Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
BAB 4 SATU JUTA


__ADS_3

Akhirnya pilihan mereka jatuh pada restoran Seafood yang berada tak jauh dari warung tadi. Tepat di sebrang jalan raya ketika keluar dari kompleks rumah Lia. Mobil Raffa dan juga sebuah mobil sport hitam terparkir disana. Keadaan sedang ramai saat mereka bertiga masuk kedalam.


" Nona, saya akan pesankan ruangan VVIP " Ucap Al yang menghentikan langkah Lia dan Raffa yang sedang memilih meja untuk duduk.


Lia langsung mengangguk, ia menatap Raffa ingin meminta persetujuan pria itu.


" Biar saya aja yang pesan. Li, gue pesan ruangan VVIP dulu ya. Semoga masih kosong " Lia mengangguk, ia melirik pria datar yang berada beberapa jengkal di belakangnya.


Tak lama, Raffa kembali dengan seorang pelayan di belakangnya.


" Mari, saya antar ke ruangan VVIP " Pelayan wanita yang masih muda itu berjalan mendahului mereka menuju ruangan di lantai atas. Di sana, ada beberapa ruangan yang tertutup dengan tulisan VVIP diatasnya.


" Yang kosong hanya tersisa satu. Ini ruangannya Mbak, Mas " Pintu terbuka, menampilkan sebuah ruangan dengan lesehan di bagian tengah. Di pojok kanan, ada sebuah jendela yang cukup besar yang menampilkan pemandangan para pengendara motor yang berlalu lalang.


Ketiga orang itu duduk di tempatnya masing-masing dengan tiga buku menu di tangan mereka.


" Lo mau pesen apa Li? " Tanya Raffa seraya membolak-balik buku menu ditangannya.


" Emm, saya pesan kerang cabe hijau sama Udang asam manis ya mbak. Minumnya Es teh aja " Lia menutup buku menunya dan beralih menatap Raffa yang masih memilih menu.


" Baik, ada lagi? "


" Saya Lobster bakar aja ya mbak. Minumnya Es teh juga "


" Anda pesan apa tuan? " Bisik Lia pada Al yang duduk di seberangnya.


" Saya tidak makan Nona, saya hanya menemani anda saja" jawab Al dengan nada datarnya yang mulai terbiasa di telinga Lia.


" Tapi masa iya Lo ga makan " Lia memandang Al dengan sorot mata setengah jengkel. Sudah dingin, datar, mengesalkan pula.


" Uda dia kasih desert aja. Ada kan mbak? " Raffa melirik sinis pria di seberangnya.


" Ada Mas, mau dessert box rasa apa? "


" Rasa vanila sama cokelat satu mbak "


" Baik, ada lagi? "


" Ga usah mbak itu aja " jawab Lia, ia tersenyum tipis pada pelayan wanita yang mengangguk.

__ADS_1


" Mohon di tunggu ya mbak, mas, saya permisi " Tersenyum tipis dan pergi dengan catatan kecil di tangannya.


***


Setelah makan, pelayan wanita tadi kembali datang dengan membawa sebuah bill di tangannya.


" Ini Bill nya mas "


Al langsung mengambilnya, namun suara Raffa menghentikan langkahnya yang ingin mengambil dompet.


" Ini mbak, terimakasih " Raffa memberikan uang cash dua ratus lima puluh ribu dengan cepat. Tadi ia sudah melihat sekilas total jumlah makanan mereka. Ia tersenyum menyeringai pada pria di depannya.


" Terimakasih Mas, mbak, datang kembali " Mereka bertiga berdiri. Pelayan wanita yang bernama Nadya berjalan mendahului mereka. Tinggallah ketiga orang itu yang berjalan keluar.


" Gue ke toilet bentar ya " ucap Lia ketika mereka ingin turun ke bawah melalui tangga.


" Gue temenin " Raffa langsung menyahut cepat yang mendapatkan pelototan dari Lia dan tatapan tajam dari Al.


" Emang Lo tau dimana toiletnya? " Tanya Raffa seraya menaikkan satu alisnya. Ia tersenyum sinis pada Al yang masih menatapnya dengan begitu tajam. Rasanya dalam satu jam, Raffa sudah berulang kali tersenyum dan melirik pria datar itu sinis.


" Gue bisa cari tau. Uda kalian berdua tunggu disini, oke. Gue bentar doang. Bentar doang " Lia langsung berbalik dan berjalan dengan cepat menuju toilet. Ia benar-benar sudah kebelet saat ini, ia bahkan tak lagi perduli pada kedua pria yang sejak awal memancarkan aura permusuhan. Kalau-kalau mereka bertengkar, palingan hanya lebam biasa.


Sampai di bagian pojok, ia melihat tulisan toilet yang terbagi atas toilet pria dan wanita. Lia langsung masuk ke toilet wanita. Gadis itu masuk ke salah satu tempat yang kosong dan menuntaskan hajatnya dengan cepat. Jangan sampai papanya sudah pulang ketika mereka sampai di rumah.


Bruk!


" Aww, kamu gimana sih " perempuan seumuran Lia langsung menatap tajam pada gadis yang tampak memegang sikunya yang terkena pundaknya. Tadi ia ingin berjalan, tapi gadis itu malah keluar tanpa melihat dan karena ia yang juga tidak melihat, terjadilah adegan tabrak-menabrak.


Lia meringis pelan, ia mendongak menatap perempuan yang sepertinya seumuran dengannya. Ia tersenyum tipis mencoba bersabar agar perempuan di depannya tidak tersulut emosi.


" Mbak, saya minta maaf. Tadi saya buru-buru. Mbak gak apa-apa kan? " Tanya Lia dengan sopan. Tapi bukannya di sambut dengan baik, perempuan itu justru membentaknya dengan keras.


" Mbak?!! Emang gue setua itu apa!! Gue juga buru-buru kali!!! Lain kali kalo jalan itu matanya di pasang!! Lagian gaya amat sih Lo! Palingan semua pakaian di tubuh Lo itu KW kan?!! "


Lia menghela nafas, ia berusaha menekan kesabarannya pada perempuan di depannya yang bertingkah dengan sangat kampungan. Untuk apa coba menyinggung penampilannya.


" Oke, terus Lo mau minta ganti rugi? " Tanya Lia dengan suara rendah, tak lupa senyuman tipis di wajahnya.


Perempuan bernama Angel itu tersenyum merendahkan.

__ADS_1


" PD amat Lo, emang Lo bisa ganti rugi! "


Lia menatap tajam sosok di depannya. Ia benar-benar telah habis kesabaran dengan perempuan ini. Gadis itu mengeluarkan tas nya dan memberikan uang pecahan seratus ribu sebanyak satu juta. Itu yang jajannya selama dua hari, tak apalah, masih ada banyak uangnya di ATM.


" Gue harap urusan kita selesai! " Lia mengambil tangan perempuan itu dan meletakkannya disana. Ia menatap sinis sebelum pergi dengan cepat dari sana. Raffa dan pria datar itu pasti sudah menunggunya.


" Sial! songong banget tuh orang! " Gumam Angel seraya meremas yang di tangannya. Ia membuang uang itu begitu saja dan keluar dari toilet dengan marah. Dengan cepat, gadis itu berjalan ke salah satu ruangan VVIP yang ada disana. Di dalamnya, ada seorang pria tampan yang sedang memainkan ponselnya.


" Sayaaaaang " teriak Angel dengan manja. Ia langsung duduk dan memeluk kekasihnya dengan erat.


" Kenapa baby? " Tanya seorang pria dengan lembut. Angel mendongak, merengut manja dan kembali memeluk


kekasihnya.


" Aku kesel banget! tadi ada orang yang nabrak aku pas di toilet. Terus dia malah nyolot sayang. Kesel banget!! Dan yang belih parahnya lagi!! Dia kasih aku uang ganti rugi satu juta! CUMA SATU JUTA SAYANG! SATU JUTA! Emang aku serendah itu apa, sampe cuma satu juta uang ganti ruginya! "


***


" Makasih ya Raf " Ucap Lia ketika mereka sudah sampai di rumah. Mobil papa belum terparkir, Lia bisa bernafas lega jika papanya belum pulang. Ia segera turun dikuti Raffa.


" Besok gue jemput? "


" Gausah, lagian kan gak searah. Udah Lo balik gih, gue juga mau masuk nih "


" Ngusir nih ceritanya? " Raffa menaikkan alisnya. Lia langsung tertawa, ia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.


" Udah sana Raffa! gue mau masuuuk " rengek Lia dengan senyum manisnya.


Raffa mengangguk, ia masuk ke mobil dan mengendarainya keluar gerbang. Sebelum itu, Raffa membuka jendelanya dan tersenyum tipis pada Lia yang melambaikan tangan padanya.


_


_


_


_


_

__ADS_1


_


BERSAMBUNG


__ADS_2