
Lia pulang dengan wajah yang dibuat secerah mungkin, seolah tidak terjadi apa-apa. Gadis itu hanya tidak ingin Lily dan Viona khawatir padanya. Dan alasan utamanya adalah, Lia tak ingin Lily dan Viona tahu jika Ia masih mencintai Raffa tanpa berkurang sedikitpun.
" Wah wangi banget nih" Ucap Lia ketika Ia berjalan menuju dapur, tampaklah disana Lily yang sedang memasak dengan dipandu Viona dibelakangnya.
" Eh mbak Uda pulang" Jawab Viona berbalik dan iku duduk bersama Lia di meja dapur.
Lia mengangguk, " Lily lagi ngapain?" Tanya Lia penasaran.
" Oh itu mbak Lily lagi belajar masak" jawab Viona santai.
" Belajar masak?" Lia mengernyitkan dahinya heran, seorang Lily yang malas berada di dapur sekarang belajar masak?.
" Vi ini udamatang belum?" Tanya Lily berbalik badan. " Eh Lia" Ucap Lily baru sadar Lia sedang duduk bersama Viona.
" Tumben?" Tanya Lia menggoda sahabatnya itu, berjalan menuju Lily dan melihat apa yang sedang dimasaknya.
" Soto?" Tanya Lia menghiurup aroma yang terlihat sangat nikmat itu.
Lily mengangguk, dia kembali menatap Viona yang malas ngemil. " Vi, ini gimana?" Tanya Lily sedikit kesal.
" Tanya sama mbak Lia aja mbak, aku laper" jawab Viona santai masih memakan cemilannya.
Lily menatap Lia meminta pertolongan," Li, gimana?" Tanyanya.
__ADS_1
" Uda mateng nih" jawab Lia. " Tinggal taruh "bawang goreng aja" sambungnya.
***
" Eh Li, Lo lagi ada masalah apa sama Farrel?" Tanya Lily disela-sela makan mereka.
" Gak ada masalah" jawab Lia santai.
" Terus kenapa tadi Lo ga bolehin Tuan Farrel itu masuk ke ruangan Lo" Tanya Lily yang belum percaya.
" Gue cuma ga mau diganggu aja, lagian Lo tenang aja lah. Mulai besok dia ga bakal datang lagi " Jawab Lia beranjak menuju ruang tengah.
***
Ini sudah seminggu sejak hari dimana Lia mengakui telah mencintai seorang pria. Dan sejak saat itu Lia tidak lagi diganggu oleh pria bernama Farrel.
Lia merasa bersalah, telah menyakiti hati seorang pria. Namun dia melakukan itu hanya untuk melindungi hatinya, dan agar Farrel tidak lagi menganggu nya.
Tapi nyatanya, sekarang Lia merasa kesepian. Dia merasa ada yang kurang, biasanya setiap hari selalu ada sosok yang mengganggunya. Namun sekarang, sosok itu tidak ada lagi, sudah pergi dan tidak akan kembali.
***
" Lia, Lo kenapa? Cerita dong sama gue Li " Ucap Lily perhatian,duduk di samping gadis itu dan menepuk punggungnya pelan.
__ADS_1
Lia menoleh, gadis itu tersenyum. " Gue ga papa Lily, Lo tenang aja" jawab Lia tersenyum. Tak ingin membuat sahabatnya khawatir.
Lily menghentikan tepukan di punggung Lia, dia menoleh menatap mata Lia intens. Berusaha mencari kebenaran yang ada. Nmaun sahabatnya itu malah memalingkan wajahnya. Semkain membuatnya percaya jika gadis yang didepannya sedang tidak baik-baik saja.
" Lily Lo tidur di kamar Viona aja ya. Hari ini gue pengen sendiri" Pinta Lia menarik tangan Lily pelan menuju pintu, berusaha mengusir secara halus. Ya gak halus juga, orang tangannya Uda ditarik keluar begitu.
Lily hanya menurut, dia merasa sahabatnya ini butuh waktu sendiri. Dengan menghembuskan nafas kasar Lily menjawab, " Oke gue tidur di kamar Viona, tapi kalo Lo mau cerita gue selalu ada " jawab Lily menepuk lembut bahu Lia, kemudian gadis Inggris itu pergi.
Kini tinggallah Lia sendiri, berada di dalam kamar seorang diri membuatnya merasa lebih baik. Lia butuh ketenangan, untuk menjernihkan pikiran serta harinya. Untuk mencoba menerima takdir pencintaan yang sebenarnya tidak terlalu rumit. Namun ya begitulah wanita, membuat semua yang sepertinya sederhana menjadi rumit.
Sejatinya wanita adalah makhluk yang lemah, fisik maupun jiwanya. Sekuat apapun wnaita diluar, namun tetap saja Ia pasti akan menangis didalam. Merasa sedih karna hal sepele, itu adalah sejatinya wanita. Lemah, rapuh, ya begitulah. Maka dari itu, seharusnya sebagai pria jangan pernah menyakiti wanita. Fisik maupun batin. Lindungi dan sayangilah dia. Karna sejatinya wanita adalah makhluk rapuh yang harus dilindungi oleh para Pria.
Lia termenung memikirkan semua yang terjadi. Ia menyukai Raffa tapi takdir harus memisahkan mereka . Namun saat Ia kembali, justru mendapati kenyataan bahwa Raffa bertunangan dengan wanita lain. Bertemu lagi seorang pria yang mencintainya namun juga mencintai orang lain. Dan yang paling parah, menyakiti hati seorang pria padahal dia tau betul bagaimana rasanya sakit hati.
Lia bangkit, Ia berdiri dan pergi ke kamar mandi. Membasuh wajahnya, menggosok gigi dan kembali ke tempat tidur. Membenarkan bantalnya dan masuk ke dalam selimut untuk memulai tidur.
Jangan lemah hati, ini hanyalah masalah percintaan. Jika memang mereka semua pergi, maka mereka bukan jodohmu. Percayalah jodoh sejati mu akan datang dengan sendirinya nanti.
***
Maaf ya, up nya agak lama dan cuma satu chapter. Author lagi badmood😔 jadi gak ada ide buat nulis. Mohon dukungannya selalu ya, supaya author rajin up. Komen ya kalo udah baca, supaya author tau siapa aja yang mau baca karya author yang masih receh begini.
Oh ya author mau tanya nih, Apasih kesan pertama kalian setelah baca Lia dan Raffa sejauh ini 😘 ?
__ADS_1
Tulis di kolom komentar ya😉.. Author tunggu 🥰