Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Curhat


__ADS_3

Senja mulai menyapa. Lia terbangun saat jam menunjukan pukul 17.00, dia langsung beranjak dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah itu, dia mengambil koper yang ada di sudut kamar dan mengambil satu stek baju santai.


Kemudian dia memakainya dan duduk di meja rias yang ada di kamar itu. Dia mengeringkan rambutnya dan menyisirnya. Setelah itu Lia mengikat tinggi rambutnya dengan jepitan di poni samping nya.


Selesai dengan semuanya, Lia keluar dari kamar dan duduk di sofa. Pikirannya masih menerawang tentang apa yang terjadi. Ini diluar dugaan. Entahlah, Lia merasa hidupnya hampa sekarang.


Sampai suara Lily membuyarkan lamunannya. " Eh, Uda bangun Li ?" tanya Lily yang juga baru keluar kamar. Sepertinya Lily juga baru selesai mandi


Lia hanya mengangguk. Dia sangat malas bicara saat ini.


" Li, gue sahabat Lo. Lo bisa cerita apapun ke gue kalo Lo ada masalah" Ucap Lily memberi pengertian pada Lia agar dia bercerita


" Makasih ya Lily " Ucap Lia tersenyum tulus

__ADS_1


" Sekarang Lo bisa cerita kalo Lo mau" ucap Lily lembut


" Gue lagi patah hati" lirih Lia pelan.


" What?" pekik Lily terkejut. " Lo punya pacar? ya ampun pantes aja selama ini Lo tuh selalu dingin sama semua cowok" cerocos Lily heboh.


" Enggak. Gue gak punya pacar. Tapi gue suka sama dia" Ucap Lia. " Dia sahabat gue dari SMA. Dia orang nya baik banget. Perhatian juga. Dan sikap nya itu ngebuat gue suka sama dia. Gue gak tau kapan tapi yang jelas itu Uda lama." lanjut Lia


" Gue ngasih dia surat, saat gue mau pergi kuliah disini. Gue gak berani ngomong langsung ke dia. Dan sejak saat itu gue gak pernah ketemu lagi. Dan kemaren waktu gue pulang. Gue jumpai dia di rumahnya. Tapi saat gue sampai, gue ngeliat banyak papan bunga. Gue baca papan bunga itu. Dan ternyata dia tunangan sama cewe lain" Air mata Lia jatuh saat mengingat bagaimana dia selama ini dengan Raffa.


" Ya ampun. jadi ini alasan Lo balik lagi kesini?" tanya Lily


" Iya, gue ngerasa bisa tenang disini. Gue mau memulai lembaran baru. Dan gue rasa, disini adalah tempat yang tepat. Karna gue gak bakal ketemu sama dia kan" jawab Lia memaksakan senyumnya

__ADS_1


" Udah Lo gak boleh sedih lagi." Ucap Lily memberikan semangat


" Makasih ya " balas Lia memeluk Lily erat


" Tapi Li, Lo gak rindu apa kalo harus ninggalin keluarga Lo lagi?" Tanya Lily hati hati. Dia takut menyinggung perasaan Lia


" Sejujurnya gue rindu Lily. sangat rindu. Tapi, ya mau gimana lagi? gue ngerasa keutusan ini Uda benar. Jadi gue akan terima semua konsekuensinya" Jawab Lia yakin


" Yaudah kalo Lo emang Uda yakin. Gue cum gak mau Lo nyesel nantinya. Yaudah kalo gitu gimana kalo kita makan dulu" Ajak Lily semangat


" Oke" Balas Lia tersenyum


" Lily, makasih ya. Lo Uda mau ada disaat gue susah dan senang. Lo emang sahabat gue yang terbaik setelah Raffa ly. Eh, gue kok mikirin Raffa sih. Enggak, gue gak boleh mikirin dia lagi. Ingat dia Uda punya tunangan. Dan sebentar lagi mereka pasti bakal nikah. Oke, gue bakal memulai hidup tanpa bayang bayang Raffa. Semangat Lia" lirih Lia dalam hati

__ADS_1


__ADS_2