Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Maaf


__ADS_3

Keesokan harinya suasana di meja makan hening. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Setelah selesai, Lia langsung beranjak ke kamar dan mengambil tasnya. Kemudian dia keluar dan berjalan menuju pintu dan keluar dari sana.


Lia memang sengaja menghindari Lily karna Lia merasa Lily butuh waktu sendiri.


Sementara itu Lily terlihat sangat sedih. Dia menyesal telah marah marah semalam dan membuat Lia menjadi marah padanya. Padahal tadi Lily ingin meminta maaf pada Lia.


***


Taksi yang ditumpangi Lia berhenti di Rainbow Restaurant. Lia memberikan uang pada Pak supir dan turun dari taksi.


Lia masuk ke dalam dan menyapa para karyawan yang Ia lewati. Dia memasuki ruangan nya dan mulai bekerja untuk yang pertama kalinya.


Sebenarnya selain ingin melupakan Raffa dengan bekerja, Lia juga ingin tinggal di apartemen sendiri dan tidak memberatkan Lily terus menerus. Bagaimanapun juga Lily sudah sangat banyak membantunya dan Lia rasa itu sudah lebih dari cukup.


Dan Lia akan membeli apartemen baru setelah dia mendapatkan penghasilan pertama nanti.


Di tengah tengah pekerjaan Lia, hp nya berdering menandakan bahwa ada yang menelepon.


Lia mengambil hp yang terletak di meja dan melihat nama kontak yang menelepon dirinya.


" Lily?" lirih Lia saat dia membaca nama penelepon.


" Hallo" Ucap Lia saat dia telah menggeser tombol hijau.

__ADS_1


" Lia aku mau ketemu" Ucap Lily diseberang sana.


" Di apartemen aja" elak Lia.


" Di taman bisa?" Tanya Lily disana.


" Oke" jawab Lia pasrah.


***


Lia sudah sampai di taman yang dimaksud oleh Lily. Dia mencari-cari keberadaan Lily disana. Dan matanya menangkap sosok Lily yang sedang duduk di kursi bawah pohon.


Lia langsung duduk di samping Lily tanpa berbicara apapun. Lily yang merasakan ada seseorang yang duduk melihat kearah orang tersebut.


" Maaf" Ucapnya saat melihat Lia.


Lia masih diam tak bergeming. Lia sama sekali tidak marah pada Lily. Tapi Lia hanya ingin Lily bisa belajar dari keadaan. Dan lagi Lia ingin Lily memberi alasan yang sejujurnya.


" Aku juga gak tau kenapa tiba tiba aku marah. Tapi aku spontan karna..Karna aku gak tau kenapa" Ucap Lily saat melihat Lia tidak menanggapi.


" Aku minta maaf Lia" ulang Lily lagi. Namun Lia hanya diam dan menunggu ucapan Lily.


" Oke" Ucap Lily setelah mereka berdua terdiam cukup lama. " Aku suka sama Dave" Ucap Lily akhirnya.


Lia tersenyum. Ini yang dia tunggu dari tadi. Pengakuan Lily yang sesungguhnya. " Serius?" Goda Lia.

__ADS_1


" Serius" ucap Lily malu malu.


" Oke aku percaya" Balas Lia.


" Tapi kamu gak marah kan?" Tanya Lily harap harap cemas.


Lia tertawa. " Emang tadi aku keliatan marah ya" Tanya Lia masih dengan kekehan nya. " Aku cuma pengen kamu bilang yang sejujurnya" sambung Lia.


" Makasih" Ucap Lily yang langsung memeluk Lia erat.


***


Berbeda dari yang tadi pagi, makan malam kali ini dipenuhi dengan tawa dan obrolan ringan.


Setelah selesai makan, mereka duduk bersantai di sofa sambil menonton film yang sebenarnya tidak ditonton.


" Eh Lily, jadi Lo cemburu ya kalo gue deket deket sama Dave " Goda Lia pada Lily.


" Eh enggak kok" elak Lily gugup.


" Ah masa??" Goda Lia lagi.


" Lia jangan dibahas" Ucal Lily malu.


" Oke oke Lo gausah malu" Ucap Lia. " Oh ya tapi Dave tau gak?" Tanya Lia

__ADS_1


" Ya kali dia tau. Gue malu lah Lia. Uda ah biarin aja dia gak tau" jawab Lily.


__ADS_2