Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Eps 86


__ADS_3

Menikah tak semudah mengatakan sah. Menikah adalah komitmen yang dibangun oleh dua insan untuk menggabungkan kedua keluarga dengan didasari cinta mereka. Di dalam pernikahan, tentu saja banyak duri yang menghambat. Tapi, duri tersebut justru membuat kita lebih mengerti pola pikir secara dewasa. Mungkin tinggal di rumah mertua salah satu tantangan bagi para wanita diluar sana. Awalnya mungkin semua baik-baik saja. Tapi lama kelamaan, pasti ada kalanya konflik hinggap di tengah-tengahnya.


Pernikahan mereka sudah mencapai dua Minggu. Bulan madu di tunda entah sampai kapan. Tapi Lia sama sekali tak mempermasalahkannya. Yang sekarang menjadi masalahnya adalah tinggal bersama mertua. Mungkin di awal Lia dengan ceria hidup bersama mertuanya. Tapi lama-kelamaan, ia merasa tak bebas tinggal satu atap dengan mertuanya. Apapun yang ia lakukan kecuali di kamar pasti sang mertua tahu. Kalau mereka bertengkar, pasti mertua tahu. Kalau ada masalah, pasti mertua tahu. Belum lagi perkataan mertua yang mungkin membuat hati sakit tanpa sengaja. Dan itu semua menjadi beban pikiran Lia selama beberapa hari ini.


Sebenarnya itu semua bum terjadi. Itu hanyalah asumsi Lia yang baru mendengarkan cerita seorang wanita yang mempunyai mertua kejam di sosial media. Sejujurnya Lia tak terlalu percaya dengan cerita wanita tersebut. Karena ia yakin itu hanyalah konten belaka. Tapi yang menjadi fokus wanita itu adalah, pasti suatu saat ada kalanya ia dan Mama akan bertengkar atau saling tersinggung. Mungkin bukan sekarang, tapi bisa aja besok atau lusa kan.


Wanita itu sebenarnya ingin membicarakan hal ini pada suaminya. Tapi lagi-lagi waktu Raffa terbatas karena ia harus menghandle perusahaan papa nya yang sedang ada masalah. Untuk itu Lia hanya bisa bersabar, berdoa semoga ia dan sang mama mertua tak pernah terlibat pertengkaran.


Siang ini sehabis makan siang Lia mencuci piring sambil bersenandung kecil, dengan cekatan ia mencuci, membilas, dan menyusun piring-piring bekas makan ke rak piring. Beberapa hari yang lalu, Lia baru tahu jika art di rumah Mama Raffa ternyata pulang jam 5 sore dan datang kembali jam 6 pagi. Maka dari itu, Lia mencuci piring bermaksud membantu pekerjaan art sekaligus ingin merasakan rasanya jadi istri sepenuhnya yang mengerjakan pekerjaan rumah.


Setelah selesai dengan kegiatannya, Lia mencuci tangannya dan beranjak dari sana karena dapur sudah bersih oleh art. Dengan riang, wanita yang kini sudah menjadi istri itu naik ke lantai atas dimana kamar mereka berada.


" Lia " teriakan Mama membuat Lia harus mengurungkan niatnya untuk naik ke atas. Ia berbalik dan berjalan dengan cepat menuju asal suara.


" Kenapa ma? " tanya Lia sesudah ia sampai di ruang tengah dimana sang mama sedang menonton acara kesukaannya.


" Mama setelah ini mau arisan, kamu mau ikut ga? biar mama kenalin sama temen-temen mama kalo mama punya mantu yah cantik pake banget "


" Aduh ma, maaf banget ya aku ga bisa ikut. Badanku rada ga enak nih. Maaf ya ma " Lia sebenarnya merasa sungkan, tapi ya mau bagaimana, badannya terasa pegal dan tidak enak dibawa keluar.


" yaudah gapapa, lain kali aja. Tapi kamu ke dokter ya sama Raffa nanti. Eh jangan-jangan kamu hamil lagi sayang? " wajah mama sudah berubah antusias. Ia berdiri dan memegang perut rata menantunya.


Lia hanya bisa tersenyum kikuk, ia takut asumsi mertuanya salah dan Mama malah kecewa.


" ga tau ma, mudah-mudahan aja ya. Yaudah Lia ke atas dulu ya " Lia tersenyum sebelum berjalan menuju tangga dan naik ke atas. Ia ingin merebahkan tubuhnya yang belakangan ini sangat mudah lelah.

__ADS_1


" Seneng banget kalo sampe kamu hamil sayang! " gumam sang mama tersenyum cerah. Ia melanjutkan acara menontonnya sebelum satu jam setelahnya pergi ke arisan teman-temannya.


***


Keesokan harinya, Raffa mengajak Lia ke suatu tempat. Mereka sudah membicarakan ini semalam sebelum tidur. Seperti biasanya, pasangan suami istri itu selalu berkomunikasi sebelum tidur. Bercanda dan tertawa, itu adalah hal rutin yang selalu dikerjakan Raffa untuk membuat sang istri bahagia.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit dengan ditemani keheningan, mereka sampai di sebuah kompleks asri yang tampak sepi karena ini masih sangat pagi. Raffa melirik ke samping, istrinya itu sedang tertidur dengan lelapnya. Tangannya mengusap kepala Lia agar bangun. Beberapa kali sampai wanita itu menggeliat dan mengerjapkan matanya.


" emmmh mas " gumam Lia masih berusaha mengumpulkan nyawanya.


" kita dimana? " masih dengan suara serak khas bangun tidur, Lia mengedarkan pandangannya membuat Raffa gemas ingin mencium.


Cup.


" Ayo turun sayang "


Lia merenggangkan otot nya ketika membuka pintu mobil. Udara sejuk yang sangat asri langsung menyambut wanita yang memakai kaos berwarna putih polos dan kardigan berwarna mint sepanjang paha dan celana jeans berwarna biru Aqua. Sebenarnya pakaian yang dikenakan Lia terkesan kurang sopan. Tapi, karena tadi ia sangat mengantuk dan terburu-buru lantaran suaminya sudah menunggu di mobil sedangkan ia baru selesai mandi.


" Sayang, ayo kita masuk " Raffa menggandeng tangan Lia yang masih bingung mau kemana.


" Mas, kita mau kemana? terus ini rumah siapa? " wanita dengan rambut tergerai indah itu menunjuk sebuah rumah yang paling besar diantara yang lain. Rumah itu terlihat sangat asri dengan banyaknya tanaman indah di bagian depan.


" Mas jawab dulu " rengek Lia tatkala tangannya sudah ditarik oleh Raffa menuju rumah yang tadi ia tunjuk.


Raffa membuka gerbang besar rumah itu dengan pelan. Menarik tangan Lia masuk ke halaman yang terlihat sangat asri itu.

__ADS_1


Lia benar-benar kagum dengan interior rumah ini. Mewah, minimalis dan juga asri. Pasti pemilik rumah ini sangat nyaman dan betah tinggal disini. Apalagi lingkungan nya juga sejuk dan belum ada polusi. Padahal ini masih di dalam kota, Lia tak menyangka ada kompleks yang masih bersih begini.


" Mas ini rumah siapa sih? " Lia tak bisa lagi menahan rasa penasarannya. Ia mengguncang lengan Raffa saat pria itu ingin membuka suara yang Lia pastikan tidak akan menjawab.


" Kamu liat aja nanti " tuh kan, bibir wanita dengan riasan sederhana itu maju beberapa centi. Mengikuti suaminya masuk ke dalam dengan perasaan kesal karena dari tadi sebelum berangkat Raffa sama sekali tak memberitahunya apapun.


Lia semakin kagum ketika memasuki rumah bercat kombinasi biru tua dan biru muda. Cerah tapi tetap elegan.


" Sayang pliss. whose house is this and what we want to do? " Lia memasang wajah imut dan mengedipkan matanya.


Menghela nafas, pria itu menarik tangan Lia untuk masuk lebih dalam lagi.


" This is our home " Mata Lia membuat. Sesaat ia diam dengan ekspresi yang tak bisa ditebak. Pria di sampingnya sudah harap-harap cemas menunggu reaksi sang istri.


Beberapa detik kemudian, Lia langsung berhamburan ke pelukan Raffa. Memeluk pria itu dengan erat dengan bibir yang tak henti-hentinya tersenyum.


" Makasih mas, I love you " mungkin ini pertama kalinya Lia mengucapkan kata cinta duluan sebelum Raffa memulai.


" I Love you more more dear " balas Raffa mengelus pucuk kepala Lia lembut. Ia bisa merasakan tubuh istrinya bergetar. Dengan cepat Raffa menarik tubuh Lia hingga menghadapnya. Wajah cantik Lia sudah berurai air mata dengan bibir yang terus melengkung membentuk senyuman manis.


" Are you okay? " Raffa menghapus lembut sisa air mata di wajah istrinya.


" makasih ya mas. Aku seneng banget kamu ternyata Uda siapin semua ini. Kamu ngasih aku rumah sebagus ini. Aku seneng banget. Aku bersyukur bisa mempunyai suami yang baik, perhatian, ga kasar, and most importantly love me " Lia benar-benar bersyukur sekarang. Bukan karena Raffa yang memberikannya rumah maka ia menjadi bersyukur mempunyai suami seperti Raffa. Tapi dengan rumah ini, membuktikan seberapa besar cinta pria itu padanya. Terlebih, sikap Raffa yang selama ini sangat perhatian dan selalu lembut padanya. Membuat Alisya Putri Mahendra sangat mencintai Raffa Adiputra.


****

__ADS_1


Hay semuanya, author ingin mengucapkan Minal aidin wal Faizin. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Author minta maaf kalau mungkin pernah ketikan author ini membuat kalian sakit hati. Dari hati terdalam, author meminta maaf.


Selamat Idul Fitri ♥️


__ADS_2