Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Pergi Ke Inggris


__ADS_3

Semenjak liburan hari itu, mereka semakin akrab. Meskipun Raffa tak bisa mengungkapkan perasaan nya. Tapi pria itu senang. Setidaknya setiap hari ada matahari yang membuatnya menjadi lebih hidup. Membuatnya tersenyum, tertawa, hidupnya berwarna.


Entah sejak kapan, Raffa perlahan mulai lupa dengan Lia. Pria itu akan ingat jika Ia hanya sendiri, di sepertiga malam. Raffa terkadang bingung dengan perasaannya. Namun, pria itu menguatkan hatinya untuk mengikuti sesuai alur.


Raffa sudah sering pergi bersama Fia. Semenjak liburan dadakan hari itu, mereka sudah sering pergi liburan lainnya lagi. Meskipun tetap tidak hanya berdua, karna Lia takut terjadi apa-apa.


Dan sekarang Raffa sedang duduk di tempat tidur dengan menatap dalam pada gantungan kunci di tangannya. Gantungan yang sangat berarti baginya. Gantungan yang selalu mengingatkannya pada sosok gadis yang sekarang entah bagaimana kabarnya.


Cinta pertama, dan cinta sejati. Raffa akan membuat itu menjadi selaras. Cinta pertama yang akan menjadi cinta sejati. Tapi itu dulu, disaat Lia meninggalkannya untuk belajar.


Pemikiran itu perlahan kembali di pertimbangkan ketika Ia sudah menemukan cinta baru. Raffa merasa dirinya tidak setia. Mencintai dua wanita sekaligus. Sangat tidak masuk akal. Pastilah salah satunya adalah mainan. Namun yang terjadi, Raffa mencintai kedua wanita yang memiliki sifat yang hampir sama.


Pria itu jelas tahu jika Ia mencintai Fia dengan sangat tulus. Mungkin ini semua memang berawal dari kemiripan pada diri Fia. Namun, perlahan rasa Cinta mulai tumbuh tanpa adanya paksaan. Cinta yang sangat besar yang tidak bisa Ia ukur.


Cinta yang baginya sama besar dengan Lia. Sama besar, Raffa tahu itu. Meskipun dia tak pernah bertemu dengan Lia lagi, tapi rasa cintanya tak pernah berkurang. Semakin hari semakin besar.


Raffa meletakan kembali gantungan kunci berinisial LF itu. Pria itu tersenyum saat matanya tak sengaja melihat sebuah pigura yang berada di atas meja. Foto Raffa dan Lia yang sedang berada di Pantai. Tak menyangka, itu menjadi kenangan indah yang sepertinya terakhir kali.


****


" Lia, gue mau ngucapin makasih banget atas semua kebaikan Lo. Sekarang gue harus pulang ke Inggris. Dave Uda selesaikan semua pekerjaan nya disini. Dan gue harus pulang sama Dave. Rumah dan apartemen gue selalu terbuka buat Lo " Ucap Lily dengan sedih dan senang. Perasaannya campur aduk, tapi sedih lebih mendominasi.


Lia tersenyum, " Tenang aja, gue bakal sering kesana kok. Lo jangan sedih. Dan gue selalu nunggu undangan Lo" Goda Lia mencolek pipi sahabatnya.


Lily tersenyum, Ia memeluk Lia dengan sangat erat. Bertahun-tahun kenal dengan Lia membuatnya sangat berat untuk meninggalkan Lia. Meskipun mereka sudah pernah berpisah, tapi entah kenapa kali ini lebih berat lagi Ia melepaskannya.


Lia melepaskan pelukannya ketika Ia mendengar Isak tangis dari sahabatnya. Dengan perlahan Lia menghapus air mata Lily, membuat Lily semakin menangis dengan sedih.


Lia kembali memeluk Lily untuk menenangkan nya. Ia juga sedih saat ini, tapi gadis itu harus kuat agar Lily tidak bersedih melepasnya. Mereka sudah bertahun-tahun bersama, sudah seperti saudara yang sangat sulit untuk meninggalkan satu sama lain.


" Udah jangan nangis, nanti gue sama Viona sering-sering deh kesana" Ucap Lia mengusap lembut punggung Lily.


Perlahan-lahan Lily melepaskan pelukannya, Lily menatap Lia yang tersenyum padanya. Air matanya semakin jatuh dengan deras melihat senyum itu. Mungkin Ia tak bisa melihat senyum itu setiap hari lagi.


***


Lia menatap kepergian Lily dan Dave dengan air mata yang mengalir di pipi mulusnya. Dengan cepat gadis itu mengelap air matanya sebelum Viona yang juga menangis disamping nya tahu.


" Kita pulang yuk" Ajak Lia pada gadis yang terlihat sangat sedih itu.


Vioan mengangguk, Ia mengikuti Lia yang membawanya pulang menuju apartemen.


***

__ADS_1


" Rumah ini sekarang jadi sepi. Dulu mbak Lily selalu cerewet disini. Aku rindu" Ucap Viona langsung menangis dengan keras ketika Ia berjalan masuk kedalam apartemen.


Lia ikut meneteskan air matanya sedih, Ia membiarkan Viona meluapkan semua kesedihannya disini. Selama ini memang, Viona sangat dekat dengan Lily. Melebihi Lia karna gadis itu selalu sibuk bekerja dan pergi bersama Farrel.


***


Lia termenung dikamar nya memikirkan Lily. Entah mengapa Lia merasa sudah sangat rindu denagn gadis itu. Dan pikiran untuk pergi ke Inggris kembali hadir di pikirannya.


Gadis itu menggeleng, Ia sudah berjanji untuk menetap di Indonesia dan akan pergi ke Inggris hanya untuk berlibur dan itu tidak akan lama. Tapi, Lia juga berpikir untuk setidaknya sebulan berada di Inggris. Resto yang ada di Inggris juga membutuhkan bantuannya. Karna ada sedikit masalah disana, dan masalah itu cukup untuk membuat Resto nya menjadi sepi selama dua hari ini.


Lia menyandarkan kepalanya, Ia sangat bingung dalam mengambil keputusan. Memang Resto nya yang ada di Inggris sedang ada masalah. Namun sebenarnya bisa saja untuk Lia menyuruh orang kepercayaannya untuk mengurus semuanya.


Tapi Lia juga sudah lama tidak ke Inggris dan dia juga sangat rindu pada Lily. Lia memejamkan matanya sebentar, Ia tak mau gegabah dalam mengambil keputusan.


****


Lia memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi yang ada di Pesawat. Dua hari yang lalu Lia sudah memutuskan untuk pergi ke Inggris. Ia juga sudah pamitan pada Bunda dan Papa. Awalnya orang tuanya itu menolak, namun Lia mengatakan ini demi Restoran nya. Dan akhirnya, gadis itu diberi ijin untuk pergi.


Lia juga sudah membicarakan hal ini dengan Viona. Dan respon gadis itu sangat senang. Dan hal itu semakin menguatkan Lia untuk pergi setidaknya beberapa Minggu.


Dan semalam, Lia membicarakan hal ini dengan Farrel. Bagaimanapun juga, gadis itu membicarakan hal ini dengan Farrel. Karna Lia tak mau ada kesalahpahaman dalam hubungannya dnegan Farrel. Meskipun mereka hanya bersahabat, tapi Lia tetap tak mau ada kesalahpahaman apapun.


Namun respon pria itu sangat berbeda dari apa yang dipikirkan Lia.


" Kamu lebih penting dari pekerjaan aku" Respon kedua setelah Lia membantah dengan alasan pekerjaan. Gadis itu tersenyum kaku, Ia bingung harus melarang dengan cara bagaimana.


" Aku mau mastikan kamu baik-baik aja" Respon ketiga saat Lia kembali membantah dengan menanyakan alasan Farrel ingin ikut.


" Aku khawatir kalo ga liat kamu" Respon keempat, Gadis itu frustasi. Ingin rasanya Ia berkata kasar dan mengatakan tidak perlu ikut. Namun hal itu pasti akan menyakiti hati pria itu. Dan Lia tak mau itu.


Dan akhirnya setelah Lia meyakinkan dengan sangat keras. Farrel akhirnya luluh, dia mengangguk meskipun Ia kecewa. Tapi pria itu tetap memperlihatkan senyum manisnya didepan Fia.


Lia menghela nafas pelan, Ia tersenyum kecil mengingat hal itu. Meskipun saat mengalaminya merasa kesal, namun saat diingat itu terlihat lucu.


****


Mereka sampai di Inggris setelah melalui perjalanan yang melelahkan. Lia dan Viona langsung pergi dari bandara ke apartemen yang sebelumnya sudah Lia sewa dari jauh hari.


Lia menelepon orang yang ada di Resto untuk menjemputnya di bandara. Dan tak lama, seorang pria berusia lebih muda dari Viona datang dengan membawa mobil.


Lia dan Viona langsung masuk dengan sebuah tas yang ada di tangan Lia. Pria itu langsung membawa mereka menuju apartemen yang sudah disewa oleh Lia sebelumnya melalui telepon.


***

__ADS_1


" Mbak kita langsung ke Resto?" Tanya Viona ketika mereka sudah sampai di apartemen. Dan saat ini, mereka sedang bersantai di ruang tengah.


Lia terlihat berpikir, gadis itu harus mempertimbangkan semuanya. Lia tak mau jika mereka memaksakan pergi ke Resto, dan salah satu dari mereka akan sakit. Lia tak mau hal itu terjadi.


" Gausah deh Vi, mending besok aja. Hari ini kita kerumah Lily aja, gimana?" Tawar Lia semangat.


Viona mengangguk, " Setuju banget, tapi mbak tau dimana rumahnya? " Tanya Viona sembari mengambil hp nya.


Lia menggeleng " Ya gatau sih, yang kita tau kan apartemen nya. Kalo rumahnya, mbak belum pernah kesana" Jawab Lia seraya berpikir.


" Kita lacak aja deh" Ucap Lia yang tak mengingat alamat rumah Lily.


" Oke" Jawab Viona cepat dan mulai melacak alamat rumah Lily dari hp nya.


****


" Kamu yakin ini rumahnya?" Tanya Lia memastikan. Mereka sudah berada di depan gerbang rumah mewah yang diketahui Viona itu rumah Lily.


" Iya mbak bener" Jawab Viona yakin, Ia kembali mengecek alamatnya dan benar ini rumahnya.


" Oke" Balas Lia membunyikan klakson mobilnya. Mobil Resto yang memang sengaja Lia beli untuk keperluan mendadak. Namun mobil itu tidak ada logo atau apapun yang menandakan mobil Rainbow Restaurant itu.


Seorang satpam tampak berlari membuka gerbang. Satpam itu berjalan kearah mobil Lia dan mengetuk kaca mobil di sisi Kemudi.


Lia membuka Kaca mobilnya, Ia kemudian menjelaskan kedatangannya.


" Good afternoon Miss, what need have you come here for? " Ucap Satpam itu sopan.


Lia tersenyum, Ia menjawab dengan yakin. " Good afternoon, I want to meet Lily. Is this really the house? " Jawab Lia dengan senyuman.


" This is really the house. What's your name Miss? " Tanya Satpam itu dengan sopan.


" My name is Lia, Lily's best friend " Jawab Lia santai.


Satpam itu mengangguk, Ia sedikit menjauhkan diri untuk menelepon Nona nya. Setelah beberapa saat, satpam itu membuka gerbang dengan lebar dan memberi isyarat untuk Lia masuk.


Lia mengangguk, Ia melakukan mobilnya masuk kedalam halaman rumah mewah itu. Sebelumnya Lia berterimakasih kepada Pak Satpam.


***


...Jangan lupa komen✨...


...Thank you yang udah mau mampir ♥️...

__ADS_1


...Love you all♥️✨...


__ADS_2