
" Jadi Lo mau netap disini berapa lama Li ?" Tanya Lia sambil memakan makanannya. Mereka sedang ada di meja makan, memulai sarapan.
" Emm gue juga gak tau sih, tapi kayaknya tergantung Dave sih" Jawab Lily memulai makannya.
" Oh gitu" Balas Lia, " Lo kerja di Restoran gue ya?" Sambung Lia.
Wajah Lily terlihat antusias. Tentu dia mau, sangat mau jika ditawarkan bekerja di Restoran Lia.
" Oke " Jawab Lily antusias.
Lia tersenyum, melanjutkan lagi makannya sampai habis, beranjak ke kamar mengambil tas yang sudah Ia siapkan tadi pagi.
" Yaudah yuk berangkat" Ajak Lia pada kedua gadis di depannya yang sudah terlihat siap.
***
" Kita langsung ke Resto Mbak?" Tanya Viona saat sedang mengemudi.
" Emm iya Vi" jawab Lia. Gadis itu menatap Lily yang sedang melihat keluar jendela, " Langsung ke Resto kan Li?" Tanya Lia pada Lily.
" Eh?" Lily menoleh, " Iya kita langsung ke Resto aja" Jawab Lily setelah sadar dari lamunannya.
***
" Oke Li, Lo kan sebelumnya kerja di tempat Dave, dan otomatis Lo gak tau dong tentang Resto?. Jadi untuk sementara kayaknya Lo bantuin Viona aja deh. Ya misalkan ada pertemuan sama klien Lo ikut. Lo kan paling pinter tuh ngomong sama klien. " Jelas Lia panjang lebar setelah mereka bertiga sudah berada di ruangan Lia.
__ADS_1
Lily terlihat mencerna ucapan Lia. Gadis yang sedang jatuh cinta itu memang tidak tahu menahu tentang Resto. Namun, Lily bisa sangat diandalkan dalam membahas kerjasama dengan klien. Dia adalah orang yang sangat pandai dalam meyakinkan kliennya.
" Oke" Jawab Lily yakin setelah dia mempertimbangkan semuanya.
" Oke, kalo gitu ruangan Lo di tempat Viona dulu ya. Nanti aku suruh orang buat meja kerja satu lagi disana" Balas Lia merogoh hp nya dari dalam tas.
Sementara Viona yang sedari tadi diam, mulai melirik jam di pergelangan tangannya. Waktunya menjadi bawahan dan atasan.
" Baik ini sudah masuk jam kerja, kalau begitu kami pamit Nona" Pamit Viona mengajak Lily agar beranjak.
***
" Apa yang bisa saya bantu Nona?" Tanya Lily sopan pada Viona.
Viona mendongak, sedikit heran melihat sahabat atasannya yang sudah Ia anggap sebagi Kakak kandung ke-2 memanggilnya dengan sebutan nona.
"Ya kan sekarang kamu itu atasannya mbak, jadi sudah sepatutnya mbak manggil kamu sopan. Dan lagi Vi, kamu ga perlulah sungkan sama mbak" Jawab Lily sembari berjalan ke meja Viona.
" Mbak, seneng banget ya ditembak sama gebetan??" Goda Viona menarik turunkan alisnya.
" Apaan sih Vi" Jawab Lily tersenyum malu-malu, merona merah sudah tampak di kedua pipi gadis cantik itu.
" Cie..yang lagi LDR-AN sama pacarnya" Goda Viona lagi.
" Vi, apaan sih. Mbak sengsara tau, masa iya sih baru jadian Uda LDR-AN" ketus Lily cemberut, memanyunkan bibirnya yang malah kelihatan lucu.
__ADS_1
Viona tertawa mendengar curhatan dari kakaknya itu, " Ya sabar dong mbak, kali aja abis pulang dari LN kak Dave bakal langsung lamar mbak"
Mata Lily membulat sempurna, " Semoga aja ya" Pinta Lily penuh harap.
" Iya mbak semoga aja" Jawab Viona mengaminkan dalam hati.
***
Lia yang sedang berada di ruangannya dikejutkan dengan kedatangan Raffa yang tiba-tiba.
" Astaga" Ucap Lia spontan saat melihat sosok Raffa yang Ia kira Farrel muncul di balik pintu yang tidak terkunci.
" Kaget ya?" Tanya Raffa usil mendekati meja Lia.
Lia berdecak kesal, Selalu saja pria ini mengganggunya saat jam kerja. " Mau ngapai?" Tanya Lia ketus.
" Gak ngapa-ngapain" Jawab Raffa tak kalah ketus.
Lia menghembuskan nafas kasar, menghadapai orang seperti Raffa harus extra sabar.
" Terus, kalo Lo gak ngapa-ngapain mending pergi aja deh, Lo gak punya kerjaan apa?" Balas Lia sengit. Gadis cantik itu sudah lebih berani sekarang.
" Kalo aku ga mau?" Tantang Raffa tersenyum jahil, Ia berjalan menuju sofa dan duduk di sana dengan kaki yang diangkat ke meja.
Lia yang melihat itu semkain kesal, gadis itu mencoba untuk tidak menghiraukan Raffa dan fokus kembali pada pekerjaan di depannya.
__ADS_1
Namun pria yang sedang santai di sofa itu merasa dibaikan, dirinya merasa tidak dianggap disini. Raffa berjalan dengan pelan memutari meja Lia, ketika sampai di belakang pria itu menarik kursi Lia sampai sang pemilik merasa sangat terkejut dan sontak saja Lia langsung memeluk leher Raffa yang ada disampingnya. Raffa tersenyum puas melihatnya