Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Tidak pantas


__ADS_3

Setelah Farrel atau lebih tepatnya Raffa pulang, Lia menyandarkan tubuhnya di sofa. Sungguh pertemuannya dengan pria yang Ia ketahui bernama Farrel itu diluar ekspektasi nya.


Lia berfikir bahwa Farrel adalah orang yang sangat dingin dan kaku. Namun, ternyata orang itu sangat humoris dan perhatian. Mengingatkan Lia kepada Raffa.


Namun Lia kembali teringat pada artikel itu dan tekad nya yang tidak mau berurusan dengan Farrel.


" Meskipun Farrel baik, tapi tetep aja ada rasa canggung" lirih Lia pelan bertepatan dengan pintu yang terbuka. Dari sana tampaklah Viona datang dengan membawakan teh hangat permintaan Lia tadi.


" Mbak kenapa?" Tanya Viona heran. Lia terlihat sangat lelah sekarang.


Lia mengambil gelas itu dan langsung meminum nya. " Gak papa" jawab Lia setelah meminum setengah dari teh itu.


" Oh ya Uda waktunya pulang mbak" Ucap Viona mengingatkan. Karna waktu pulang sudah 30 menit yang lalu.


" Oh iya, ayo kita pulang" Ajak Lia setelah melirik jam di dinding ruangannya.


***


" Vi, hari ini beli makanan aja ya. Mbak capek banget " Ucap Lia setelah mereka sampai di apartemen nya. Lia langsung berjalan masuk ke kamarnya.


" Oke, mbak mau makan apa?" Tanya Viona sembari berjalan ke kamarnya.


" Menu biasa" Sahut Lia berteriak. Karna dia sudah masuk ke dalam kamarnya.


Lia berjalan gontai menuju kamar mandi, Ia sungguh lelah saat ini. Dia mengisi air hangat di bathtub dan menuangkan aroma kesukaannya di sana.


Lia berendam selama setengah jam. Dia sampai tertidur di bak mandi itu.


Lia tersadar ketika Viona mengetuk pintunya dan berteriak.


" Mbak ayo makan dulu, makanannya Uda datang" Teriak Viona dari luar sembari mengetuk pintu yang tak kunjung dibuka.


" Iya Vi, duluan aja" Teriak Lia dari dalam kamar mandi. Lia langsung keluar dari bathtub dan menuju shower untuk membilas tubuhnya.


Setelah selesai dengan semua ritualnya, Lia keluar dari kamar mandi dengan jubah handuk yang ada di tubuhnya dan handuk kecil yang melilit rambutnya.


Lia memilih piyama tidur lengan panjang berwarna peach. Kemudian dia duduk di meja rias dan mulai mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


Setelah selesai dengan semuanya, Lia keluar kamar dan menuju meja makan. Disana tampak Viona yang baru selesai makan dan sedang meminum air putih.


" Mbak ngapai aja sih? Lama banget" Omel Viona setelah melihat Lia duduk dan mulai makan.


" Maaf, mbak ketiduran di bathtub" Jawab Lia sambil makan.


" Capek banget ya mbak, gak biasanya" Tanya Viona heran.


" Hmm" Lia hanya menjawab seadanya karna dia sedang makan. Rencananya, dia akan menceritakan tentang Farrel pada Viona. Karna Lia sudah menganggap Viona sebagai adiknya.


***


" Mbak, tadi gak ada masalah kan sama Tuan Farrel? " Tanya Viona cemas. Dia juga tahu bagaimana Tuan Farrel itu.


" Engga ada kok, mbak malah heran sama sikapnya" Jawab Lia kembali mengingat momen di taman tadi. Momen yang membuat hatinya berdebar tanpa alasan.


" Hah? Maksudnya? " Tanya Viona heran. Dia berfikir pasti mbak nya ini terkejut dengan sikap Farrel yang dingin.


" Sikapnya humoris dan perhatian banget. Pokoknya dia itu baik banget. Dan lagi kamu tau gak alasan dia datang ke Restoran, katanya dia mau nyari temen. Gak masuk akal banget kan" Jelas Lia yang membuat Viona menganga tak percaya.


" Mbak serius?? Tuan Farrel itu orangnya dingin dan cuek banget. Gak mungkinlah dia bersikap hangat dan perhatian. Mustahil banget mbak" Cerocos Viona masih tak percaya.


" Mbak serius Vi" Jawab Lia sungguh-sungguh.


Viona diam, dia masih tidak percaya. Dan saat Lia ingin menjelaskan lagi, ponselnya yang ada disampingnya berdering membuatnya tidak jadi menjelaskan.


Lia mengambil hp nya, melihat nomor asing disana. Ragu, dia menatap Viona. Menunjukan layar hp nya. Viona memberi isyarat agar mengangkatnya.


Lia menggeser tombol hijau dan mengaktifkan speaker nya agar Viona juga mendengar.


" Hallo Fi" Sapa pria di seberang sana.


Mulut Viona menganga lebar, Ia ta percaya itu Farrel. Namun dari suaranya Viona sangat yakin itu Farrel.


Lia yang mendengar suara tak asing langsung memutar otaknya, mencari memori suara itu.


" Hallo Rel, dapat dari mana nomor aku?" Tanya Lia bingung setelah dia ingat suara Farrel.

__ADS_1


" Itu gampang lah" Jawab Raffa diseberang sana tertawa kecil.


" Oh gitu" Lia tersenyum kikuk dia baru ingat tentang kekuasaan Farrel. " Emm kamu mau ngapai nelpon aku?" Tanya Lia hati-hati.


"Emang gak boleh ya nelpon temen sendir" Canda Raffa disana.


Viona benar benar terkejut mendengarnya. Kini Ia menyaksikan sendiri bahwa Farrel bersikap hangat dan humoris seperti ini.


" Ya boleh sih " Jawab Lia ikut tertawa kecil. Tawa itu Ia lakukan untuk menutupi rasa canggung nya.


" Kamu capek ya tadi siang lari lari?" Tanya Raffa tiba-tiba


" What??" pekik Viona dalam hati. Dia baru tahu kalau Lia capek karna bermain seharian dengan Farrel.


" Iya nih capek banget. Malah kakiku rsanya mau patah. Pegel banget nih" Jawab Lia spontan. Sontak dia langsung menutup mulutnya karna kelepasan bicara.


Dari sana terdengar suara tawa Farrel yang sangat lepas. " Maaf ya, besok aku datang ke Resto, ntar aku pijitin deh kakinya" Balas Raffa yang sebenarnya hanya ingin dekat dengan Lia.


" Wah gila gila CEO perusahaan ternama mau datang ke Resto mbak Lia cuma buat mijitin kakinya doang??" Batin Viona meronta-ronta.


" Eh gausah Rel, palingan juga beosk bangun tidur Uda mendingan" Jawab Lia yang merasa sungkan.


" Gak papa, yaudah kamu istirahat ya. Selamat malam" Ucap Raffa yang langsung mematikan telfon nya.


Huh! Lia bernafas lega ketika telpon nya telah mati. Dia sungguh tegang dengan Farrel. Meskipun Farrel tak seburuk apa yang Lia bayangkan. Namun tetap saja Lia merasa Farrel adalah CEO di perusahaan besar yang pantas dihormati.


Sedangkan Viona merasa seperti mendapat sebuah hal mengejutkan yang baru Ia ketahui.


Lia yang melihat Viona melamun pun mengejutkannya. " Woy" Ucap Lia tiba tiba menggoyangkan bahu Viona yang membuat gadis itu tersadar.


" Eh kenapa?" Tanya Viona yang baru tersadar dari lamunannya.


" Kamu kenapa Vi? Kok melamun" Tanya Lia sembari mengambil cemilan yang ada di meja dan mulai memakannya.


" Mbak sumpah aku baru tau kalo Tuan Farrel itu bisa bersikap humoris dan perhatian sama orang" Ucap Viona antusias.


" Iya, mbak sebenarnya juga gak percaya. Tapi mbak liat sendiri gimana sikapnya dia. Tapi tetep aja mbak ngerasa di tetep CEO yang harus dihormati dan rasanya kita gak pantas buat temenan sama dia" Tutur Lia menjelaskan.

__ADS_1


" Jadi dia ngajak mbak temenan??" Tanya Viona memastikan


" Hmm" Lia mengangguk. Meskipun Lia senang mendapatkan seorang teman yang baik dan perhatian, namun Lia merasa tidak pantas berteman dengan Farrel.


__ADS_2