Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Eps 87


__ADS_3

Siang ini Lia mulai membereskan beberapa barang yang ada. Misalnya seperti baju, make up, aksesoris, dan peralatan lainnya. Untuk perabotan rumah sebenarnya sudah lengkap. Tapi Lia sepertinya ingin merasakan menata rumah sendiri. Jadi ia mengganti beberapa letak barang dan juga membeli beberapa hiasan karena memang rumah baru mereka itu masih terbilang polos.


Tadi sekitar jam 10 pagi, Raffa memerintahkan Rizky-asistennya, untuk mengambil barang-barang pribadi mereka yang sudah dipacking oleh Raffa tadi malam tanpa sepengetahuan Lia kecuali makeup tentunya. Dan hari ini rencananya mereka langsung pindah mengingat semuanya sudah selesai.


Karena bahan-bahan masakan di kulkas masih kosong, pasangan suami istri itu memutuskan untuk delivery mengingat jam sudah menunjukan waktu makan siang.


" Sayang, nanti sore ke rumah bunda Yuk " Lia berkata dengan mulut yang penuh dengan makanan sehingga pipinya menggembung lucu.


Raffa tersenyum tipis melihat kelakuan istrinya itu, ia menyuapkan makanan terakhirnya lalu meminum airnya.


" Iya, kamu kangen sama bunda? "


" Kangen bangeeeeeet " jawab wanita itu manja. Ia meraih gelas yang sama dengan Raffa dan menuangkan air putih kedalamnya lalu meminumnya hingga kandas.


" Kamu pesen Ayam bakarnya dikit banget sih. Aku ga puas tau "


" Tumben, biasanya juga kamu makan nya dikit aja. Ntar gemuk katanya " Lia hanya cengengesan mendengar sindiran Raffa. Ia kembali mengisi gelas di tangannya dengan air dan meminumnya hingga habis. Entah kenapa, belakangan ini nafsu makan dan minumnya meningkat pesat.


" Yaudah yuk sekarang aja " Raffa mengelap mulutnya dengan tisyu dan berdiri disusul istrinya yang masih membereskan bekas makanan mereka.


" Nanti aja nyuci nya, kita ke rumah bunda sekarang aja " Seru Raffa saat Lia ingin mencuci piring bekas makan mereka.


Wanita dengan blouse berwarna putih dengan motif kotak-kotak di bagian dada itu mengernyit. " kenapa " tanya nya seraya mematikan keran air yang sudah dibuka tadi. Lia mengelap tangannya dengan kain kering di samping wastafel yang selalu diganti setiap harinya.


" Biar lama kita disana, kamu kangen kan sama Bunda " seru Raffa tersenyum.


Lia mengangguk, " yaudah aku ke kamar bentar " wanita itu langsung berlari menuju kamar mereka yang ada di lantai atas. Kamar dengan nuansa abu-abu putih yang terkesan modern. Sebuah jendela besar tak jauh dari tempat tidur membuat cahaya matahari masuk melalui celah jendela.


Lia mengganti bajunya dengan cepat, ia memakai dress sepanjang betis berwarna merah polos dan celana legging berwarna hitam yang menutup kaki putihnya. Menjadi seorang istri membuatnya harus lebih memperhatikan penampilan, harus tertutup dan sopan. Rambutnya ia biarkan tergerai dengan jepitan hitam kecil yang nyaris tak terlihat mengapit poninya ke belakang. Tak lupa, wanita itu mengambil tas mini hitam dan mengisinya dengan dompet mini dan juga hp.


***

__ADS_1


" Bundaaa aku kangeeen " Lia langsung memeluk Bundanya erat setelah mereka sampai di rumah Bunda. Sementara Raffa tersenyum tipis menatapnya sambil membuka hp nya.


" Eh kenapa ini, tumben anak bunda ini manja " Goda Bunda tersenyum.


" Ih Bun, Apasih " Lia kembali memeluk bundanya dengan wajah malu.


" Iya-iya, bunda juga kangen bangeeeeeet sama kamu " Bunda tersenyum, perlahan pelukan mereka terlepas.


" Kalian Uda makan? " Lia mengangguk, ia duduk di samping Raffa yang baru selesai dengan hp nya.


" Papa mana? " Tanya Lia celingukan. Mereka kini sedang berada di ruang tengah, duduk di atas sofa dengan beberapa cemilan di atas meja.


" Papa lagi sibuk hari ini, sore pulangnya " Lia mengangguk, mengambil kentang goreng di atas meja dan mencocolnya dengan saus. Emmmh, rasa gurih dan asam-asam pedas menyeruak di mulut wanita itu.


***


" Sayang... lusa kita honeymoon ya.. " Raffa memeluk Lia dari belakang, mengecup bahu telanjangnya.


" Iya sayang, beneran " Raffa melanjutkan aktivitasnya.


" Ih mas jangan gini ih, aku mau pake baju.. " Lia menggeliat, apalagi saat tangan Raffa berkeliaran di dadanya.


" Aaah Mas! " Teriak Lia spontan saat tubuhnya diangkat dan dihempaskan ke tempat tidur.


" Uda lama sayang " Raffa mulai melanjutkan aksinya, hingga tengah malam. Beruntung rumah Bunda sudah di renovasi,jadi kamar Lia pun sudah kedap suara, kalau tidak, mungkin Lia akan sangat malu besok.


***


Ucapan Raffa kemarin langsung dikabulkan pria itu hari ini. Tadi pagi sekitar jam 10, setelah mereka pulang dari rumah Bunda, Raffa mengendarai mobil nya ke bandara, bukan ke rumah baru mereka.


" Mas, kita mau kemana? " Tanya Lia bingung.

__ADS_1


" Kita mau ke Paris, honeymoon disana satu Minggu " Jawab Raffa santai. Sementara Lia membelalakkan matanya.


" Kok cepet banget. Kita kan belum packing mas. Gimana sih kamu? " wanita yang hari ini memakai blouse berwarna putih polos dan kulot berwarna peach melipat tangannya di dada. Wajahnya terlihat kesal.


" Apalagi baju aku juga begini " Lia berdecak.


" Sabar sayang, baju kamu Uda aman kok. Kita tinggal pergi dan buat debay " Sahut Raffa dengan santainya. Bibirnya tersenyum tipis sambil terus mengendarai mobil nya menuju bandara.


Setelah di bandara, Raffa dan Lia langsung turun sementara mobil Raffa diurus orang-orangnya.


" Mas, Emhh perut aku ga enak uweek Emhh " Lia menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Langkahnya berhenti, kepalanya terasa pusing hingga semuanya menjadi gelap.


" sayang, kamu kenapa? " Raffa langsung memeluk istrinya yang terhuyung ke belakang. Ia menepuk pipi Lia pelan, rasa cemas langsung menghantuinya. Raffa berteriak memanggil Rizky yang baru datang.


" Kita ke rumah sakit sekarang!! "


***


" Gimana dok? " Tanya Raffa cemas, Lia masih berbaring di rumah sakit, belum sadarkan diri.


" Kami akan rujuk ke dokter spesialis kandungan ya pak. Dugaan sementara, pasien hamil "


" Hamil? " Wajah Raffa berubah gembira, ia menggenggam tangan istrinya erat.


" Baik dok, tolong diurus ya "


Beberapa saat kemudian Raffa dan Lia sudah berada di ruangan Dr spesialis kandungan. Lia sudah sadar, ia yang masih bingung bertambah bingung ketika dibawa ke sini.


Dr wanita itu memeriksa Lia. Melakukan USG pada perut wanita itu. Hingga ia tersenyum pada pasangan suami istri itu.


" Selamat ya Pak, Bu, Ibu positif hamil. Usia kandungannya sudah 3 Minggu "

__ADS_1


**


__ADS_2