Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Teman


__ADS_3

" Tamannya indah ya Tuan, eh maksudnya Farrel" Ucap Lia saat mereka baru saja sampai.


" Ayo duduk" Ajak Raffa menunjuk sebuah kursi yang ada di tengah tengah taman.


Lia mengangguk. Mengikuti Raffa yang membawanya ke tempat duduk.


" Taman ini tempat aku mencurahkan hatiku" Ucap Raffa memulai pembicaraan yang semula hening.


" Oh ya? Memang nya kamu kenapa?" Tanya Lia gugup. Dia masih belum terbiasa untuk dekat dengan Farrel. Dan lagi, Farrel merupakan teman lelakinya setelah Raffa dan Dave.


Farrel menoleh, menatap wajah cantik wanita yang Ia ketahui bernama Fia. Wanita yang mengingatkan nya dengan orang yang selama ini Ia tunggu.


" Emm maaf, gak papa kok kalo kamu gak mau cerita" Ucap Lia saat melihat Raffa yang hanya diam menatap hamparan bunga di depan nya.


Farrel diam, dia memang tidak ingin menceritakan masalah pribadinya dengan siapapun. Meskipun rasanya Farrel merasa nyaman dengan Wanita ini, namun dia juga tetap tidak bisa.


" Emm kita main yuk" Ajak Lia yang melihat raut wajah Raffa berubah menjadi sedih.


Raffa menoleh, menatap Lia yang sudah memegang tangannya mengajaknya berdiri. Tersenyum hangat padanya.


Seketika senyum di bibir Raffa merekah. "Main apa?" Tanya Raffa masih dengan senyumnya. Padahal hatinya sedang sakit, namun entah kenapa dia merasa sakit itu hilang ketika melihat senyum Lia.


" Emm kejar aku" Teriak Lia kencang kemudian berlari kencang menjauh dari Raffa.


Raffa yang awalnya bingung pun akhirnya mengerti dan mulai mengejar Lia. Lia yang melihat Raffa mulai mengejarnya semakin mempercepat langkahnya.


" Ah Farrel lemah" Teriak Lia sambil tertawa puas. Bisa membuat seorang CEO yang disegani orang kualahan.


" Awas kamu ya" Balas Farrel mulai berlari lagi dan mengejar Lia.


Sampai pada saat Lia yang kualahan dan berhenti sebentar, Raffa menangkapnya dari belakang. Namun karna Lia yang sedang tidak seimbang, menyebabkan mereka berdua jatuh di hamparan bunga dengan posisi Raffa menindih Lia.


Sejenak pandangan mata mereka bertemu. Ada rasa hangat yang dirasakan oleh keduanya. Sampai Lia tersadar, dia pun berteriak.

__ADS_1


" Aaaaaaah lepas" Teriak nya sembari memukul dada bidang Raffa.


Raffa yang mendengar teriakan Lia, langsung tersadar dan bangkit dari posisinya.


" Maaf" Ucap Raffa melihat Lia cemberut karna Ia tindih.


Lia memalingkan wajahnya. Jujur Ia sangat senang, entah karna apa tapi dia merasakan sebuah rindu yang terbalaskan. Sebuah harapan yang terkabulkan. Sebuah impian yang menjadi nyata. Entahlah, Lia juga tidak tahu itu apa.


" Kamu marah ya?" Tanya Raffa mencolek pipi Lia dari samping, bermaksud menggoda.


" Apaan sih" Ucap Lia tanpa memalingkan wajahnya. Pipinya sudah sangat merah saat ini.


" Iya marah ya" Ucap Raffa mencolek lagi pipi Lia. Dia semakin semangat karna melihat wanita itu kesal.


" Farrel, Uda dong" Lia cemberut. Raffa terus-menerus mencolek pipinya.


" Farrel" Pekik Lia kemudian mencubit tangan Raffa.


Sebenarnya itu tidak sakit, namun Raffa ingin dekat dengan Lia. Raffa berlari dan berpura-pura kesakitan. Lia yang melihatnya pun mengejarnya dan mulai mencubitnya.


" Kita makan yuk" Ajak Raffa menggandeng tangan Lia menuju mobil nya.


" Dimana?" Tanya Lia mengikuti langkah Raffa.


" Di Restoran kamu lah" Jawab Raffa membukakan pintu untuk Lia. Kemudian dia memutar langkahnya dan masuk ke sisi pintu satunya.


****


" Ayo" Ajak Lia turun duluan dan berjalan menuju ruangannya.


Orang orang yang melihat Raffa menundukan kepalanya. Mereka sangat menghormati pemilik perusahaan yang bergerak di bidang Elektronik itu.


Tapi Raffa hanya bersikap cuek, seolah tidak ada yang mengenalnya. Dia langsung berjalan mengikuti Lia menuju lantai 4, tempat dimana ruangan Lia berada.

__ADS_1


" Rel, mau makan apa?" Tanya Lia setelah mereka sudah berada di ruangannya.


" Emm Ayam bakar pedes" Jawab Farrel sembari mengambil hp yang ada di kantong celananya.


Deg.


Lia terdiam, mencoba bersikap biasa setelah dia mendengar nama makanan kesukaan Raffa.


Lia langsung berjalan keluar, memanggil Viona yang ada di ruangannya dan memintanya mengambilkan menu Farrel dan dirinya.


Setelah viona pergi, Lia langsung terduduk di bangku yang tersedia disana. Dia kembali memikirkan Raffa.


Kenapa bisa sama?


***


" Ini Rel, maaf ya kalo lama" Ucap Lia sembari meletakan nampan yang berisi dua porsi makanan dengan lauk yang sama.


Raffa menoleh, dia kembali menyimpan hp nya ke dalam kantong celananya. " Enggak kok" Jawab Farrel memulai makannya.


Lia juga memulai makannya dalam diam. Dia masih memikirkan Raffa. Pria yang sangat Ia rindukan. Namun entah kenapa saat berada dengan Farrel dia tidak merindukan Raffa.


Farrel yang melihat Lia seperti memikirkan sesuatu, mencoba mengajaknya bicara.


" Hebat ya, di usia kamu yang maish muda Uda bisa punya Restoran besar di pusat kota" Ucap Raffa mencoba mengajak Lia berbicara.


Lia menatap Raffa, hatinya kembali tenang. Lia mengangguk. " Makasih Lo pujiannya, tapi kamu lebih hebat Lo" Balas Lia.


" Ah kamu bisa aja" jawab Raffa tersenyum yang dibalas senyuman oleh Lia.


" Oh ya, kalo boleh tau tujuan utama kamu kesini apa?" Tanya Lia hati-hati. Karna bagaimanapun, yang sedang Ia hadapi ini CEO yang sangat berkuasa.


Raffa mendongak, menatap Lia yang bertanya alasan dia kenapa datang. Sebenarnya, Raffa sendiri juga belum tahu kenapa dia datang dan ala tujuan utamanya. Yang jelas, semenjak pertemuan pertama itu Raffa merasa wanita ini menarik.

__ADS_1


" Emm cuma mau nyari temen aja" Jawab Raffa asal.


" Temen??" Tanya Lia tak percaya. Masa iya sih, CEO besar seperti Raffa tidak mempunyai teman? Dan lagi dia mencari teman seperti ini? Sungguh sosok Farrel diluar ekspektasi Lia.


__ADS_2