Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Banyak kesamaan


__ADS_3

" Marah ya?" Tanya Raffa saat mereka sudah duduk di sofa.


Lia hanya diam, tak menggubris ucapan pria disampingnya. Bisa-bisanya pria ini mencari kesempatan di balik kesempitan.


" Aku tadi ga sengaja" Ucap Raffa dengan nada dingin terkesan ketus.


Ni orang gila ya, dia yang buat masalah, eh pas gue diemin dia yang marah.


Lia diam saja, gadis itu malah asik memainkan hp nya yang Ia ambil drai tas tadi.


Raffa yang menyadari dirinya tidak dianggap menjadi marah, tidak pernah seorang Raffa diperlakukan seperti ini oleh orang lain.


Raffa beranjak pergi keluarenuju pintu dan menutup pintu itu dengan kasar.


Brakk!


Sontak hal itu mengejutkan Lia yang sedang pura-pura sibuk bermain hp, Lia menoleh menatap ke arah pintu yang sudah tertutup.


"Huh" Lia menghembuskan nafas kasar, selalu saja jika Raffa marah maka ia akan pergi dengan membanting sebuah barang.


" Oke kembali bekerja" Ucap Lia menyemangati dirinya.


***


Sementara itu Raffa yang sedang marah karna merasa diabaikan pergi ke taman yang pernah Ia dan Lia kunjungi.


Sesampainya disana, Raffa langsung duduk di salah satu kursi yang ada. Ia kembali memikirkan tentang Lia yang Ia kira Fia.


Sebenarnya Raffa tidak marah, hanya kesal sedikit. Namun, pria itu ingin Fiamembujuknya. Tapi nyatanya Fia bahkan tak memperdulikan nya. Dan hal itu membuat Raffa menjadi sangat kesal.


Raffa kembali memikirkan interaksi dirinya dan Fia, entah kenapa saat berada didekat Fia, pria itu tidak merasakan rasa rindu pada Lia.


Maka dari itu, Raffa selalu saja pergi ke Resto Fia, karna Raffa ingin mengurangi rasa rindunya pada Lia.


Sebenarnya Raffa heran mengapa Ia merasa sangat nyaman dengan Fia, dan lagi yang paling membuat Raffa terheran-heran adalah ketika dia ada di dekat Fia, rasa rindunya pada Lia seakan tiada.


Namun, Raffa tak berpikir terlalu panjang lagi, karna baginya saat ini adalah membalaskan rasa rindunya pada Lia.


Terlepas dari itu, Raffa juga mempunyai rasa pada gadis yang Ia ketahui bernama Fia itu. Rasa yang lama kelamaan akan menjadi besar jika terus dibiarkan.


Enggak, aku gak boleh suka ataupun cinta sama Fia. Cuma Lia yang boleh dapetin rasa cinta ku sepenuhnya.


***


Tok..Tok..Tok..


" Masuk" Teriak Lia dari dalam ruangannya.


ceklek


" Mbak makan siang yuk" Ajak Viona berjalan masuk diikuti Lily dibelakangnya.


Lia menoleh, mempertimbangkan ajakan makan siang bersama, pekerjaan masih menumpuk menjadi pertimbangan Lia untuk tidak membuang waktu.


" Mbak makan siang di kantor aja Vi, kerjaan masih banyak" Jawab Lia dengan mata yang fokus ke pekerjaan nya.

__ADS_1


" Ayolah Li, nanti gue bantuin deh" Pinta Lily pada sahabatnya itu.


Lia menoleh, menghembuskan nafas kasar, " Oke" Jawab nya yang tak tega melihat sahabat dan adik nya memelas meminta makan siang bersama.


" Dimana?" Tanya Lia setelah dia membereskan mejanya.


" Emm dimana Vi? Aku mana tau" Lily malah melempar pertanyaan ke Viona.


" Di taman dekat sini gimana, tamannya tuh bagus banget, disana juga ada penjual makanannya, Mbak Lily jarang kan makan makanan kaki lima di Indonesia" Usul Viona semangat.


" Oke" jawab Lia dan Lily bersamaan.


***


" Ini dia mbak tempatnya" Ucap Viona sembari membentangkan kedua tangannya ke depan.


" Wow" Lily dibuat takjub akan tempat yang dipenuhi bunga itu.


" Inikan" lirih Lia sembari mengingat kembali momen antara dirinya dan Farrel.


" Kenapa mbak?" Tanya Viona bingung saat melihat Lia yang seperti tak nyaman.


" Eh gak papa kok Vi" Jawab Lia tersenyum dan berjalan memilih bangku yang nyaman untuk diduduki bertiga.


" Mbak, kamu Uda pernah kesini ya?" Tanya Viona setelah makanan pesanan mereka datang.


" Pernah sih" Jawab Lia sembari menyendokan satu suap penuh nasi dengan kuah soto yang masih panas.


" Oh" jawab Viona mengangguk, lantas mengambil es teh nya dan mulai menyeruputnya.


" Aku kesana dulu ya" Ucap Lia menunjuk arah timur, mereka sudah selesai makan saat ini.


" Mau ngapai?" Tanya Lily penasaran.


" Emm nenangin pikiran aja sih" Jawab Lia berdiri.


" Oh oke, gue juga mau jalan-jalan disekitar sini boleh ya" Pinta Lily ikut berdiri.


" Boleh lah Li, Lo sama Viona ya, nanti kita jumpa lagi disini" Ucap Lia kemudian berlalu dari sana.


***


Menginjakan kaki tanpa arah, mengingat kembali momen antara dirinya dengan Farrel. Momen yang hanya sedikit namun mampu menggetarkan hatinya hanya dengan mengingat.


Jangan sampe deh aku suka sama dia.


Lia berjalan tanpa tujuan di hamparan bunga-bunga yang sangat indah, sangat memanjakan mata yang melihatnya.


Saat akan memilih tempat duduk yang kosong, mata Lia menangkap sosok yang belakangan ini memenuhi isi pikiran nya.


" Farrel" lirih Lia sedikit terkejut, gadis yang tadinya ingin menenangkan pikirannya pun secara spontan berjalan menuju Pria yang belakangan ini menganggunya dan menghantui pikirannya.


Lia duduk di samping Farrel dengan menatap punggung pria yang membelakangi nya. Pria itu tak tahu kalau sosok yang sedang dipikirkannya ada dibelakangnya.


" Lo disini juga" Ucap Lia tiba-tiba yang tentu saja membuat sosok didepannya terkejut dan secara spontan membalikan badan.

__ADS_1


" Lia? Lo ngapai disini? Oh gue tau, Lo pasti ngikutin gue kan" cerocos Raffa yang sebenarnya senang.


" Idih siapa juga yang ngikutin Lo, gue tadi lagi makna siang disini, eh ga taunya jumpa sama Lo" Balas Lia kesal.


" Oh ya? Lo sama siapa kesini?" Tanya Raffa basa-basi.


" Sama Lily and Viona" jawab Lia tanpa menatap Raffa.


" Lily siapa?" Tanya Raffa penasaran.


" Lily sahabat gue dari Inggris, dia datang kesini kemaren" jelas Lia menoleh menatap Raffa.


" Oh ya? Lo punya sahabat di Inggris?" membalas tatapan Lia yang sangat menenangkan.


"Hm gue kan pernah tinggal di Inggris" jawab Lia santai.


uhuk! uhuk!


" eh Lo kenapa?" Tanya Lia khawatir memgang tangan Raffa yang tiba-tiba tersedak.


" Em ga papa" jawab Raffa sedikit gugup, melirik ke arah tanga yang sedang digenggam erat oleh Lia.


Lia yang mengerti itu lantas melepaskan tangannya, " Sorry" jawab Lia memalingkan wajahnya.


Raffa terkekeh kecil melihat sikap Lia yang sedang malu. " Oh ya tadi Lo bilang pernah tinggal di Inggris?" Tanya Raffa memastikan pendengaran nya.


Lia hanya mengangguk tanpa memalingkan wajahnya.


" Tapi gue liat muka Lo gak ada wajah bule-bule nya deh" cibir Raffa yang sengaja agar Lia tidak canggung lagi.


" Ish Lo apaan sih" balas Lia kesal memukul pelan lengan Raffa. " Gue emang bukan orang Inggris, gue kuliah disana" jelas Lia yang kembali membuat Raffa tercengang.


" Oh, gitu" jawab Raffa seadanya, Raffa sedang memikirkan tentang sosok Dia yang memiliki banyak kesamaan dengan Lia.


" Kuliah di luar negeri itu emang keinginan Lo ya?" Tanya Raffa berusaha mencari informasi.


" Eng- " ucapan Lia terhenti karna hp yang ada di tasnya berdering, " Entar ya" ucap Lia sembari berjalan menjauh dari Raffa.


" Iya halo Vi " Ucap Lia ketika sambungan telepon terhubung.


" Mbak dimana? Aku sama mbak Lily Uda disini, langit uda gelap mbak kita pulang sekarang yuk" Ucap Viona dengan nada terburu-buru, takut jika hujan datang melanda.


" Oh iya Vi, mbak kesana sekarang" Jawab Lia kemudian mematikan panggilan nya.


" Rel gue pulang dulu ya, udamau hujan nih" Ucap Lia ketika dia sudah berada di depan Raffa.


" Gue anterin ya" tawar Raffa yang masih penasaran tentang ucapan yang terputus tadi.


" Oh gausah, gue sama Lily sama Viona mereka Uda nungguin, oke bye" Tolak Lia langsung berjalan pergi tanpa meunghu jawaban Farel.


***


Hay Readers, maaf ya agak lama up nya. Author lagi gak mood banget buat nulis kemaren, tapi hari ini author usahain untuk crazy up ya. Dukung author terus ya dengan like and komen supaya author tetep semangat nulisnya dan mood author cepet naik.


Happy Reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2