
" Uda siap semua?" Tanya Lia sembari mengecek kembali barang-barangnya.
" Uda mbak, semuanya tadi Uda aku cek lagi" Jawab Viona yakin.
" Dave Uda datang tuh" Ucap Lily mengintip dari kaca jendela.
" Oke Uda semua" Seru Lia senang. Gadis itu segera berdiri dan memeriksa kembali rambutnya.
" Jadi kita disana 3 hari?" Tanya Lily lagi, ini sudah yang ketiga kalinya gadis itu melontarkan pertanyaan yang sama.
" Iya Lily" Jawab Lia penuh penekanan.
" Eh itu apa?" Tanya Lily menunjuk kotak yang dibawa Viona dari dapur.
Viona meletakan kotak itu dimeja, gadis itu duduk di sofa dan mengatur nafasnya.
" Ini cemilan mbak, semalam aku buat banyak maksudnya untuk cemilan kita pas weekend. Eh rupanya kita liburan. Yaudah deh aku bawa aja" Jelas Viona setelah Ia mengatur nafasnya.
" Oh gitu" Jawab Lily tersenyum. " Eh ayo cepat, Dave Uda nelpon nih" Ajak Lily buru-buru sambil mengangkat telepon Dave.
Lia mengangguk, Ia segera menenteng tas ransel nya dan membawanya keluar. Sementara Viona membawa kotak berisi cemilan itu. Dan Lily, Ia sibuk mematikan lampu dan menutup pintu.
" Kok Lo gak naik aja sih Dave. Kita capek tau bawa ini" Omel Lia kesal.
" Hehe gue tadi lagi telponan sama asisten gue. Biasa lah, buat nge-handle pekerjaan gue" Jawab Dave santai.
" Yaudah nih masukin" Ucap Lia memberikan tas ransel yang tadi Ia bawa.
" Cuma satu?" Tanya Dave heran.
" Iya Baby, jadi disitu ada pakaian aku, Lia sama Viona. Biar hemat ruang aja" Jawab Lily manja.
" Cih! muntah gue dengernya" Ucap Lia bercanda yang dibalas tawa oleh 3 orang itu.
Tin..Tin..Tin..
" Eh siapa tuh?" Tanya Viona terkejut.
__ADS_1
Seketika ketiga orang yang sedang mengobrol itu menoleh. Lia terkejut, Ia mengenal mobil itu. Dengan cepat gadis itu berlari kesana.
" Eh Li Lo mau kemana?" Tanya Lily bingung. Gadis itu juga mengikuti Lia takut terjadi apa-apa dengannya.
Dave yang melihat itu mengikuti kekasihnya. Viona yang ditinggal, terpaksa mengikuti ketiga orang itu.
Lia langsung mengetuk kaca mobil Farrel dengan keras. Gadis itu sungguh kesal dengan pria satu ini.
Kaca mobil dibuka, namun yang tampak bukanlah Farrel. Melainkan sosok pria yang sepertinya seumuran Viona. Lia terkejut, jelas gadis itu tahu ini mobil Farrel. Namun kenapa malah orang ini yang ada didalamnya.
Lily, Dave, dan Viona sudah berada dibelakang Lia. Mereka mengamati Lia yang tampak bingung melihat orang yang ada didalamnya.
Viona tak melihat jelas orang itu, Ia mendekat untuk memastikan dugaannya. Mulutnya menganga lebar melihat sosok yang ada di dalam sana. Gadis itu tak percaya. Ini seperti mimpi.
Dengan cepat Viona mendekat kesana dan berdiri tepat disamping Lia. Lia yang masih terkejut hanya bisa menggeser ketika Viona sedikit mendorongnya.
Lia yang masih bingung hanya diam didepan pintu mobil belakang. Gadis itu hanya mengamati Viona yang sedang tatap-menatap pada pria yang ada di dalam mobil itu.
Gadis itu kembali dikejutkan dengan kaca mobil didepannya yang tiba-tiba terbuka. Dari sana tampaklah sosok tampan yang memanggilnya.
" Eh" seketika Lia menoleh, gadis itu tersenyum manis. " Kamu kenapa ga dari tadi sih " Ucap Lia tersenyum kesal.
Raffa tersenyum manis, pria itu menikmati wajah Lia yang kelihatan kesal.
" Itu siapa?" Tanya Lia yang sebenarnya ingin mengalihkan pembicaraan karna gugup ditatap dengan intens oleh pria ini.
" Asisten pribadi aku. Sengaja aku bawa supaya gampang nanti" Jawab Raffa santai tanpa mengalihkan pandangannya pada gadis cantik didepannya.
****
" Jadi dia pacar kamu Vi?" Tanya Lily antusias. Dia tak menyangka, gadis polos seperti Viona mempunyai pacar.
Viona mengangguk malu, gadis itu menyembunyikan rona merah yang hadir di pipinya.
" Dan ternyata dia asistennya Farrel ya. Kamu Uda tau?" Tanya Lily penasaran. Bahkan Lily sampai memilih duduk di belakang bersama Viona dibandingkan di depan bersama Dave.
Viona menggeleng dengan cepat. " Rizky bilang dia jadi kerja di Perusahaan. Tapi dia gak pernah bilang soal Tuan Farrel " Jawab Viona jujur.
__ADS_1
" Oh gitu" ucap Lily manggut-manggut. " Terus kenapa tadi kamu ga satu mobil aja sama pacar kamu itu?" Tanya Lily yang sangat penasaran. Karna tadi, Viona menolak untuk satu mobil dengan Pacarnya, Lia, dan Farrel.
Viona mendongak, gadis itu mengingat kembali tatapan tajam Tuan Farrel saat Ia ingin menjawab tadi.
" Mbak gak liat apa, tadi Tuan Farrel natal aku tajam banget. Berasa nusuk jantung tau" Jawab Viona takut sekaligus kesal.
Seketika tawa Lily pecah, tadi Ia melihat itu. Namun, Lily pikir Viona tak melihatnya.
" Hahahaha" Lily tertawa mengingat kembali tatapan tajam dari orang yang bernama Farrel itu.
" By, kamu pindah depan Napa" Pinta Dave memelas.
Lily menghentikan tawanya, gadis itu melirik kekasihnya yang sedang menyetir. " Oke" Jawab Lily santai.
" Bentar ya aku berhentikan dulu mobilnya" Ucap Dave melirik kaca yang memantulkan sosok Lily.
Dengan cepat Lily menggeleng, " Gausah By aku bisa tanpa harus berhenti" Jawab Lily enteng.
Gadis itu kemudian melepas sepatunya dan dengan santainya Ia melangkah lebar ke depan. Lily langsung duduk ketika Ia sudah sampai. Dengan santai gadis itu meminta sepatunya pada Viona.
" Vi, minta sepatu mbak dong" Pintw Lily tersenyum.
Dengan malas Viona memberikan sepatu itu. Gadis itu menyenderkan kepalanya ke sandaran kursi. Ia tak bisa bersama pacarnya karna Tuan Farrel yang terhormat itu.
****
Lia yang bosan karena perjalanan ini diisi dengan keheningan. Gadis itu dengan perlahan menyenderkan kepalanya pada sandaran kursi. Dengan perlahan Lia menutup matanya.
Raffa yang melihat itu tersenyum tipis. Pria itu mengelus lembut rambut Fia. Dengan lembut, Raffa menyenderkan kepala Fia ke bahunya.
***
...Jangan lupa like and komen🥰...
...Komen dulu sebelum lanjut😁...
...Author tunggu ya😉...
__ADS_1