
" Wah udaranya sejuk banget" Ucap Lia sambil merentangkan kedua tangannya.
Raffa mengangguk, pria itu menarik lembut tangan Fia dan membawanya menuju kursi yang ada disana.
" Kamu tau dari mana taman ini? Oh kamu pernah kesini ya sebelumnya?" Tanya Fia sembari menatap wajah Farrel.
" Enggak, tadi aku suruh Rizky cari sports yang bagus disekitar sini" Jawab Raffa santai.
" Hah? Gak kreatif banget sih" Cibir Lia sedikit kesal. Gadis itu pikir Farrel yang mencari sendiri tempat sebagus ini.
"Itu gak penting, karna bagiku semua tempat akan menjadi indah kalo sama kamu" Jawab Raffa dengan serius.
" Apaansih gombal deh" balas Lia mengalihkan pandangannya. Bibirnya tak berhenti untuk terus tersenyum.
Raffa hanya tersenyum tipis. Ia sudah berkata jujur tadi.
" Emm jadi asisten kamu itu pacarnya Viona ya?" Tanya Lia yang bermaksud mengalihkan pembicaraan. Padahal Ia sudah tahu hal itu dari Lily tadi.
" Iya" jawab Raffa singkat.
Lia hanya mengangguk ringan. Gadis itu berpikir untuk mencari topik pembicaraan yang baru.
" Kamu" Ucap mereka bersamaan. Lia segera menunduk karna malu. Berbeda dengan Raffa, pria itu malah menatap intens pada Fia.
" Kamu duluan aja" Ucap Lia masih tetap menunduk.
" Kamu aja" Balas Raffa masih setia melihat Fia, padahal yang dilihat hanyalah kepala Fia yang tertunduk.
" Aku cuma mau tanya-tanya kamu aja sih. Ya tentang kamu doang. Cuma pengen tau aja" Ucap Lia dengan sedikit gugup.
" Kamu liat aku dong" Pinta Raffa lembut sembari mengangkat pelan dagu Lia. Alhasil gadis itu pun melihat dengan jelas wajah Farrel.
" Aku tuh orangnya humoris dan baik sama orang yang aku anggap spesial" Ucap Raffa dengan jujur.
Lia tersenyum mendengarnya, Ia menjadi salah tingkah. " Terus?" Tanya Lia yang penasaran.
" Makanan kesukaan aku soto ayam. Aku alergi sama yang namanya udang dari dulu. Aku suka sama cewek yang mandiri, dewasa, gak banyak tingkah, dan yang paling penting dia tulus tanpa mengharapkan apapun dari aku" Sambung Raffa menceritakan secara umum tentang dirinya.
Lia hanya mengangguk, jantungnya sudah maraton saat ini.
" Sekarang gantian dong" Pinta Raffa tersenyum puas, karna dengan begitu dia bisa tahu tentang Fia.
Lia tersenyum tipis, " Emm aku ga tau aku gimana. Aku juga ga tau tipe pria aku gimana. Kalo untuk makanan kesukaan, aku suka Soto ayam. Kalo untuk alergi, aku ga alergi makanan apapun. Tapi aku pernah sih muntah-muntah pas makan kepiting. Dan ternyata kepiting nya itu udah ga bagus gitu dan aku keracunan deh. Jadi kepiting, aku trauma sih sama itu" Jawab Lia santai.
" Kalo untuk tipe pria?" Tanya Raffa dengan berharap agar Fia mau menjawabnya.
" Seperti yang aku bilang tadi. Ga ada tipe. Intinya pria itu tulus sama aku, dan aku cinta sama dia. " Jawab Lia terus terang.
" Oh jadi kalaupun pria itu orangnya dingin, tapi dia tulus sama kamu dan kamu cinta sama dia. Gimana?" Tanya Raffa ingin membandingkan..
__ADS_1
" Emm mungkin aku bakal terima. Kuncinya cuma dicintai dan mencintai doang. " Jawab Lia tersenyum tipis.
" Kalo sekarang, gimana? Kamu punya cowok yang kamu cintai?" Tanya Raffa menahan sesak yang entah kenapa hadir di dadanya.
Lia menggeleng dengan cepat " Belum ada " Jawab Lia berbohong. Karna Lia sendiri juga bingung dengan perasaannya.
" Oh iya aku belum ngabari Lily" Ucap Lia yang baru teringat tentang Lily. Gadis itu dengan cepat mengambil hp nya yang ada didalam kantong celananya.
" Gausah, kita bentar lagi balik" Ucap Raffa menghentikan Lia yang sudah ingin memencet tombol panggilan.
Lia mengangguk, gadis itu kembali memasukan hp nya dan menikmati pemandangan sekitar.
" Fi, aku mau kamu gak canggung lagi sama aku. Aku mau kamu anggap aku sama kayak Dave" Pinta Raffa menatap mata Fia dalam.
Lia membalas tatapan itu, Ia juga ingin seperti itu. " Aku juga mau Rel, tapi aku ngerasa canggung aja sama kamu. Ga tau kenapa" Jawab Lia terus terang.
Raffa mengangguk, " Tapi kamu nyaman kan sama aku?" Tanya Raffa serius.
Lia yang mendapat pertanyaan seperti itu terkejut, jujur dia nyaman. " Emm iya" Jawab Lia singkat.
" Oke kita balik. Nanti kita jalan-jalan sama yang lain" Ucap Raffa menggandeng tangan Fia dan membawanya kembali.
***
" Cie..yang ternyata Uda punya pacar" Goda Lily pada Viona yang baru datang.
" Gimana tadi? lancar?" Tanya Lily menaik turunkan alisnya.
" Apanya?" Tanya Viona bingung.
" Enggak" Jawab Lily kesal, Ia malas jika harus menjelaskan lagi.
" Oh ya pacar kamu mana?" Tanya Lily yang baru sadar tidak ada pacar Viona dibelakangnya.
" Oh Rizky, dia katanya ada urusan dan nyuruh aku masuk duluan" Jawab Vioan santai.
" Alah palingan dia malu Vi sama bosnya, ketahuan pacaran sama adik angkat sekaligus asisten dari TTM bosnya" Seru Lily yakin.
" Apaansih mbak, gak nyambung tau" Jawab Viona menggeleng gelengkan kepalanya.
" Ih kamu dibilangin juga, oh ya btw kalian cocok juga ya. Kamu asisiten dapatnya asisten juga" Seru Lily sembari tertawa terbahak-bahak.
Vioan menghela nafas panjang melihat kelakuan mbak nya itu. " Mbak Lia mana?" Tanya Vioan mengedarkan pandangannya.
Lily menghentikan tawanya, " Lagi jalan sama TTM nya" Jawab Lily enteng.
" Mbak, kalo sampe Mbak Lia atau Tuan Farrel dengar, habis mbak" Ucap Viona pelan.
" Kamu gausah nakut-nakutin mbak deh Vi. Pacar mbak juga bisa ngatasin itu. Uda sana mending kamu mandi deh. Bauk tau" Jawab Lily mendorong pelan bahu Viona.
__ADS_1
" Assalamualaikum" Ucap Lia dari arah pintu berjalan ke arah mereka.
" Eh Uda siap jalannya? cepet banget" Cibir Lily.
" Lo kenapa? pms?" Tanya Lia heran, gadis itu kemudian duduk di sofa samping Lily.
" Bukan mbak, tadi di mobil Mbak Lily sama kak Dave ribut" Ucap Viona santai.
" What? Kok bisa?" Tanya Lia tak percaya.
" Ya bisa lah " jawab Lily ketus.
Lia yang mendengar itu seketika tertawa lebar, Ia tak menyangka pasangan aneh itu bisa bertengkar. Apalagi melihat respon Lily, Lia yakin kalau Dave sudah membuat sahabatnya itu sangat kesal.
" Kok Lo ketawa sih?" Tanya Lily cemberut.
" Hihihi lucu sih" jawab Lia menghentikan tawanya. " Eh tapi gimana ceritanya bisa sampe ribut gitu?" Tanya Lia antusias.
" Heh Lia, Lo itu kayak mau nonton konser aja" Sindir Lily kesal.
Lia tak menghiraukan nya, gadis itu bertanya pada Viona yang sepertinya tahu.
" Gimana ceritanya?" Tanya Lia penasaran.
Viona melirik sebentar pada Lily, " Ini menurut versi aku ya. Menurut dari yang aku lihat dan dengar. Jadi kalo ga sesuai, mungkin aku yang salah" Ucap Viona sebelum memulai ceritanya. Ia tak mau nanti disalahkan atas kesalahan dalam cerita itu.
" Iya, Uda cepet gimana?" Tanya Lia yang sudah snagat penasaran.
" Jadi gini, tadi mbak Lily itu penasaran banget sama kisah aku sama Rizky. Nah karna rasa penasaran itu, mbak Lily sampe pindah duduk. Jadi awalnya itu mbak Lily mau didepan sama kak Dave. Tapi karna dia mau cerita sama aku, jadinya mbak Lily duduk di belakang. Kak Dave cemberut tuh, tapi mbak Lily bodo amat " Jelas Viona menghentikan ucapannya, gadis itu melirik kembali kearah Lily.
" Uda ceritain aja apa yang kamu tau, nanti kalo Lily marah mbak yang tanggung jawab" bisik Lia ke telinga Viona.
Viona mengangguk, gadis itu kembali melanjutkan ceritanya. " Kak Dave minta mbak Lily kedepan waktu mbak Lily udah nanya sama aku. Mbak Lily kedepan dari belakang. Nah, kak Dave tanya-tanya mbak Lily seputaran kegiatan mbak Lily. Tapi ternyata mbak Lily masih belum puas sama cerita aku. Mbak Lily bukannya jawab dia malah noleh ke belakang terus tanya-tanya hubungan aku sama Rizky. Kak Dave kesel dong kan, dia ngomel bilang kalo dia dicuekin. Nah disitu mbak Lily ikut sewot. Jadi mereka ribut dan akhirnya diem-an sampe sekarang" Sambung Viona menceritakan apa yang Ia tahu.
" Ya ampun, kalian kayak anak kecil deh" Ucap Lia menggeleng gelengkan kepalanya heran dengan pasangan yang seperti anak kecil itu.
" Ya salah dia dong Li, gue cuma mau nanya Vioan doang. Eh dia malah nanya yang gak penting sama gue. Kesel gue tau" Sungut Lily kesal.
" Uda deh Li, Lo gausah gitu. Dave cuma perhatian doang sama Lo. Dan Lo juga cuma lagi penasaran aja. Jadi sebenarnya ga ada yang salah. So, gue harap dalam waktu satu jam kalian baikan " Pinta Lia dengan berharap Lily mau mendengarkan.
" Hmm thanks guys " jawab Lily terharu. Ia memeluk kedua gadis yang Ia anggap saudara itu.
Lia dan Viona membalas pelukan itu. Mereka berpelukan beberapa saat.
***
...Jangan lupa komen🥰...
...Author tunggu😉...
__ADS_1