Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Kesal


__ADS_3

Pagi hari harus dimulai dengan semangat. Begitupun dengan Lia, gadis itu berusaha untuk tetap semangat menjalani hari meskipun Ia sedang kesal.


Lia duduk di tepi tempat tidur, dengan pikiran yang memikirkan kembali bagaimana kelanjutan kebohongan ini?


Tadi malam, Lia sudah berpikir akan aman. Karna orang tua Farrel sama sekali tidak membahas hubungan mereka. Tapi ternyata sebelum pulang, mama Farrel meminta agar besok malam atau lebih tepatnya malam ini mereka akan berkunjung ke rumah orang tua Lia.


Lia sudah ingin menolak secara halus, namun Farel langsung meng-iyakan tanpa meminta persetujuan darinya. Hal itu membuat Lia menjadi sangat kesal bercampur bingung dan takut.


Semalaman Lia tidak tidur nyenyak, dia terus memikirkan solusi untuk masalah ini. Tapi nihil, dia tak mendapatkan solusi apapun. Lia berusaha untuk semangat agar otaknya dapat bekerja dengan baik. Tapi tetap saja, mood nya sudah down dan Lia tidak bisa mencari solusi ini.


Rasanya Lia ingin memaki pria itu. Semua ini karena pria itu. Lia sudah mau membantunya keluar dari masalah. Namun, gadis itu tak mau jika harus masuk dalam masalah Farrel.


Lia memejamkan matanya berusaha untuk tidak panik dan tetap tenang. Gadis itu segera bersiap dan turun kebawah.


Di meja makan, Lily dan Viona belum memulai makannya. Mereka menunggu Lia. " Ayo makan, kalian lain kali makan duluan aja" Ucap Lia sembari duduk disana dan mulai mengambil lauk pauk.


" Oke" Jawab Viona yang mulai makan. Sementara Lily sudah makan sedari Lia turun.


***


" Kalian aja yang pergi, aku ada urusan" Pinta Lia didepan pintu apartemen.


" Yaudah, Lo hati hati. Lo gak usah khawatir masalah Resto, kita yang urus" Jawab Lily tersenyum.


Lia membalas senyuma itu, Kemudian Ia beranjak pergi dari sana. Lia menaiki motor matic yang Ia beli sebelum gadis itu membeli mobil.


Lia melajukan motornya memecah jalanan yang padat karna pagi hari. Orang-orang pada sibuk di jalana dengan berdesak-desakan ingin cepat sampai ke tujuan.

__ADS_1


Lia tidak sampai terjebak macet. Ia menyelinap dari sisi sisi mobil. Beruntung Lia menaiki motor, kalau tidak entah jam berapa Ia akan sampai.


Lia memberhentikan motornya di parkiran perusahaan yang pernah didatangi olehnya sebelumnya.


Gadis itu turun setelah memarkirkan motornya dengan baik. Dengan segera, Lia menuju resepsionis dan mengatakan identitas nya. Resepsionis itu langsung menuntun Lia menuju ruangan Farrel.


Lia masuk ke dalam setelah sebelumnya sekretaris itu menelepon seseorang seperti kemarin. Gadis itu langsung mencari sosok Farrel. Pria itu sedang bekerja di kursi kebesarannya. Membuat Lia sangat geram. Setelah membuat masalah, bisa dengan santainya pria ini bekerja tanpa memberitahukan dirinya kejadian semalam.


Lia langsung menghampiri pria itu dan menepuk cukup keras pundaknya. Tepukan itu mampu menyadarkan pria yang sedang fokus ke layar laptopnya itu.


Raffa menoleh secara reflek, baru saja dia ingin marah namun ternyata yang memukulnya adalah seorang gadis yang Ia kenal.


" Lo kenapa setuju orang tua Lo datang ke rumah iertu gue?" Tanya Lia dengan kesal dan kasar.


Raffa sedikit terkejut mendengarnya, Pria itu tahu ini akan terjadi. " Sorry, tapi kalo aku ga setuju Mama bisa curiga sama hubungan kita" Jawab Raffa lebut.


" Kamu tenang aja, aku Uda telfon mama tadi pagi dan bilang kalo orang tua kamu ada urusan mendadak dan harus pergi ke luar negeri " Jawab Raffa santai.


Lia menghembuskan nafasnya kasar, dia memejamkan matanya merasa pusing dengan ini.


" Rel, gue mau bantuin Lo karna gue kasian liat Lo. Gue cuma mau Lo dapetin cinta sejati Lo tanpa perjodohan orang tua Lo. Tapi dengan itu, bukan berarti gue mau masuk dalam urusan Lo. Gue gak mau ya sampe terlibat lebih dalam lagi dengan urusan Lo itu. Rel, gue gak mau bohongin orang tua Lo lebih dalam lagi. Mending Lo bilang kita putus atau Lo jujur aja" Jelas Lia dengan pelan, suapay pria ini mengerti dan tidak melibatkan dirinya lagi.


Raffa menghela nafas pelan, Ia bingung sekarang harus bagaimana. Dengan begini, tentu hubungan mereka akan renggang. Dan itu semua terjadi karna kesalahan Raffa yang nobatkan Fia kedalam urusannya.


" Aku minta maaf, aku janji setelah ini gak akan melibatkan kamu lagi " Jawab Raffa tanpa menatap Fia.


Lia yang sedang kesal itu hanya mendengus kesal. Gadis itu kemudian pergi dari sana tanpa perduli lagi dengan Farrel.

__ADS_1


***


Lia menghirup dalam-dalam udara segar yang ada di sana. Kebiasaan Lia jika sedang marah, pergi ketempat sejuk yang indah dan tidak ada orang. Itu akan membantunya dalam menenangkan pikiran.


Gadis itu mengingat kembali orang tua Farrel. Mama yang baik dan Papa yang pengertian, itu penilaian Lia terhadap orang tua Farrel. Lia merasa tak mungkin orang tua Farrel akan menjodohkan anaknya secara paksa. Karna dilihat dari sikap kedua orag tua Farrel, Lia berpikir kalau kedua orangtua itu hanya ingin yang terbaik untuk anaknya.


Entahlah, Lia pusing memikirkannya. Sekarang, hubungannya dengan pria itu pasti akan renggang. Padahal, mereka baru baikan sebentar. Tapi sekarang, hubungan mereka sudah kbali buruk.


Lia memejamkan matanya menikmati hawa sejuk disana. Gadis itu berusaha menghilangkan semua pikiran tentang Farrel dan keluarganya. Ia ingin hidup bahagia tanpa adanya masalah yang bukan berasal dari dirinya.


***


" Raf, kamu sama Fia main kesini ya" Bujuk Mama Raffa setelah teleponnya diangkat oleh anaknya itu.


Raffa memijit pelipisnya merasa pusing. Bagaimana sekarang Ia menghadapi mamanya, Raffa tahu mamanya sudah suka dengan gadis bernama Fia itu.


" Maaf ma, tapi Fia nya lagi sibuk banget" Elak Raffa setelah mencari alasan yang logis.


" Yahh, padahal mama pengen banget ngobrol bareng dia lagi" Ucap Mama kecewa.


" Emm ma, aku ada meeting. Nanti lagi ya, bye" Ucap Raffa langsung mematikan telepon nya. Ia terpaksa berbohong demi menghindari pertanyaan mamanya.


***


...Tinggalkan komen sebelum lanjut🥰...


......Author tunggu 😉......

__ADS_1


__ADS_2