
Waktu demi waktu berlalu. Kini Lia dan Raffa sudah snagat dekat. Jika orang yang melihat pasti akan menyimpulkan mereka adalah sepasang kekasih. Padahal, mereka hanya sahabat yang saling menjaga dan saling mengerti.
Hubungan Lily dan Dave semkain mesra dan dekat. Bahkan, mereka sedang merencanakan sebuah pernikahan. Yang rencananya akan digelar bulan depan.
Hubungan Viona dan Rizky masih sama. Tidak ada perkembangan. Mereka selalu dekat jika ada waktu.
Lia sedang menetralkan sikapnya agar tidak gugup. Tadi, Ia diajak oleh Farrel pergi jalan-jalan. Karna ini hari Minggu, Lia menyetujui nya.
Dan tadi, Farrel mengatakan ingin mengungkapkan sesuatu yang sangat penting. Hal itu malah membuat Lia menjadi sangat gugup dan salah tingkah. Karna itu, Lia meminta izin untuk pergi ke kamar mandi sebentar.
Dan disinilah Lia, di kamar mandi wanita sedang menatap kaca dengan perasaan yang tidak bisa Ia jelaskan. Entah mengapa, setiap Farrel ingin berbicara serius, Lia selalu merasa gugup. Entah apa yang di harapkan gadis itu, tapi jantungnya selalu tak bisa dikontrol jika sudah seperti itu.
Lia menarik nafas dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan. Ia kembali menatap kaca. Memejamkan mata sebentar, Lia mengangguk yakin.
Ia keluar dari kamar mandi dengan hati yang terus berdebar di setiap langkahnya.
Lia duduk dengan anggun di kursi sebelah Farrel. Gadis itu tersenyum tipis pada Pria yang sedang menelepon itu. Jantung Lia semakin berdebar tak karuan ketika pria itu selesai dengan urusannya. Lia segera mengalihkan pandangannya sebelum Farrel berbalik.
" Eh udah?" Raffa baru sadar ketika Ia berbalik dan melihat sosok cantik itu sedang melihat kearah lain.
Lia menoleh, Ia tersenyum. " Hmm" Jawabnya dengan senyuman tipis di wajahnya.
" Yaudah ayo" Raffa menggandeng tangan Fia dan mengajaknya pergi.
" Loh" Lia menjadi bingung ketika Farrel mengajaknya pergi. Ada rasa kecewa dalam hatinya. Tapi gadis itu berusaha untuk bersikap biasa saja.
" Ayo" Raffa menarik tangan Lia pergi dari sana. Tadi saat Lia ke kamar mandi Ia sudah membayar tagihan mereka. Mereka hanya minum jus setelah jalan-jalan tadi.
Lia mengangguk, Ia mengikuti Farrel yang membawanya ke parkiran.
Raffa tersenyum, Ia membukakan pintu mobil untuk gadis itu. Kemudian pria itu masuk ke sisi satunya.
Menyalakan mesin, Raffa mulai mengendarai mobilnya keluar dari area parkir dan menuju tempat yang mungkin akan membuat jantung Lia berdegup lebih keras lagi.
****
Udara sejuk langsung berhembus ketika memasuki tempat itu. Pohon rindang dengan hiasan hati terpampang nyata dihadapan gadis yang sedang bingung itu. Taburan kelopak bunga mawar merah bercampur putih berhamburan di rumput. Lambang cinta terbentuk dengan kelopak bunga mawar dan putih. Membuat gadis yang melihatnya membelalakkan matanya. Heran sekaligus senang.
Danau indah didepan membuat semua itu menjadi lebih indah. Dan, satu bangku yang sudah diubah menjadi bangku bunga. Bangku yang sangat banyak kelopak mawar. Bangku bersejarah bagi gadis itu. Bangku yang pernah diduduki ketika marah, ketiak senang, ketika bahagia, ketika bersama dengannya.
Lia menganga takjub dengan ini semua. Tak pernah terpikirkan olehnya melihat ini semua. Apalagi perkataan pria tadi terngiang-ngiang di kepala Lia. Membuat gadis itu menjadi melayang ke angkasa.
__ADS_1
" For you " Dua kata yang membuat hati Lia menjadi sangat senang ketika melihatnya.
Lia duduk di bangku itu. Memandangi sekitar yang membuat hati Senang.
Ini semua untuknya? Sulit dipercaya. Untuk apa Farrel memberikannya sebuah kejutan yang sangat romantis. Oh tidak, jantung Lia berpacu menjadi sangat kencang ketika membayangkan kejadian kedepan.
Senyuman manis tak bisa lepas dari bibirnya. Meskipun heran, Lia tetap berterima kasih pada pria yang sedang menatap danau dengan sangat serius. Seolah ada sesuatu yang dicari disana.
Lia berjalan, mendekat. Gadis itu sekarang tepat berada di samping Farrel. Tapi Farrel tak bergeming, Ia seolah tak menyadari keberadaan Fia di sisinya.
" Thanks" Lia mengatakan itu dengan mata yang juga menatap kearah Danau. Hal itu Ia lakukan untuk mengalihkan pandangannya. Karna jujur, jantungnya sangat keras saat ini.
Raffa menoleh, Ia tersenyum tipis melihat gadis itu. Perlahan, Raffa memegang lembut tangan Fia. Membuat gadis itu menoleh.
Mereka berhadapan, dengan tangan yang menggenggam satu sama lain. Dengan mata yang menatap dalam satu sama lain. Dengan jantung yang terdengar sangat keras, membuat suara itu terlihat saling menyahut.
Lia gugup, begitupun dengan Raffa. Tapi Ia berusaha untuk bersikap cool saat ini. Dengan perlahan Ia mulai mengutarakan maksud semua ini.
Semalam, Raffa sudah belajar dengan keras untuk ini. Ada satu artikel yang dia baca dari Internet. Artikel itu berisi bahwa wanita suka pada pria yang cool saat mengutarakan perasaan mereka.
Ada juga yang mengatakan, bahwa pria tak boleh bersikap gugup ataupun terbata-bata dalam megutarakan maksudnya.
Raffa menatap dalam mata Fia, Ia mulai mengutarakan perasaannya. Mengutarakan semua yang Ia alami saat bersama gadis itu. Mengutarakan semuanya. Raffa akan menerima semua konsekuensinya atas apa yang Ia lakukan. Dan Raffa, tak akan menyerah begitu saja jika Dia menolaknya.
Ini serius? Aku ga mimpi? Tunggu! Dia nembak aku?? Serius?? Aaaaaaah seneng banget!!! Tapi tunggu, jangan jangan dia cuma mau nge-prank !
Raffa kembali melanjutkan, Ia akan menerima semua konsekuensinya.
" Dan kau tahu ? Aku sellau merasa rindu jika jauh darimu. Fia, aku serius. Kamu spesial. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati " Raffa mengakhiri nya dengan memeluk tubuh Lia. Ia tak sanggup jika harus mendengar penolakan, namun Ia tak mau memaksa. Maka dari itu, Pria ini memeluk Fia yang mungkin untuk terakhir kali.
Lia yang masih sangat terkejut bertambah terkejut ketika Pria yang baru mengungkapkan perasaan nya memeluknya dengan erat. Lia merasakan kenyamanan saat tangan kekar itu memeluknya dengan erat.
Lia memejamkan matanya berusaha tetap tenang meskipun jantung nya sedang maraton saat ini.
Perlahan, Raffa melepaskan pelukannya. Ia menggenggam tangan Fia lembut, menatap matanya dalam.
Lia menjadi salah tingkah, Ia berusaha mengalihkan pandangannya namun tak berhasil. Pria itu selalu membuat Ia fokus padanya.
" Aku mencintaimu Fia" Raffa menatap dalam mata itu.
Deg.
__ADS_1
Rasanya jantung Lia benar-benar akan melompat sekarang. Seketika gadis itu bertambah gugup. Tatapan mata itu membuatnya tak bisa kemana-mana.
" Aku mencintaimu" Raffa mengulang ucapannya tatkala gadis didepannya hanya diam saja.
" Berikan aku waktu" Pinta Lia melepaskan genggaman tangan Farrel.
" Oke" Raffa mengangguk pasrah. Ia tak mau memaksa Fia. Raffa berjalan, Ia duduk di bangku yang di penuhi kelopak mawar.
Lia sedang dilanda kebingungan yang sangat besar. Batu saja Pria itu menyatakan perasaan nya. Dan sekarang, dia harus menjawabnya.
Lia menarik nafas dalam, Ia menggeleng. Tidak, Ia tak boleh gegabah. Ini masalah perasaan. Dan Lia akan menganggap serius itu.
Lia duduk di rumput, menatap danau indah didepannya. Kembali memikirkan keputusan apa yang harus Ia buat.
Tentang perasaan nya, dia menyukai pria itu. Tidak, dia mencintainya. Lia mencintai Farrel. Dan Lia tahu jelas itu. Namun sekarang masalahnya bukan disitu, Farrel lah masalahnya.
Lia tentu tidak akan pernah lupa kejadian dimana Pria itu juga mengungkapkan perasaan nya. Dan kejadian dimana, pria itu mengakui mencintai dua wanita sekaligus.
Tentu Lia ingat dengan jelas. Dan sekarang, Apakah rasa cinta itu masih ada atau sudah hilang? Lia tak menjalin hubungan dengan pria yang belum bisa hilang dari masa lalunya.
Lia berdiri, Ia harus menanggapi ini dengan dewasa. Gadis itu berjalan ke tempat Farrel duduk.
" Wanita itu?" Lia bertanya tanpa menatap Farrel. Ia mengalihkan pandangannya melihat kearah danau.
Farrel tersentak, Ia menoleh. Pria itu menghela nafas pelan. Ia harus menjelaskan semuanya.
" Aku memang masih cinta sama dia, tapi- " Ucapan Farrel terhenti karna sosok yang ada di belakang mereka memanggil nya.
" Tuan Farrel" Panggil Rizky dari belakang.
Raffa menoleh, Ia tahu ini penting. Jika tidak, tak mungkin asisten nya itu mengganggu kesibukan pribadinya.
Raffa berjalan kearah Rizky. Ia tak mau Fia mendengar obrolan nya.
Rizky terlihat membisikan sesuatu. Dan setelah itu, raut wajah Raffa berubah. Dengan cepat, Ia berjalan kearah Fiadan menggenggam tangan gadis itu.
" Aku pergi. Nanti kita bicara lagi. I love you" Raffa langsung pergi setelah mengatakan itu. Ia berjalan cepat tanpa melihat kearah belakang.
Sementara Lia, gadis itu membeli di tempat. Rasanya sedih sekaligus semmag bercampur satu. Lia terduduk disana, memandangi damau yang muali berwarna jingga akibat pantulan cahaya matahari sore.
****
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan komen♥️✨...
...Love you all♥️♥️✨...