Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Cerita Viona


__ADS_3

Lia membuka pintu mobil begitupun dengan Viona. Mereka berdua turun dan ingin masuk ke dalam sana, memberikan surprise pada Lily. Namun ternyata orang itu sudah lebih dahulu mendatangi mereka.


" Aaaaaaah Lia, Viona, seneng banget" Teriak Lily histeris, Ia tak menyangka kedua saudaranya ini datang ke rumahnya. Dengan cepat Ia berlari kesana dan memeluk kedua gadis itu.


" Gue kangen banget. Thanks guys Uda mau datang" Ucap Lily memeluk mereka erat.


Lia dan Viona membalas pelukan Lily. Ketiga gadis itu berpelukan haru di halaman rumah Lily.


Perlahan Lily melepaskan pelukannya, dengan tersenyum manis Lily menggandeng tangan keduanya masuk kedalam rumahnya.


***


" Mama Lo mana?" Tanya Lia yang sedari tadi tak melihat mama Lily. Kalau Papa dia jelas tahu, Papa Lily adalah orang yang sibuk. Sangat jarang ada di rumah. Lily pernah menceritakan nya dulu.


" Mama lagi sibuk" Jawab Lily sedih, namun sebisa mungkin Ia tersenyum didepan Lia dan Viona.


Lia mengangguk, Ia mengerti perasaan Lily. Lia tahu Jika Lily tidak mendapat kasih sayang yang sempurna dari orang tuanya. Papa Lily selalu sibuk bekerja bahkan tak jarang jika Papa Lily tak pulang kerumah. Dan mamanya, Lia baru tahu sekarang. Lia pikir dulu mama Lily berbeda dari papanya. Namun ternyata, melihat raut wajah Lily membuat Lia sangat yakin akan dugaannya.


" Oh ya kita makan dulu yuk. Tadi aku masak banyak" Ucap Lily yang baru teringat tentang masakannya yang tadinya ingin Ia antar ke kantor Dave.


" Wah mbak Lily Uda hebat ya masaknya" Puji Viona tersenyum puas.


Lily hanya tersenyum, dengan segera Ia menggandeng tangan Viona dan Lia menuju meja makan.


***


" Jadi kalian disini beberapa Minggu? Seneng banget deh. Makasih banget loh" Ucap Lily setelah Ia mendengar alasan Lia dan Viona datang ke Inggris.


Lia mengangguk, Ia tersenyum melihat sahabatnya yang terlihat sangat senang itu.

__ADS_1


" Oh ya btw, Lo gak kerja di kantor Dave?" Tanya Lia dengan memakan cemilan yang ada di meja.


" Enggak, gue masih kerja. Tapi Dave bilang libur dulu. Katanya gue nanti capek " jawab Lily santai.


" Kak Dave perhatian banget cih, gemes" Goda Viona memukul pelan pundak Lily.


Lia tertawa melihat itu. Sedangkan Lily merasa malu. Viona tertawa puas melihat mbak nya malu-malu kucing.


***


" Emm Li, Uda sore nih. Kita pulang dulu ya. Lo datang ke apartemen kita ya kalo kangen. Pintu itu sellau terbuka buat Lo" Pamit Lia karna hari sudah sore. Gadis itu berdiri diikuti Viona dan Lily.


Lily mengangguk, Ia tersenyum meskipun sedikit kecewa. Lily memeluk Lia dan Viona sebelum pulang. Tak lupa, Ia juga membawakan makanan yang dimasaknya tadi pada Lia dan Viona.


***


Lily beranjak dari duduknya ingin menuju kamarnya untuk mandi. Namun, langkahnya terhenti saat melihat sosok wanita yang terlihat acuh tak acuh padanya.


Lily menunduk, meskipun sudah sering seperti ini. Namun tetap saja, hatinya sakit dan sedih diperlakukan seperti ini oleh kedua orang tuanya. Terakhir kali, Lily mengingat kasih sayang itu ada saat Ia kelas tiga SD. Dan setelah itu, mereka tak pernah lagi memberikan kasih sayang itu pada Lily.


Mamanya selalu pergi pagi dan pulang sore bahkan malam. Dan papanya, Pria paruh baya itu sangat jarang pulang. Dan ketika pulang, tak pernah sekalipun dia memberikan kasih sayang yang pantas didapatkan seorang anak.


Lily menggeleng, Ia tak boleh bersedih. Ia kembali menegakkan kepalanya dan berlalu menuju kamar.


***


Lia dan Viona sampai di apartemen pada saat matahari terbenam. Jarak antara apartemen Lia dengan rumah Orang tua Lily cukup jauh. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk menempuhnya.


" Kamu mandi dulu ya Vi. Mbak mau manasi makanan nya" Ucap Lia sambil berjalan ke dapur.

__ADS_1


" Iya mbak" Jawab Viona langsung masuk ke dalam kamarnya.


***


" Vi, ceritain dong awal mula kamu ketemu dan jadian sama asisten Farrel" Pinta Lia memohon di sela-sela makan mereka.


" Oke" Jawab Viona santai, karena Viona adalah tipe gadis penurut. Tapi bukan berarti dia bisa dimanfaatkan. Viona merasa, Lia adalah penolongnya. Dan jika hanya ini, Viona bisa menyanggupi permintaan yang tidak seberapa itu.


" Jadi awalnya itu waktu aku di cafetaria. Nah aku waktu itu mau beli coffe yang mbak suruh" Ucap Viona memulai ceritanya secara singkat.


Lia berpikir, ah dia ingat. Saat itu dia menyuruh Viona membeli coffe di cafetaria karena Farrel yang memintanya.


" Terus?" Tanya Lia penasaran. Meletakan sendok, dan meminum segelas air putih. Lia kembali menatap Viona yang juga baru selesai makan dan sedang minum.


" Pas di parkiran, mobil ga bisa keluar karena dihimpit sama satu mobil. Aku protes. Aku ketuk kaca nya dan pemilik nya langsung marah " Lanjut Viona mengenang kembali masa itu.


" Jadi pemiliknya ada di dalam?" Tanya Lia semakin penasaran.


Viona menggeleng, " Si pemiliknya dari dalam cafetaria. Dia marah-marah dan akhirnya kita berantem. Disitu ga ada yang mau ngalah. Dan akhirnya, satpam ngelerai dan mobil aku bisa keluar. Itu pertemuan pertama. Nah terus, aku sering banget ketemu Rizky di parkiran Resto. Misalnya aja, pas Tuan Farrel datang dan ngobrol di ruangan mbak. Nah disitu pas aku mau ketemu klien, aku ketemu dia di parkiran. Dan akhirnya kita kembali berantem. Pokoknya kalo ketemu kita berantem terus. Sampe akhirnya dia nyelamatin aku waktu kita lagi ke mall. Mbak kan duluan, jadi mbak Lily katanya masih mau keliling. Karena bosan, aku nunggu di mobil. Tapi ternyata tas aku dijambret tanpa aku sadar. Padahal itu lagi rame loh. Aku teriak, tapi orang ga peduli. Dan akhirnya dia datang nyelamatin tas aku. Dia berhasil dan kita temenan. Temen yang awalnya temen tapi lama lama berubah jadi cinta dan kita jadian" Viona mengakhiri ceritanya yang singkat dengan mengangkat piring bekas makannya ke dapur.


Lia ikut membantu Viona membereskan meja makan. Gadis itu tersenyum, Ia merasa senang setelah mendengar cerita Viona. Ternyata, Viona lebih hebat dalam urusan cinta dibandingkan dirinya.


****


Kita akan menuju konflik. Harap bersabar karena author sedang merangkai kata dan ide agar konflik menjadi hidup.


...Jangan lupa komen✨♥️...


...Love you all ♥️✨...

__ADS_1


__ADS_2