
Hari ini hari Minggu, Viona mengajak Lia pergi jalan jalan. Selama tinggal di Indonesia, Lia memang memutuskan untuk tinggal di apartemen. Lia juga mengajak Viona satu apartemen dengannya agar Lia tidak kesepian.
" Mbak, jalan jalan yuk?" Ajak Viona semangat.
" Males ah, aku mau rebahan aja" Jawab Lia malas dan kembali mausk ke dalam selimut.
" Mbak bangun" Rengek Viona menggoyang goyangkan badan Lia.
Lia yang diganggu oleh Viona menjadi kesal dan duduk di tempat tidur. " Kamu mau kemana?" Tanya Lia dengan malas.
" Emm keman ya?" Viona terlihat berpikir. Lia yang melihatnya menjadi kesal dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.
" Di mall pusat kota aja, gimana mbak?" Usul Viona dengan sangat antusias. Namun senumnya berganti dengan cemberut saat melihat Lia yang kembali tidur memunggungi nya.
"Mbak" Teriak Lia kesal.
Lia terlonjak kaget mendengarnya. Dia langsung berbalik dan duduk disamping Viona yang terlihat kesal.
" Apa sih Viona??" Tanya Lia dengan sangat kesal. Harinya yang ingin ia habiskan dengan bersantai malah diganggu dengan Viona yang mengajaknya jalan.
" Ayo mbak" Rengek Viona menarik narik tangan Lia.
Lia menghembuskan nafas kasar. " Oke oke jangan ditarik. Mbak bisa sendiri" pinta Lia kesal.
***
Raffa sedang bersiap siap untuk menghadiri meeting penting di restoran yang ada di pusat kota.
Saat ini Raffa sedang berada di dalam mobil dan mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Rainbow Restaurant.
***
"Vi, kita ke Restoran dulu ya. Mbak laper" Ajak Lia saat Ia sudah mulai mengendarai mobilnya.
__ADS_1
" Terserah Mbak, yang penting jadikan ke mall nya" jawab Viona senang.
" Hmm"
***
Setelah sampai di Rainbow Restaurant, mereka langsung masuk dan menuju ruangan Lia.
" Mbak, mau makan apa?" Tanya Viona saat mereka sudah berada di ruangan Lia.
" Menu favorit aja" jawab Lia yang sudah sangat lapar.
" Oke" jawab Viona dan keluar dari ruangan Lia.
***
" Mbak, ini makanannya" Ucap Viona meletakan makanan itu di meja.
" Kamu gak makan?" Tanya Lia saat melihat hanya ada satu porsi disana.
" Oh ya mbak, kata Rani ada tamu VVIP yang datang. Katanya sih pengusaha muda yang sukses" Lapor Viona antusias.
" Terus?" Tanya Lia acuh tak acuh.
" Yee mbak mah cuek banget. Coba diliat dulu. Kasih sambutan sana. Siapa tau aja jodoh" Jawab Viona semangat.
" Apaansih kamu" Lia menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan Viona.
" Saya serius Nona Fia" Ucap Viona berlagak menjadi karyawan Lia. Lia memang mempunyai nama samaran. Fia dia membuat nama samaran itu agar identitas nya tidak diketahui.
" Viona, kalo kamu bilang lagi aku pecat ya" Ancam Lia pura pura kesal.
" Hehe iya mbak, gak akan aku bilang lagi kok" Jawab Viona cengengesan.
__ADS_1
" Eh, tapi mbak beneran gak mau nyambut mereka" Tanya Viona serius.
Lia terlihat berfikir. " Emang harus ya?" Tanya balik Lia.
" Ya enggak sih mbak. Tapi kan ini sebagai bentuk penghormatan mbak sama mereka yang Uda mau datang" Jelas Viona.
" Emm gitu ya, yaudah deh"
***
" Sementara itu, Raffa sedang meeting bersama klien nya. Dan saat meeting mereka sudah selesai. Tapi salah satu klien nya memberi usul untuk makan dulu. Karna memang sedari tadi mereka hanya fokus pada meeting.
" Ayo kita makan dulu" Ajak salah satu klien Raffa.
" Saya permisi ke toilet sebentar" Pamit Raffa kemudian berlalu menuju toilet.
Tak lama setelah kepergian Raffa, Lia datang masuk.
" Selamat Pagi semuanya, Saya pemilik dari Restauran ini. Saya ingin mengucapkan terimakasih karna para Tuan mau memakai restoran kami untuk meeting. Oh ya, Nama saya Fia" Ucap Lia dengan sangat anggun namun juga ramah.
" Wah, hebat sekali kamu. Di usia yang terbilang muda kamu sudah bisa membangun sebuah Restoran yang sangat bagus dan berkelas seperti ini" Puji salah satu klien Raffa.
" Wah terimakasih Tuan" Jawab Lia ramah.
Raffa yang baru kembali dari toilet samar samar mendengar suara Lia. Dia langsung bergegas masuk ke dalam dan menemukan sosok Wanita dewasa yang snagat cantik dan anggun.
Raffa tertegun melihatnya. Sampai suara klien nya membuyarkan lamunan Raffa.
" Tuan Farrel, ini Fia pemilik Restoran ini. Dia sama seperti anda, masih muda namun sudah sangat sukses" Ucap salah satu klien Raffa. Raffa juga mempunyai nama samaran. Entah apa alasannya, namun dia membuat nama Farrel menjadi nama yang dikenal orang orang.
Raffa langsung tersadar dan kembali duduk di tempatnya, memandangi wajah cantik yang sepertinya familiar dengannya.
Sama seperti Raffa, Lia juga sangat terkejut melihat wajah itu. Wajah yang sepertinya familiar dengan nya. Namun dia tak ingat itu siapa.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu saya pamit ya. Selamat menikmati makannya" Pamit Lia kemudian segera berlalu dari ruangan itu.