Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Undangan


__ADS_3

Raffa menghela nafas berat, Ia menyenderkan kepalanya di tempat tidur sementara badannya ia biarkan merosot di lantai. Pria itu frustasi. Sudah beberapa hari ini ia selalu datang ke rumah Fia yang ternyata Lia. Masih sulit menerima kenyataan, dirinya sama seperti Lia. Sama sama terkejut.


Raffa menghela nafas dalam. Ia sangat terkejut menerima fakta ini. Selama ini, pria itu sangat ingin bertemu dengan Lia. Tapi ternyata, sosok yang selama ini ingin ia temui, ada di dekatnya. Dan bodohnya lagi, dia mencintai Lia dan mengatakan pada Lia yang saat itu bernama Fia bahwa ia mencintai dua wanita. Gadis itu pasti berpikiran buruk tentang nya.


Huh, bahkan untuk bertemu saja sulit. Ia selalu menunggu. Dan saat ia tahu sebuah fakta, pria itu harus menunggu lagi?


****


Lia termenung di mejanya dengan kepala yang ia senderkan ke tangannya yang dijadikan gadis itu sebagai bantal. Memikirkan Raffa membuatnya menjadi pusing. Gadis itu mengambil hp nya dan menghubungi Viona.


" Hallo Vi" Lia memainkan jari-jarinya di meja.


" Iya mbak kenapa?" Tanya Viona dari sana.


" Emm atur ulang jadwal mbak ya. Mbak mau keluar dan mungkin gak kesini lagi hari ini. Tolong ya kamu handle" Lia memutar-mutar kursinya.


" Oh oke mbak, tenang aja"


" Oke makasih ya Vi" Lia menutup panggilan nya dan beranjak dari sana. Gadis itu berdiri di depan cermin besar yang memang sengaja diletakan di pojok ruangan.


Lia memandangi pantulan dirinya di cermin. Gadis itu membetulkan baju nya dan merapikan sedikit rambutnya. Lia menghela nafas pelan, sejujurnya ia belum yakin akan keputusannya itu. Tapi, ia cukup tersiksa selama ini.


Dengan menarik nafas dalam, Lia meyakinkan dirinya sendiri. Berjalan mengambil tas dan pergi dari sana.


***


Lia sudah berada di depan ruangan Raffa. Ia masih ragu untuk masuk kedalam. Tadi dia sudah memberanikan diri untuk sampai ke ruangan ini. Tapi sekarang, keberanian itu seolah menguap entah kemana.


Lia menarik nafas dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. Itu ia lakukan untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa tidak akan terjadi apapun.


Lia mengangguk yakin, perlahan ia memutar kenop pintu dan memutarnya sehingga menghasilkan bunyi.


ceklek.


Lia menutup pintu itu dengan perlahan, ia memutar tubuhnya dan tidak menemukan siapapun didalamnya. Gadis itu mengernyit heran, ia berjalan mengitari ruangan itu. Sampai langkahnya terhenti di sebuah pintu bertuliskan 'toilet' di depannya. Lia mengangguk paham, ia berjalan dan duduk dengan manis di sofa.

__ADS_1


Beberapa menit sudah, namun tak ada yang muncul dari balik pintu yang bertuliskan 'toilet' itu. Membuat Lia menjadi sangat bosan sekaligus kesal. Padahal, niatnya ia ingin memberikan surprise untuk Raffa. Tapi, yang terjadi ia malah harus menunggu pria itu.


Lia mengambil hp nya yang ada di tas selempang mini yang berada di pundaknya. Gadis itu menghubungi orang kepercayaan kedua setelah Viona untuk membantu Viona menghandle Rainbow Restaurant. Karna Lia tahu, kalau ia akan lama disini. Ya mungkin bisa sampai jam Resto tutup.


Lia menghela nafas panjang. Ia sudah bosan, tidak tidak, sangat bosan. Gadis itu menyenderkan kepalanya sambil terus menggerutu tak jelas. Dengan bibir yang dimajukan tanda cemberut, Lia memutar tubuhnya ingin melihat pintu toilet sudah terbuka atau belum.


" Lama banget sih" Gerutu Lia kesal. Ia mengomel tak jelas dan kembali ke tempat duduknya. Namun, pandangannya terkunci pada satu sosok yang sedang memperhatikannya dari pojok ruangan. Seketika Lia salah tingkah. Ia membenarkan posisi duduknya dan duduk dengan cuek disana seolah tak terjadi apapun. Meskipun sebenarnya di dalam hati gadis itu sungguh sangat malu dan gugup.


Raffa tersenyum tipis, ia merasa gemas dengan Lia. Tadi, ia memang pergi meninggalkan ruangannya lewat jalan rahasia. Tapi saat kembali, ia malah mendapati Lia yang sedang berjalan-jalan di ruangannya. Rasanya itu adalah hari keberuntungannya. Pria itu segera menghampiri Lia. Tapi langkahnya terhenti saat Lia yang berjalan dan duduk manis di sofa. Seketika ia seperti ingin melihat lebih lama lagi sosok gadis itu. Karna Raffa tahu, Lia pasti marah dan mungkin ini adalah perpisahan mereka.


Raffa berjalan ke arah Lia. Ia menatap lekat wajah gadis itu. Sungguh ia sangat rindu. Sangat sangat sangat rindu. Bertahun-tahun ia menunggu, dan baru sekarang ia bertemu dengan gadis yang bernama Lia ini. Sebelumnya, ia tahu Fia bukan Lia.


Raffa memeluk Lia dengan erat. Sangat erat. Rindu ini membuatnya menjadi sangat tersiksa. Tanpa terasa, setetes air mata jatuh dari matanya membasahi punggung gadis yang sedang ia peluk. Raffa sangat rindu dengan Lia. Sangat rindu.


****


.Suasana di ruangan ini sangat canggung. Tidak ada yang berbicara. Hanya diam dan mata yang saling menatap satu sama lain. Jujur, Lia merasa sangat gugup setelah tadi Raffa memeluknya dengan begitu erat. Apalagi, tadi ia merasakan punggungnya yang sedikit basah dan suara isakan kecil. Mendengar itu membuat hatinya menjadi sakit.


Lia mengalihkan pandangannya. Tak ingin bertatapan dengan Raffa. Jantungnya sudah sedari tadi maraton. Sekarang Lia sudah mulai bisa mengendalikan jantungnya. Huh, Lia menghela nafas perlahan. Ia ragu untuk bicara.


Raffa tersentak, ia menatap lekat gadis itu. Menganggukkan kepalanya, ia menjawab.


" Dari awal aku ketemu kamu, aku memang ngerasa familiar sama kamu. Aku juga berpikir kalo kamu mirip sama Lia. Tapi, liat sifat kamu yang beda dari Lia, membuat aku jadi membuang jauh pemikiran itu " Raffa menhela nafas dalam untuk melanjutkan.


" Aku sama sekali gak cari tahu tentang kamu. Karna aku menghargai privasi kamu. Tapi soal perasaan aku, aku beneran cinta sama kamu. Bahkan sama kamu yang dulu juga. Kamu tau kan waktu aku bilang mencintai dua wanita sekaligus. Itu adalah Lia dan Fia " Raffa menatap lekat gadis itu.


Lia secara reflek mendongak. Ia mengalihkan pandangannya ketika bertemu dengan mata Raffa. Jujur gadis itu terkejut, tapi sebisa mungkin ia tetap santai dan jaim dengan pria ini.


Raffa kembali melanjutkan ketika Lia tak merespon ucapannya. " Lia, aku tau kamu pasti kecewa, terkejut, dan merasa dibohongi dengan semua ini. Tapi sumpah aku gak pernah sekalipun tau kalo kamu itu Lia. Cuma aku merasa familiar doang sama kamu. Lia aku juga sama. Aku juga terkejut "


" Oke aku pulang dulu ya " Lia mengambil tas nya dan beranjak dari sana.


" Lia tunggu" Raffa menggenggam tangan gadis itu. Membuat Lia menoleh kearahnya.


" I'm sorry" Pria itu mengecup lembut punggung tangan Lia.

__ADS_1


Lia mengalihkan pandangannya. Ia sangat gugup. " No problem" Perlahan gadis itu melepaskan tangannya dan pergi dari sana.


****


Lia duduk di bangku taman. Sudah menjadi kebiasaan gadis itu, jika ada masalah maka ia akan memenangkan diri di tempat sejuk dan sepi seperti taman ini. Sengaja Lia memilih duduk di bagian belakang taman, karna tempat itu jarang di huni orang.


Gadis itu melamun, memikirkan Raffa. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. Sebenarnya Raffa tidak salah. Hanya saja rasanya Lia kesal sekaligus bingung. Pria itu juga tidak menjelaskan secara rinci hubungannya dengan tangannya itu.


Lia mengambil hp nya yang sedari tadi berbunyi. Ia tersenyum sennag ketika tahu siapa yang menelepon.


" Hallo girls" Sapa Lily ceria di sana.


" Hallo, aku kangen banget" Lia tersenyum tipis.


" Tenang aja, bentar lagi kita ketemu kok. Kamu kesini ya" Lily terkekeh kecil di sana.


Lia mengernyitkan dahinya, " Maksudnya?"


" Aku mau nikah. Jadi kamu datang ya. Tanggal 15 " Ucap Lily tersenyum lebar, malu-malu.


Lia menganga lebar, ini sungguh kabar yang luar biasa. "Akhirnya Dave ngelamar kamu juga ya. Oke aku datang 3 hari sebelum acaranya"


" Thank you bestie. See you" Lily langsung mematikan panggilannya.


Lia tersenyum senang. Akhirnya apa yang di tunggu-tunggu sahabatnya terkabul juga. Dengan senang, ia beranjak dari sana dan memesan taksi pulang.


****


Hay semuanya♥️ Thanks buat yang mau baca. Author mengucapkan terimakasih yang teramat besar pada para Readers setia yang selalu menjadi semangat untuk author ✨. Tunggu terus kelanjutannya ya ♥️✨


...Jangan lupa komen✨...


...Love you all ♥️✨...


Oh ya, author mau tanya. Apa sih kesan kalian setelah membaca cerita Lia dan Raffa sampai sejauh ini? Jawab di kolom komentar ya♥️

__ADS_1


__ADS_2