
Keesokan harinya, Lia datang ke Restoran pagi pagi sekali bersama Viona. Mereka langsung masuk dan naik lift menuju lantai 4, dimana ruangan Lia dan Viona berada.
" Mbak, mau aku buatkan apa?" Tanya Viona saat Lia sudah duduk di sofa.
" Roti bakar sama susu hangat aja ya Vi. Kamu juga makan dulu, ini kan belum jam kerja" Jawab Lia sambil membuka tasnya dan mengambil hp nya.
" Iya mbak, bentar ya aku buatin" Balas Viona kemudian berjalan keluar.
10 menit kemudian Viona datang dengan membawa nampan berisi dua porsi roti bakar dan susu hangat.
" Nih mbak dimakan dulu" Ucap Viona ketika melihat atasannya itu sudah mulai bekerja.
" Hmm" Lia mengangguk, kemudian menutup berkas nya dan mulai mengambil Roti nya.
" Oh ya mbak, beneran ya Tuan Farrel nanti mau kesini?" Tanya Viona tiba-tiba yang teringat tentang perkataan Farrel semalam.
Lia menoleh menatap Viona yang dilanda penasaran. " Mbak gak tau" jawab Lia seadanya, dia sedang makan saat ini.
" Kamu makan juga" Pinta Lia saat Viona hanya diam.
" oh iya" Jawab Viona mengambil Roti nya dan mulai memakannya.
***
Tok..Tok..Tok..
" Siapa sih?" lirih Lia sembari berjalan menuju pintu.
ceklek
__ADS_1
" Nona Tuan Farrel datang dan maksa buat masuk dia ada di ruang tunggu sekarang jadi gimana harus dikasi masuk atau engga??" Cerocos Viona tanpa jeda.
Lia terkejut, dia tak menyangka kalau Farrel benar-benar datang. " Emm suruh langsung masuk aja" Jawab Lia membuka pintu lebar.
Tak lama datanglah seorang Pria tampan dengab setelan jas lengkapnya masuk dengan penuh wibawa.
" Hay" Sapa Raffa saat Ia sudah di depan pintu.
" Hay" Jawab Lia canggung, " Silahkan masuk" Lia mempersilahkan dengan tangan yang dibuat ke samping.
Setelah Farrel masuk, Lia langusbg menutup pintunya dan ikut duduk di sofa.
" Kaki kamu masih sakit?" Pertanyaan pertama yang membuat hati Lia membeku seketika.
Astaga perhatian banget dia. Jantungku tolong jangan lari lari
" Fia??" panggil Raffa karna Lia tak kunjung membalas.
" Kaki kamu masih sakit?" Tanya Raffa mengulang kata katanya.
" Emm Uda mendingan kok Rel" Jawab Lia sambil memegang kakinya. Kakinya memang sudah mendingan saat bangun tidur.
" Kamu yakin??" Tanya Raffa yang juga ikut memgang kaki Lia.
" Iya Rel" Lia sungguh merasa canggung, masa iya sih CEO besar megang kaki dia.
" Aku urutin ya" Pinta Raffa yang langsung mengambil kaki Lia ke pangkuannya. Beruntung Lia memakai celana panjang, bukan Rok.
" Eh eh gausah Rel" Lia mencoba menarik kakinya dari paha Raffa. Sungguh, dia sangat keterlaluan ini.
__ADS_1
" Gak papa kok Fi" Jawab Raffa yang mulai menarik celana Lia ke atas dan nemperlihat kan kaki jenjang mulusnya.
Lia yang merasa sungkan itupun tetap mencoba menarik kakinya, sampai saat dia tarik Raffa yang sedang memegang kakinya pun ikut tertarik dan wajah mereka sangat dekat, bahkan hidung mereka sudah bersentuhan.
Bertepatan dengan itu, Viona datang ingin membawakan teh dan cemilan untuk tamu bosnya. Namun dia malah mendapatkan pemandangan langkah.
" Astaga" Ucap Viona spontan yang menbuat kedua insan yang sedang menatap itu menjauhkan dirinya.
Lia langsung menurunkan celananya dan menutupi kaki mulusnya.
" Maaf" Ucap Raffa yang merasa bersalah.
" Emm nona saya permisi" Viona langsung keluar dari ruangan Lia.
" Aku juga minta maaf" Sahut Lia yang juga merasa bersalah telah menarik kakinya sehingga Raffa ikut tertarik.
Suasan menjadi canggung. Kedua manusia itu hanya diam dengan pikiran mereka.
Lia yang menyadari jika situasi sedang sangat canggung, bermaksud untuk pergi ke kamar mandi agar suasana tidak terlalu canggung. Namun saat dia hendak berdiri, kakinya tiba tiba terasa sangat sakit.
Raffa yang tahu Lia kesakitan langsung menarik nya duduk dan beranjak mengambil minyak botol yang Ia cari di meja Lia. Setelah itu Raffa kembali ke sofa dan mulai mengurut kaki Lia yang berada di pangkuannya.
Lia yang sebenarnya merasa sungkan, mau tidak mau membiarkan Pria ini mengurutnya. Karna kaki Lia benar benar sakit.
" Bagaimana?" Tanya Raffa ketika Ia selesai mengurut.
Lia mencoba menggerakkan kakinya, tidak sakit lagi.
" Makasih ya Rel, Alhamdulillah kaki aku sudah membaik" Jawab Lia tersenyum tulus.
__ADS_1
Raffa membalas senyuma Lia dengan senyum yang tulus juga.