
Setelah dari kantin, pasutri itu langsung masuk ke ruang rawat Mama. Raffa langsung menghampiri Mama nya yang terlihat masih lemah sementara Lia menaruh plastik berisi makanan di atas nakas.
" Ma, Papa mana? " Tanya Raffa lembut. Tangannya mengusap lengan mama nya dengan hangat.
" Papa di toilet " jawab Mama masih dengan suara yang lemah. Tangannya menunjuk pintu toilet dalam ruangan itu.
" Ma, gimana keadaannya? Uda baikan kan? " Tanya Lia sembari mendudukkan dirinya di samping Mama mertua.
Emily tersenyum, ia meraih tangan Lia dan tersenyum hangat. " Mama baik, maaf ya kalian jadi khawatir begini "
" Engga ma, gausah minta maaf. Sekarang mama ga boleh banyak pikiran. Harus selalu happy, jangan banyak mikir. Pokoknya harus selalu happy " Seru Lia dengan lembut. Ia tersenyum manis pada Mama.
" Makasih ya sayang, Mama beruntung deh punya mantu kaya kamu. Ida cantik, pintar, lemah lembut lagi "
Lia tertawa, " Mama bisa aja " wanita itu tersenyum manis dan mengambil buah di atas nakas lalu mengambil pisau dan tempat dari laci.
" Eh kalian dari mana? " Lia menoleh, tersenyum pada papa mertuanya dan melanjutkan memotong buah apel untuk mama.
" Kita dari kantin Pa. Itu ada makanan. Papa makan dulu " Raffa menunjuk bungkusan di atas nakas. Ia lalu beralih ke sofa membiarkan istri dan Mama nya menghabiskan waktu.
" Yaudah, papa mau urus administrasi dulu ya. Si Jack entah kemana itu " Raffa hanya tersenyum tipis dan mengangguk. Jack-asisten Papanya memang begitu. Orangnya asyik dan kocak. Tapi bisa juga serius. Berbeda dengan asistennya, huh, Raffa menggeleng dan memainkan hp nya.
" Aaa, makan buah itu bagus Ma. Mama harus sering-sering makan buah. Enak kan, apel nya manis dan seger banget ini pasti " Lia terus berbicara menemani Mama makan. Karena ia tahu, mama mertuanya itu pasti tidak ada selera untuk makan apapun.
Mama mengangguk, menerima suapan dari menantunya dan mengunyahnya dengan pelan. Berusaha untuk memakan buah-buah pemberian Lia.
***
" Sayang.. " Panggil Raffa pada istrinya yang sedang sibuk mengeringkan rambut di depan meja rias. Tadi sore mereka pulang ke rumah atas perintah Papa Raffa. Raffa setuju karena melihat istrinya yang sepertinya sangat lelah.
" Hmm apa? " Lia berbalik, tersenyum tipis dan berjalan ke tempat tidur. Ia menyenderkan kepalanya di pundak Raffa yang sedang selonjoran di tempat tidur.
" Kamu cape ya? " Tangan Raffa sudah mengelus kepala Lia lembut.
Lia mengangguk, memejamkan matanya sebentar dan membukanya kembali. Ia beranjak duduk dan menatap Raffa dengan senyum tipis.
" Sayang "
" Apa? " Tanya Lia manja. Ia menyenderkan kepalanya di pundak Raffa dan tangannya memeluk tubuh pria itu.
Raffa tersenyum, ia kembali mengelus kepala Lia dengan sayang.
" Kita tunda aja honeymoon nya? Gimana? kamu keberatan gak? "
Lia terkejut, beberapa saat ia diam. Sampai suara Raffa membuyarkan lamunan Lia.
__ADS_1
" Gimana sayang? "
Lia menghela nafas, " Aku ga keberatan mas. lagian juga kan mama masih di rawat. Jadi gapapa " Lia tersenyum manis.
" Makasih ya sayang, alasan mas menunda honeymoon ini karena aku khawatir sama mama. Takutnya nanti dia drop lagi. Aku ga tenang " Raffa menghela nafas. Keinginannya untuk berdua dengan sang istri di tempat indah terpaksa harus tertunda.
" Iya mas aku ngerti. Uda yuk kita tidur. Good Night sayang " Lia membenarkan posisi bantal, guling, dan selimut. Kemudian ia merebahkan tubuhnya dan menarik selimut disusul Raffa.
Lia menyamping, menghadap suaminya. Lalu memeluk Raffa dengan erat. Menyembunyikan wajahnya di dada pria yang sudah sah untuknya.
" I Love you " bisik Raffa di telinga Lia sebelum ia mematikan lampu dan memejamkan mata. Sementara Lia yang belum tidur sepenuhnya tersenyum lebar. Ia memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya.
I Love you to mas. Ucap Lia dalam hati sebelum menuju ke alam mimpi.
***
Pagi hari diawali dengan yang manis-manis. Seperti saat ini, pasangan pengantin baru itu sedang manis-manisnya. Mereka sedang bermesraan di kamar setelah membersihkan diri. Tertawa dan mengobrol banyak hal sebelum nanti jam 10.00 mereka akan pergi ke rumah sakit.
" Mas, jadi selama seminggu ini mas ga kerja? " Tanya Lia dengan senyum manis seperti biasa..
" Engga dong sayang, karena mas Uda ambil cuti untuk satu Minggu. Kan rencananya kita honeymoon "
" Tapi kan ga jadi mas, lagian kan mas Bos nya. Gapapa dong kalo masuk kerja pas ambil cuti. Ya gagal aja cuti nya dan masuk kerja. Sayang tau mas "
" Mas ih nakal " gerutu Lia pelan.
" Sayang, kan kita sebenarnya mau honeymoon. Tapi ditunda karena mama. Gimana kalo kita sementara honeymoon nya di kamar aja " Ucap Raffa masih memeluk istrinya.
Lia mendongak, menyipitkan matanya curiga. " Maksud Mas? "
Raffa mengangguk, membenarkan pemikiran Lia. " Sama aja kan, di sana juga kita banyakan di kamar "
" Ih mas mesum " Lia kembali memeluk Raffa dan menyembunyikan wajahnya. Sementara Raffa kembali tertawa dan memeluk istrinya erat.
" Mas, Uda jam 09.39, ayo kita ke Rumah Sakit Mas " Lia melepaskan pelukannya.
" Sabar sayang, kita kan belum honeymoon di kamar " Ucap Raffa dengan wajah polos yang membuat Lia gemas.
" Mas, jangan bercanda ih " Lia mengerucutkan bibirnya menghadap Raffa.
Cup.
Bibir mereka bertemu. Lia terdiam di tempat sementara Raffa mulai bermain. Melancarkan aksinya hingga Lia terbuai dan kedua insan itu melakukan hubungan suami-istri.
***
__ADS_1
Rencana akan datang ke Rumah Sakit pukul 10.00 tertunda sampai jam 12.00. Tentu saja itu semua karena pengantin baru itu sedang bermesraan di kamar hingga memakan waktu berjam-jam. Mereka sudah sampai di lobi rumah sakit. Hendak menuju lantai 3 tempat Mama berada.
" Mas, duluan aja ya. Aku mau ke toilet " Lia sudah bergerak-gerak tak nyaman. Kalau harus berjalan sampai lantai 3 rasanya sudah tidak bisa menahan.
Raffa mengangguk melihat ekspresi tertahan dari wajah istrinya. Ia duduk di salah satu bangku dan memainkan ponselnya sembari menunggu sang istri.
Sementara itu di dalam toilet, Lia sedang memperbaiki rambutnya di depan cermin setelah tadi ia sudah ke kamar mandi. Wanita itu membuka hp nya hendak melihat jam tapi alangkah terkejutnya ketika menyadari hp nya mati.
" Bisa-bisanya aku lupa. CK, CK" Lia segera mengaktifkan hp nya dan langsung saja hp nya bergetar karena rentetan pesan dan telepon yang masuk selama hp nya mati.
Lia menghela nafas, ia membuka log panggilan. " Bunda? " Gumam Lia bertanya-tanya. Dengan segera ia menelepon sang bunda yang semalam meneleponnya hingga tiga kali.
" Assalamualaikum Bunda " Ucap Lia ketika panggilan terhubung.
" waalaikumsalam, hp kamu kenapa? Bunda semalam telepon tapi ga aktif "
" Hehe maaf Bun, hp Lia mati emang sengaja. Semalam Lia lupa aktifkan nya. Bunda nelpon kenapa? " Lia berjalan keluar toilet karena menyadari sudah terlalu lama.
" Engga, semalam kata Raffa mama mertua kamu masuk rumah sakit? sakit apa? terus gimana keadaannya? Di rumah sakit mana? Bunda sama Papa mau jenguk " serentetan pertanyaan langsung di lemparkan pada Lia.
Lia tersenyum tipis, " Nanti aku share-lock rumah sakitnya. Mama katanya jatuh dan keadaannya udah membaik. Kalo bunda mau jenguk, sekarang aja. Soalnya ntar siang aku sama mas Raffa mau pulang " jawab Lia sembari menghampiri suaminya yang duduk di bangku. Ia menepuk pundak Raffa agar mengetahui keberadaannya.
" Yaudah bunda siap-siap dulu. Uda dulu ya sayang, assalamualaikum "
" Waalaikumsalam " Memasukan hp nya kedalam tas mini miliknya, Lia menghadap ke arah suaminya.
" Siapa? " Raffa sudah berdiri, menarik lembut tangan istrinya agar berdiri dan segera ke lantai tiga.
" Bunda, semalam dia telfon aku, tapi hp aku mati. Jadi tadi aku telfon Bunda balik " jawab Lia sembari menggandeng tangan Raffa.
" Oh "
Lia mencubit pipi Raffa gemas. Sontak saja Raffa berhenti dan menatap istrinya dengan heran.
" Kamu singkat banget sih jawabnya " gerutu Lia tak bisa menahan senyumnya.
Cup.
" Ayo kita jalan "
Lia tertegun, kecupan kecil di bibir berhasil membuat pipinya merona merah. Ia menggandeng tangan suaminya, mengikuti ke ruang rawat sang mama mertua.
***
Hay aku mau tanya. Kalian lebih suka satu chapter yang sampai seribu kata kaya biasanya. Atau beberapa chapter dengan ratusan kata? Komen ya😉
__ADS_1