Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Ajakan


__ADS_3

" Pliss ya pliss" Pinta Raffa penuh harap.


" Ish apaan sih" Jawab Lia salah tingkah.


" Uda deh aku matiin ya " Ucap Lia yang menjadi gugup.


" Eh jangan dong " Jawab Raffa.


" Uda deh bye" Balas Lia langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Farrel tadi.


Lia meletakan hp itu disampingnya. Gadis itu tersenyum sendiri sembari memikirkan Farrel. Pria itu mengajak dirinya untuk liburan ke puncak. Lia menolak, karna Ia masih belum percaya sepenuhnya pada Farrel. Namun jujur hati Lia merasa senang. Gadis itu merasa Farrel orang yang sangat perhatian.


Lia berjalan keluar kamar dan menuju kamar Viona. Gadis itu mengetuk pintu yang dikunci.


ceklek.


" Mbak, kenapa?" Tanya Viona sedikit heran, karna selama ini sangat jarang Lia masuk kamarnya.


" Emm mbak boleh masuk ?" Tanya Lia sembari melirik kamar Viona.


" Boleh kok, ayo" Jawab Viona tersenyum dan menarik tangan Lia.


" Eh Li" Ucap Lily sedikit terkejut. Gadis itu baru saja keluar dari kamar mandi.


" Gue mau bicara sama kalian" Ucap Lia sembari berjalan menuju tempat tidur dan duduk disana.


" Apa?" Tanya Lily dan Viona bersamaan. Kedua gadis itu berjalan menuju tempat tidur dan duduk disana.


" Jadi gini, lusa kan libur tuh. Nah gue mau ngajak kalian liburan ke Puncak." Seru Lia antusias.


" What?" Pekik Lily terkejut.


" Kok tiba-tiba?" Tanya Viona bingung.


" Jadi gue diajak sama Farrel buat liburan ke pantai, satu hari doang. Nah tapi kan gak enak tuh kalo gue cuma pergi berdua sama dia. Jadi gue mau ngajak kalian " Jelas Lia tersenyum lebar.


" Dave juga boleh ikut kok. Kalo Viona punya pacar juga boleh diajak" Sambung Lia ketika dua gadis didepannya masih diam.


" Apaansih mbak" Jawab Viona malu-malu.


" Cie..Uda punya ya" Goda Lia mencolek pipi gadis itu.


" Eh enggak kok" Jawab Viona gugup.


" Masa sih?" Goda Lia bersemangat, apalagi melihat gadis di depannya itu gugup.


Viona hanya mengalihkan pandangannya kearah lain, Ia sangat malu untuk mengakui.


" Lily, kok bengong" Ucap Lia memukul pelan bahu Lily.


" Gue gak bengong, gue mikir aja sih. Boleh deh" Jawab Lily tersenyum aneh.


" Ih kenapa Lo?" Tanya Lia heran melihat senyuman aneh itu.


" Gak papa. Gue seneng aja tau. Gue tuh belum pernah liburan bareng sama Dave" Jawab Lily antusias.

__ADS_1


" Oh gitu bagus deh" Balas Lia ikut tersenyum.


" Oke kalo gitu berarti deal ya kita liburan ke Puncak " Sambung Lia seraya tersenyum lebar.


***


Lia tersenyum senang dengan bersandar ke tepi tempat tidur. Gadis itu hanya diam saja dari tadi tanpa mengucapkan apapun kecuali tersenyum . Lia membaringkan tubuhnya menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran yang menerawang.


Gadis itu tadi ingin video call dengan Farrel. Namun Ia mengurungkan niatnya karna gugup untuk berbicara dengan pria itu. Dan gadis itu memutuskan untuk memberitahu Farrel besok pagi.


Rencananya Ia akan membuat kejutan kecil besok. Memikirkannya membuat senyuman Lia semakin lebar. Gadis itu menarik selimut dan mulai menutup mata dengan perasaan yang senang.


***


Raffa memasuki ruangannya diikuti oleh asisten pribadinya. Pria itu duduk di kursi kebesarannya dan menyandarkan punggungnya. Raffa kembali memikirkan cara agar Fia mau liburan bersamanya.


Pria itu hanya ingin, Fia menjadi nyaman bersamanya. Raffa tak mau jika Fia menganggap dirinya hanya memanfaatkan gadis itu. Jadi, Raffa memutuskan untuk sering-sering mengajak Fia liburan.


Namun ternyata itu tidak lah mudah. Semalam Ia sudah membujuk dengan susah payah. Tapi hasilnya nihil, gadis itu menolak mentah-mentah permintaannya. Pria itu hanya bisa pasrah dan tidak memaksa.


Tapi Raffa akan memikirkan cara lembut untuk membujuk seorang gadis bernama Fia itu.


" Tuan ada paket" Ucap Asisten Raffa sopan sembari menunjukan paket yang ada di atas meja.


Raffa menoleh, Ia menatap heran paket itu. Paket berukuran kecil dengan pita diatasnya.


" Berikan" Pinta Raffa dingin.


Asisten itu mengangguk, dengan segera Ia mengambil kotak kecil itu dan meletakan nya di meja bos nya itu.


Tatapan Raffa beralih pada kotak kecil yang sekarang sudah ada di tangannya. Pria itu secara perlahan membuka pita merah yang melilit rapi kotak itu.


Dengan perlahan Raffa membuka penutupnya dan mengambil isinya yang ternyata sebuah kertas. Meskipun heran, Raffa tetap membuka kertas itu.


Aku mau ^_^


Dua kata yang dihiasi dengan hiasan tangan. Mampu membuat jantung Raffa bergetar. Raffa meneliti kertas itu, Ia mencari petunjuk apapun. Tidak ada.


Raffa tak menyerah, Ia mengambil kotaknya dan ingin mengamati kotak itu. Namun dering hp, membuatnya mengurungkan niatnya. Apalagi setelah Ia membaca nama kontak itu.


" Selamat Pagi" Sapa Raffa dengan lembut dan tersenyum cerah.


" Pagi " Jawab Lia sedikit gugup.


" Kamu masih belum mau aku ajak liburan?" Tanya Raffa dengan memelas.


Lia mengernyitkan dahinya heran, gadis itu menduga kotak kirimannya belum sampai.


" Emang belum Dateng ya?" Tanya Lia sedikit kecewa.


" Maksudnya?" Tanya Raffa bingung, pasalnya jawaban Fia tidak cocok dengan pertanyannya.


" Kamu tunggu aja, udah ya bye" Jawab Lia langsung mematikan ponselnya. Gadis itu menggerutu sebal disana.


Raffa mengernyitkan keningnya bingung. Pria itu meletakan hp nya dan kembali fokus pada kotak kecil tadi.

__ADS_1


" Eh" Ucap Raffa saat merasa ada yang aneh. Ia memegang kotak itu sekaligus mengingat ucapan Lia tadi.


" Belum datang? Kotak? Paket? Aku mau? " Ucap Raffa mengulang semua kata itu.


Senyuman lebar hadir di bibir Raffa saat Ia mengetahui maksudnya. Pria itu tak menyangka, gadis bernama Fia itu bisa semanis ini. Dengan cepat Ia menutup kotak itu rapi dan memasukannya kedalam kantong jas nya.


Raffa segera berjalan menuju pintu dan keluar dari sana tanpa perduli dengan asistennya yang ternyata menunggu di depan pintu.


***


Tok..Tok..Tok..


Pintu ruangan Lia diketuk cukup keras dari luar. Hal itu tentu saja mengganggu keseriusan gadis itu bekerja. Dengan kesal Lia berjalan menuju pintu dan membukanya sedikit kasar.


" Hay" Sapa Raffa lembut dan langsung masuk ke dalam.


Lia mengernyitkan dahinya heran, gadis itu segera menutup pintu namun tak menguncinya. Dengan perlahan, Lia berjalan kearah sofa dan duduk disana.


" Mau ngapain?" Tanya Lia sedikit kesal karna hal tadi.


Raffa tersenyum lebar, Ia mengeluarkan kotak kecil dari jas nya dan menunjukannya pada Fia.


Lia sedikit terkejut namun Ia tersenyum. Gadis itu merasa senang kotak itu sudah sampai.


" Makasih ya" Ucap Rafa tulus dan memasukan kembali kotak itu.


" Hmm " Jawab Lia mengangguk.


" Berarti besok aku jemput kamu ya" Ucap Raffa tersenyum tipis.


" Enggak, aku sama Lily, Dave, sama Viona juga" Jawab gadis itu santai.


" Loh?" Tanya Raffa bingung.


" Loh kamu belum baca. Aku kan ngasi dua surat" Balas Lia sambil menahan tawanya.


Raffa yang masih bingung segera mengambil kembali kotak itu. Ia melihat isinya, hanya satu. Pria itu segera menatap Fia dan meminta penjelasan.


" Didalam tutupnya" Seru Lia tersenyum menahan tawa karna melihat wajah pria yang kebingungan.


Raffa segera membalik tutupnya dan benar saja. Di sana ada sebuah kertas yang menempel. Dengan kesal Raffa mengambil kertas itu dan membacanya.


Lily, Dave, sama Viona juga ikut (◠‿◕)


Raffa mendengus kesal membacanya. Ia memejamkan matanya mencoba bersabar. Pria itu segera meletakan kembali kotak itu ke saku di jas nya.


Dengan cepat Raffa pergi dari sana tanpa berkata apapun.


Lia yang melihat itu seketika memecahkan tawanya. Bahkan mungkin pria yang sedang pergi itu masih bisa mendengar tawanya. Gadis itu merasa puas dengan apa yang Ia kerjakan.


***


...Jangan lupa like and komen🥰...


...Komen dulu sebelum lanjut😁...

__ADS_1


...Author tunggu ya😉...


__ADS_2