Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Obrolan malam hari


__ADS_3

" Lia, tadi Lo kemana aja sih, gue sama Viona tuh Uda lama nungguin Lo" omel Lily ketika mereka sudah sampai di apartemen Lia.


" Yaelah Li, bentaran doang juga Lo bilang lama " jawab Lia mendudukan tubuhnya di sofa.


" Ya bukannya gitu Lia, tapi tadi tuh uda mau hujan tau" balas Lily ikut duduk di samping Lia.


" Uda deh mbak jangan berantem, mending kita masak yuk" ajak Viona semangat, gadis yang sudah lama menjadi asisten Lia itu memang sangat hobi memasak.


" Yaudah yuk" jawab Lia berdiri dan menarik tangan Lily yang malas. " Ayo Lily" pinta Lia cemberut.


" Ck iya iya" jawab Lily malas, mereka bertiga berjalan beriringan menuju dapur minimalis Lia.


" Kita mau masak apa nih? " Tanya Lia semangat, Lia memang tidak terlalu hobi memasak namun perutnya sudah sangat lapar minta segera diisi.


" Guys aku tuh ga pande dalam hal dapur, mending aku duduk aja ya daripada nanti dapurnya jadi kacau " Pinta Lily beralasan.


" Li, justru ya Lo itu harus belajar masak dari sekarang. Gimana nanti kalo Lo nikah sama Dave, yang ada kalian tiap hari pesen doang" Protes Lia memegang bahu Lily gemas.


" Iya mbak, masak tuh enak loh, seru banget" sahut Viona antusias.


" oke" jawab Lily dengan malas.


" Kita masak sup ayam aja ya, soalnya harinya kan lagi dingin nih, cocoknya makan yang hangat dan pedas" usul Viona bersemangat, dia mengambil bahan bahannya di kulkas dan meletakkannya di meja dapur.


" Oke" jawab Lia dan Lily bersamaan, bedanya jika Lia menjawab dengan penuh semangat maka Lily menjawab dengan sangat malas.


***


" Wah enak banget nih" Ucap Lily setelah menyendokan satu suap penuh nasi dengan ayam dan kuah sop yang masih hangat dan pedas.

__ADS_1


" Enakkan, makanya Lo itu harus belajar masak biar bisa bikin makanan enak" timpal Lia menyendokan satu suap kuah sop hangat yang pedas.


" Siapa dulu kokinya, Viona gitu" sahut Viona bangga.


***


" Kenyang banget gue" Ucap Lily mendudukan dirinya di sofa.


" Ya iyalah kenyang Lo makan 3 piring" timpal Lia tertawa diikuti dengan Viona.


" Alah Lo berdua juga pada tambah kan" Balas Lily tak mau kalah.


" Iya iya" jawab Lia mengalah.


" Eh mbak tadi ketemu Tuan Farrel ya di taman?" Tanya Viona tiba-tiba.


" Tadi sebenarnya aku Uda nyari mbak ditaman. Nah pas aku liat mbak, mau aku samperin tapi aku ngeliat Tuan Farrel jadi aku telfon aja deh" Terang Viona menjelaskan.


" Lah kamu samperin aja tadi, Farrel ga se-seram apa yang kamu bayangin" jawab Lia santai.


" Tunggu-tunggu, Farrel itu siapa?" Tanya Lily bingung.


" Oh itu pacar nya mbak Lia" jawab Viona bercanda.


" What serius?" Pekik Lily terkejut.


" Eh enggak, dia cuma temen aku" jawab Lia memelototi Viona yang sudah tertawa dari tadi.


" Siapa sih yang bener?" Tanya Lily heran.

__ADS_1


" Farrel itu cuma temen aku doang, ya bisa dibilang sahabat sih Karan kita Deket. Tapi ga lebih dari itu kok, kayak aku sama Dave " Jelas Lia yang dibalas anggukan kepala dari Viona.


" Oh gitu" jawab Lily menganggukan kepalanya, " Eh tapi ga papa tau, kalo lebih dari sahabat" sambung Lily antusias.


" Iya ga papa tau mbak" timpal Viona senyum-senyum.


" Ih kalian apaansih, kita cuma sahabatan doang" jawab Lia kesal.


" Teman tapi mesra ya" goda Lily semakin menjadi, " eh tunggu dulu, jangan-jangan Lo belum bisa move-on lagi dari sahabat Lo yang Uda punya kekasih itu" tuduh Lily tiba-tiba yang teringat tentang Lia yang kembali ke Inggris karna orang yang Ia sukai sudah tunangan.


" Siapa mbak?" Tanya Viona pada Lily namun seketika ingatannya berputar tentang Lia yabg sempat bercerita orang yang Ia cintai sudah mempunyai kekasih.


". Eh enggak kok Li, Lo tenang aja gue Uda move-on" jawab Lia berbohong, tak mau sahabatnya khawatir padanya.


" beneran?" Tanya Lily memastikan, karna Lily sebenarnya tidak terlalu yakin dengan jawaban Lia.


Lia tersenyum dan mengangguk.


" Tapi kenapa Lo belum punya pasangan sampe sekarang, dan bahkan ada sahabat cowok yang dekat sama Lo tapi kalian gak jadian, apa itu kalo Lo belum move-on" tuduh Lily lagi.


" Apaansih Lily" balas Lia menjadi kesal.


" Eh, orang yang dibilang mbak Lily itu orang yang mbak ceritain sama aku ya? Yang katanya mbak cintai tapi Uda punya kekasih" Tanya Viona setelah mengingat kembali cerita Lia.


" Apaansih kalian ini, Uda ah aku mau tidur" Ucap Lia yang kesal karna merasa dipojokkan, lantas gadis itu berdiri dari duduknya dan berjalan dengan kaki yang dihentakan di lantai menuju kamarnya.


" Lah dia ngambek, kamu sih Vi" ucap Lily yang menyalahkan Viona, padahal dia yang memulai.


" Ih apaansih mbak, kamu juga yang mulai" Balas Viona tak mau kalah.

__ADS_1


__ADS_2