Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Kedatangan Lily


__ADS_3

Sudah seminggu ini Raffa atau yang dikenal Lia dengan nama Farrel datang ke Restoran nya.


Dan Lia juga sudah mulai nyaman dengan itu. Dia merasa Farrel benar-benar tulus ingin berteman dengannya.


Lia juga sudah tidak terlalu mempermasalahkan tentang status Farrel yang Ia rasa berbeda jauh darinya.


Selama seminggu ini Farrel terus mengisi hari-harinya selama di Restoran. Terkadang Lia heran kenapa pria sesibuk Farrel bisa menyempatkan diri bahkan seharian di Restoran nya.


Tapi Lia mencoba untuk tidak bertanya. Dia takut, Farrel akan marah.


Namun satu hal yang membuat Lia ingin menjauhi Farrel. Satu hal yang baru saja Ia ketahui semalam.


Satu hal yang juga pernah dirasakannya. Rasa suka yang lama lama jadi cinta.


Tadi malam, Lia baru menyadari bahwa Ia suka kepada lelaki yang seminggu ini menemaninya. Lia sebenarnya heran, kenapa hanya dalam wkatu seminggu dia bisa suka pada Farrel.


Namun bukan itu yang penting. Rasa suka ini jika terus dibiarkan maka akan menjadi rasa cinta. Padahal tanpa Lia sadari dia sudah jatuh cinta untuk yang kedua kalinya pada orang yang sama. Namun Lia masih menganggap itu rasa suka.


Dari situ, Lia bertekad untuk menjauh dari Farrel. Bukan tanpa alasan, Lia hanya ingin mencintai Raffa seorang, tanpa membagi cintanya pada lelaki manapun. Meskipun Lia tahu bahwa Raffa sudah mempunyai tunangan atau bahkan sudah menikah, tapi Lia tetap ingin setia pada Rasa cintanya untuk Raffa.


Namun sekarang Ia dibuat bingung karna ternyata setia itu tak mudah. Ia malah menyukai seorang pria yang Ia kenal baru seminggu. Tentu saja Lia lebih memilih Raffa yang sudah Ia kenal bertahun-tahun.


Maka dari itu, Lia bertekad untuk menjauh dari Farrel bagaimanapun caranya. Ia hanya mau mencintai Raffa dalam hidupnya.


Pikiran Lia hancur ketika hp yang Ia pegang berdering. Lia langsung menggeser tombol hijau ketika dia tahu siapa yang menelepon nya.


" Hallo Li, tumben nelfon?" Ucap Lia ketika panggilan terhubung.


" Hallo Lia, jemput gue ya. Gue di bandara nih" Pinta Lily diseberang sana.


" Hah?? maksudnya?" Lia dibuat bingung dengan Lily yabg tiba-tiba minta di jemput.


" Gue Uda ada di Indonesia. Tapi gue lupa sama jalan disini. Gue ada di bandara internasional, jemput gue ya" Terang Lily langsung mematikan Telepon nya.


" Apa sih? Lily ada di Indonesia, di bandara" lirih Lia. Dia terlihat berfikir, dan sedetik kemudian Lia langsung berlari menuju ruangan Viona.


Lia langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Mbak kenapa??" Tanya Viona khawatir melihat Lia yang terlihat ngos-ngosan.


" Ayo kita ke bandara" Pinta Lia setelah Ia mengatur nafasnya.


" Ngapai Mbak??" Tanya Viona heran.


" Ayo" Lia langsung memegang tangan Viona dan menariknya keluar. Viona mau tidak mau hanya menurut saja.

__ADS_1


***


" Mbak ini beneran kita ke bandara?" Tanya Viona yang sedang menyetir.


" Iya Vi, Lily lagi disana" Jawab Lia.


" Hah? Mbak Lily disana??" Tanya Viona memastikan.


" Iya Vi, mbak juga gak tau kenapa dia tiba-tiba datang, gak bilang pula. Kan jadi repot" Jawab Lia kesal.


" Mungkin mbak Lily mau ngasih surprise kali mbak. Tapi dia gak tau jalannya" Sahut Viona diiringi gelak tawa mereka berdua.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka sampai di Bandara internasional.


Lia langsung menelepon Lily dan menanyakan tempat keberadaan Lily. Namun sialnya Lily tidak tahu dia ada dimana.


" Lily, Lo dimana? Kitauda di badara nih" Tanya Lia setelah panggilan terhubung.


" Gue gak tau Li, tadi gue beli minuman terus gue duduk di kursi terus gue gak tau dimana" Jawab Lily diseberang sana. Terlihat dari suaranya dia begitu panik.


" Oke oke Lo tenang ya. Lo coba aktifin lokasi Lo, nanti gue lacak oke. Tapi Lo jangan kemana-mana lagi" Pinta Lia kemudian mematikan telepon nya.


" Gimana mbak?" Tanya Viona setelah Lia mematikan telepon nya.


" Lily nyasar, ini aku lagi coba lacak" Jawab Lia fokus ke arah hp nya. Dia sedang melacak keberadaan Lily sekarang.


Viona mengangguk, dia langsung melajukan mobilnya menuju taman yang tak jauh dari sana.


Setelah mereka sampai disana, Lia langsung turun dan mengedarkan pandangannya. Matanya menangkap sosok yang sedang bermain hp disana. Tidak tampak panik sedikit pun.


Ya..itulah Lily, gampang mengendalikan sikapnya. Mungkin orang melihatnya sedang duduk sambil bermain hp, tapi padahal dia sedang panik dan mencoba mecari kesibukan di hp nya.


" Lily" panggil Lia setelah berada di depan Lily.


Lily mendongak, menatap Lia yang sudag datang. Sungguh, perasaan nya sangat lega, namun dengan cepat dia langsung merubah sikapnya menjadi tennag kembali.


" Eh Uda datang, ayo" Ajak Lily tapa dosa seolah tidak terjadi apa-apa.


Lia yang tahu jika sahabatnya itu sedang berpura-pura di depan umum, langsung mengangguk dan berjalan menuju mobil nya yang ada Viona di dalam.


****


Setelah sampai di apartemen Lia, mereka langsung turun. Tadi, didalam mobil tidak ada percakapan diantara mereka.


" Mbak aku balik ke Restoran aja ya" Ucap Viona yang merasa tak enak jika harus meninggalkan pekerjaannya.

__ADS_1


Lia menggeleng, " Gausah Vi, gak papa" Jawab Lia yang membuat Viona mengangguk.


" Emm surprise" Teriak Lily tiba-tiba di keheningan itu.


" Astaga" Ucap Lia dan Viona bersamaan, mereka tentu terkejut melihat Lily yang tiba-tiba teriak tak jelas.


" Lo kenapa? Kebentur tembok tadi pas nyasar" Cibir Lia yang sudah merasa snagat kesal dengan tingkah Lily.


" Gue minta maaf Uda ngerepotin kalian berdua. Tadinya gue mau ngasih surprise dengan darang tiba-tiba ke apartemen Lo. Eh taunya gue gak tau jalan dan lebih parahnya lagi gue nyasar di taman" Cerocos Lily merutuki kebodohan nya.


Seketika Lia dan Viona tertawa kencang mendengar ucapan Lily. Ternyata benar apa yang dikatakan Viona.


" Hahahahahaha hahhahahah" Lia masih dengan tawanya, bahkan dia sampai mengeluarkan setitik air dari matanya.


" Hahahahahaha hahhahahah" Viona merasa geli sendiri mengingat ternyata apa yang dia katakan benar.


" Kalian berdua kok malah ngetawain gue sih" sungut Lily kesal.


" Oke oke" Lia menghentikan tawanya dan memakan cemilan yang ada di toples samping sofa.


" Eh tapi Lo ngapai coba kesini?" Tanya Lia penasaran.


" Gue gak ada temen disana" Jawab Lily cemberut.


" Maksudnya?" tanya Lia dan Viona bersamaan. Mereka tentu tahu bahwa Lily memang dari dulu terbiasa hidup mandiri di apartemen. Dan lagi, Lia tahu kalau Lily sedang sangat dekat dengan Dave.


" Dave?" Tanya Lia semakin penasaran.


" Nah itu juga alasan gue kesini" Jawab Lily antusias. " Dave nembak gue. Aaaah gue seneng banget Lia, Viona" sambung Lily histeris.


" Selamat ya sahabat gue. Akhirnya Lo gak jomblo lagi" Sahut Lia langsung memeluk Lily.


" Terus, kenapa mbak kesini kalo baru ditembak sama kak Dave? Tanya Viona yang dibalas anggukan kepala Lia.


" Nah itu dia, setelah Dave nembak gue dia malah bilang mau pergi ke luar negeri. Dia gak bilang kemana tapi katanya cuma sebulan. Gue sedih banget tau" Jawab Lily mendramatisir.


" Alah lebay Lo" cibir Lia memukul lengan Lily.


" Oh ya, tapi Lo mau tidur dimana? Kamarnya cuma dua disini" Terang Lia.


" Mbak Lily tidur dikamar aku aja. Nanti aku bisa tidur di sofa kok" Sahut Viona yang dibalas gelengan kepala dari Lia dan Lily.


" Apaan sih Vi, ENGGAK" jawab Lia tegas.


" Gausah Viona, kamu tidur di tempat tidur aja" Balas Lily.

__ADS_1


" Lily, Lo tidur di kamar gue aja. Gue punya kasur dua dikamar. Yang satunya bisa Lo pake" Jelas Lia pada Lily.


__ADS_2