samping Lia, Raffa mulai menjelaskan secara garis besar. Raffa tidak ingin menceritakan secara rinci semuanya.
" Aku mencintai gadis di masa lalu ku, gadis yang awalnya sahabat tapi berubah menjadi cinta. Saat masa kelulusan dia memberikan surat yang berisi kata-kata perpisahan padaku " Raffa menghentikan ucapannya sebentar, menatap Lia yang masih dengan ekspresi datarnya.
" Aku menunggu sampai bertahun-tahun, tapi nyatanya sampai sekarang dia juga tak datang. Dan saat aku mengenal kamu, aku merasa kamu adalah dia. Mungkin ini aneh, tapi aku mencintaimu sama besarnya dengan aku mencintainya" sambung Farrel mengalihkan pandangannya.
sesak di dada dirasakan Lia saat ini, mendengar langsung jika Ia hanya dijadikan pelampiasan dengan kata cinta. Dengan menarik nafas dalam Lia menjawab,
" Jadi kamu mau menjadikan aku sebagai pelampiasan" jawab Lia mencibir. Walau hatinya sakit, tapi Lia tak mau jika pria didepannya sampai tahu.
Raffa menoleh, menatap wajah yang terlihat menahan kekesalannya. Pria itu menggeleng.
" Aku mencintaimu tulus" jawab Raffa singkat. Jujur pria ini juga tak tahu apakah Ia mencintai Fia karna gadis ini mirip dengan Lia? Tapi yang pasti rasa cinta Raffa pada Fia sama besarnya dengan rasa cintanya pada Lia. Sama-sama tulus tanpa paksaan. Terdengar egois namun itu kenyataan yang sedang Raffa rasakan.
__ADS_1
Lia tersenyum mengejek, " Jadi kalau aku tidak mirip dengan wanita mu maka kau tak akan mencintaiku bukan" balas Lia sinis.
Raffa menunduk, Ia juga bingung dengan alasan sebenarnya dia mencintai Fia.
" Fia, kamu yang mirip dengan wanita yang aku cintai bukanlah faktor utama aku mencintaimu. Tapi kamu tau? Karna sikapmu yang seperti itulah aku mencintaimu. Aku menyukai sikap kalian berdua, sangat mirip. Itu adalah alasan nya. Alasan aku mencintai kamu dan dia." Jawab Raffa dengan menatap mata Fia dalam.
Lia mengalihkan pandangannya, pertahanan nya untuk terlihat kuat akan runtuh jika bertatapan langsung dengan Raffa.
"Tidak ada pria yang mencintai dua Wanita sekaligus dengan cinta yang benar-benar tulus dan sama besarnya. Pastilah salah satu wanita hanya pelampiasan, atau keduanya hanya mainan?" Balas Lia dengan senyum sinis nya. Berusaha menutupi kekecewaan hatinya.
" Oke sekarang terserah kamu " Ucap Raffa tidak ingin memaksa.
" Kalaupun cinta mu tulus pada aku dan dia, maka itu tetap saja salah. Bagaimana jika nanti dia yang kamu maksud akan datang. Huh sangat merepotkan " jawab Lia serius.
__ADS_1
Raffa hanya diam, menunggu ucapan wanita didepannya.
" Aku memiliki pria yang kucintai" Ucap Lia pada akhirnya. Hatinya sungguh sakit mengatakan hal itu, tentu dia tau bagaimana dia yang mencintai tanpa dicintai. Dan sekarang, dia malah menyakiti hati seorang pria.
Deg.
Ucapan Fia seketika membuat Raffa merasa kecewa untuk yang kedua kalinya. Kisah percintaan nya yang selalu gagal.
Menarik nafas dalam, Raffa menjawab, " Semoga kau berbahagia dengannya, aku akan mendoakan kebahagiaan mu. Aku tidak akan mengganggumu lagi " Jawab Raffa dingin. Ia pergi dari sana tanpa memperdulikan lagi Lia.
Sementara itu, Lia tersenyum kecut disana, memandang punggung yang perlahan menghilang diantara banyaknya bunga yang indah, tak seindah hati Lia.
Hati Lia menangis saat ini, melihat dia menyakiti hati seorang pria, padahal dia jelas tau betapa sakitnya kecewa.
__ADS_1
Air mata jatuh dari matanya yang sudah memanas sedari tadi. Mengingat kembali mencintai seorang pria yang sudah mempunyai pasangan. Menyakiti hati pria yang mencintai dirinya namun juga mencintai orang lain. Sangat miris bukan?
Aku akan menunggu cinta sejati ku yang datang. Lebih baik aku menjadi wanita yang dicintai daripada mencintai. Menjadi wanita satu-satunya, tanpa harus membagi rasa cinta. Semoga itu akan datang, tanpa aku harus mencarinya.