Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Makan siang


__ADS_3

Siang harinya Raffa atau yang dikenal Lia sebagai Farrel datang ke Restoran Fia menepati janjinya menjemput Fia untuk makan siang bersama.


Pria itu sudah berada di depan pintu Lia, Ia mengambil hp nya dan menelepon Fia untuk memberi kabar dia sudah sampai.


" Hallo Li" Ucap Raffa saat panggilan itu sudah terhubung.


" Hallo Rel, Lo Uda dimana?" Tanya Lia yang sedang merapikan kembali rambutnya.


" Gue Uda di depan nih" Jawab Raffa sembari melihat kearah jam di pergelangan tangannya.


" Oh oke" jawab Lia yang langsung mematikan teleponnya. Gadis itu kemudian melihat kembali penampilannya. Setelah dirasa sempurna, Lia segera mengambil tas nya dan memasukan hp nya. Ia kemudian keluar ingin pergi ke parkiran.


Namun saat Lia baru saja keluar, Ia langsung dikejutkan dengan sosok Farrel yang sedang bermain hp dengan bersandar di dinding. Sangat tampan.


Lia berusaha menetralkan sikapnya sebelum pria itu menyadarinya. Lia berdehem mengejutkan pria yang sedang sibuk berbalas chat dengan asistennya itu.


" Eh Uda siap" Ucap Raffa sambil memasukan hp nya ke dalam kantung celana.


" Hmm" Lia hanya mengangguk, dia sedikit gugup. Rasanya seperti ingin pergi berkencan bersama kekasih. Padahal nyatanya ia hanya akan makan siang bersama dengan seorang pria.


Mereka berjalan beriringan menuju parkiran. Sampai saat pintu lift terbuka, Raffa menggandeng tangan Lia erat seolah tak mau melepaskannya.


Jantung Lia mendadak menggila, hanya dengan pegangan tangan saja mampu membuat Lia merasa bahwa jantungnya akan segera melompat keluar.


Lia menunduk berusaha untuk menetralkan sikapnya, Ia tak mau jika Farrel sampai tahu kalau Lia gugup.


Sampai di parkiran Lia tetap menunduk, Ia bahkan tak sadar jika saat ini mereka sudah didepan mobil. Dan Raffa yang berbicara pun tak dihiraukan oleh gadis itu.


" Masuk Fi, Fi masuk, Fia" Pinta Raffa dengan kesal namun berusaha ia tahan. Ini sudah ketiga kalinya Ia mengucapkan hal itu pada gadis ini.


" Fia masuk" Pinta Raffa sedikit menaikan nada suaranya.


Lia tersentak kaget, Ia mendongak. Menatap Raffa yang tampak sedang menahan kesalnya, pria itu memalingkan wajahnya dari Lia.


Lia hanya diam tanpa mengeluarkan suara, Ia kemudian menatap pintu mobil yang sudah terbuka. Gadis itu langsung masuk dan menutup pintunya seolah tak bersalah. Lia tahu Raffa kesal karenanya, namun untuk melindungi diri Lia perlu menjadi sosok yang polos saat ini.


Raffa mendengus kesal mendengar pintu mobil yang ditutup, Ia menghela nafas berat kemudian berjalan masuk ke sisi mobil satunya.

__ADS_1


***


" Kesini?" Tanya Lia sembari mengedarkan pandangannya. Ini Danau tempat dimana mereka pernah bertemu saat sedang marahan kemarin.


Lia berjalan disekitar danau dengan menghirup dalam-dalam udara segar disekitarnya.


Raffa kembali ke mobil dan mengambil makanan dari sana. Ia keluar dan meletakan makanan itu di kursi tempat mereka duduk kemarin.


Raffa berjalan mendekati Lia dan menepuk pelan bahu nya dari belakang.


Lia terlonjak kaget dan berbalik secara spontan. Ia mengelus dadanya karna terkejut. Lia menghembuskan nafas pelan, gadis itu mendengus kesal pada pria didepannya.


" Ayo kita makan" Ajak Raffa menarik tangan Lia lembut menuju kursi tanpa perduli kalau Lia sedang memasang wajah cemberut.


Raffa menuntun Lia duduk di kursi yang tadi diletakan makanan oleh Raffa. Kemudian pria itu membuka makanannya dan memberikan satu kotak makanan pada Lia. Lalu pria itu mengambil makanannya dan duduk disana dengan memangku makanannya.


Raffa menyuapkan satu sendok ke mulutnya, namun saat hendak masuk Ia melihat Lia hanya cemberut dengan menatap kearah Danau.


Pria itu tersenyum, dia lupa kalau sebagai lelaki harus peka pada wanita.


Lia terkejut, secara reflek dia menarik tangannya. Dia melihat pria didepannya yang menatapnya dengan intens. Gadis itu menjadi gugup, Lia memalingkan pandangannya kearah lain.


Raffa meraih kembali tangan Lia dan menggenggamnya erat.


Lia menoleh, Ia menatap tangannya yang digenggam erat oelh pria didepannya. Gadis itu memberanikan diri membuka suara.


" Rel, aku mau makan" Ucap Lia sebagai bentuk protes halus tangannya yang digenggam erat.


Raffa menatap kearah gadis didepannya. Ia tersenyum sambil melepaskan genggaman tangannya perlahan. Pria itu kemudian langsung mengambil makanan Lia.


Lia terkejut, Ia bersyukur tangannya sudah dilepas. Tapi sekarang kenapa makanannya yang diambil ?


Raffa berdiri dan duduk kembali di tempatnya. Ia duduk dengan memangku makanan Fia. Dengan duduk menghadap Fia, pria itu menyuapkan makanan yang ada di dalam kotak makanan Lia.


Lia semakin terkejut, kenapa pria didepannya tiba-tiba menyuapinya tanpa izin. Gadis itu tetap diam tanpa membuka suara.


Raffa menghela nafas berat, ternyata menghadapi seorang wanita lebih sudah dari apa yang Ia bayangkan. Pria itu mencoba untuk tidak marah dan selalu sabar. Jangan sampai gadis didepannya tau sisi lain dari dirinya.

__ADS_1


" Fia ayo makan, ini Uda siang loh " Bujuk Raffa sembari mendekatkan kembali sendok di tangannya.


Lia mengalihkan pandangannya, sungguh dia merasa jantungnya ingin meledak saat ini juga. Gadis itu sangat gugup sekarang.


Raffa menghela nafas, pria itu meletakan sendok yang dari tadi Ia pegang. Raffa meletakan kotak makanan itu di kursi. Kemudian pria itu pergi tanpa bicara apapun.


Lia yang menyadari Farrel pergi menoleh, Ia sudah tak mendapati pria itu. Lia tertunduk, Ia merasa bersalah. Padahal tadi Lia tidak marah, Ia hanya ingin menjahili pria ini agar mereka bisa lebih akrab dan tidak canggung. Namun malah seperti ini.


Ketika Lia mendongak, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menutup matanya. Lia terkejut dan ingin memberontak. Namun, orang yang menutup matanya malah membisikan sesuatu.


" Maaf kalo aku salah, kamu makan ya " Ucap Raffa telat didepan telinga Lia.


Lia membeku, Ia merasa jantungnya berpacu lebih kuat dari yabg tadi. Lia memegang tangan yang menutup matanya. Ia tahu itu tangan Farrel. Lia berdiri dan ingin berhadapan langsung dengan Farrel.


Namun karna matanya masih ditutup Lia tidak tahu jika ada batu didepannya dan membuatnya tersandung.


Raffa yang tahu itu dengan cepat memutar dan menangkap Fia sebelum gadis itu jatuh ke rumput. Dapat, Raffa berhasil menangkapnya. Tangan yang tadinya menutup mata Lia berganti dengan memeluk pinggang gadis itu.


Pandangan mereka bertemu. Mata mereka seolah mencari dalam-dalam apa yang bisa didapat dari mata masing-masing.


Lia tersadar saat dia merasa akan terjatuh, buru-buru gadis itu berdiri dan langsung duduk di kursi dengan canggung. Suasana yang sudah canggung berubah menjadi sangat canggung. Suasana yang sangat tidak enak dilihat.


Raffa menghela nafas dalam, jantungnya berdegup sangat kencang tadi. Pria itu kemudian berjalan dan duduk disamping Lia dengan tangan yang mengambil kotak makanan Lia.


Dengan memejamkan mata sebentar, pria itu berkata " Fi, makan " Ucap Raffa denga tegas. Ini sudah sangat siang, jika gadis ini tidak makan juga Raffa khawatir akan terjadi sesuatu dengan gadis itu.


Lia menoleh, dengan ragu dia membuka mulutnya dan makanan yang Raffa sodorkan dengan sendok mendarat sempurna di mulut Lia. Gadis itu mengunyah makanan nya dengan tidak enak.


Bukan karena makanannya, tapi karna pria disampingnya yang menatapnya dengan tatapan tegas. Sungguh berbeda dari apa yang Lia kenal selama ini.


Raffa menghela nafas, dia tidak boleh membuat gadis ini takut. Raffa mengubah raut wajahnya menjadi biasa saja. Kmeudian Raffa mulai menyuapi gadis itu dengan pelan dan sabar. Tanpa perduli jika perutnya juga perlu diisi.


***


Insyaallah author akan up tiap hari, kalo tugas author gak ada. Mohon like and komen nya ya🥰


...^^^Author selalu menunggu 😉^^^...

__ADS_1


__ADS_2