
Tring..Tring..Tring..
" Bentar ya aku angkat dulu" Ucap Lia pada 3 orang didepannya. Gadis itu segera beranjak dari sana dan menuju belakang rumah untuk mengangkat telepon.
" Hallo Vi" Ucap Lia sembari memikirkan pesan apa yang akan Viona sampaikan. Karna Lia tahu, gadis itu tak akan menelepon nya di jam seperti ini kecuali ada hal penting.
" Hallo Mbak, Tuan Farrel datang" Jawab Viona setengah berbisik.
" Bilang mbak lagi diluar dan gak bisa diganggu" Jawab Lia tegas seolah tak mau dibantah.
" Tapi mbak, Tuan Farrel maksa buat ketemu. Katanya ada hal penting yang mau dibicarakan" Balas Viona masih setengah berbisik. Pria yang dibicarakan oleh gadis itu sedang duduk di dekatnya.
Lia berdecak kesal, Ia juga tak mau Viona menjadi ketakutan karna dirinya. " Yaudah suruh aja si Farrel itu tunggu di danau biasa. Mbak kesana sekarang " Jawab Lia dengan sedikit kesal dan langsung mematikan teleponnya.
Lia segera berjalan menuju ruang tengah tempat dimana mereka mengobrol bersama tadi.
" Semuanya, aku pergi sebentar ya. Ada urusan mendadak" Ucap Lia pada ketiga orang yang sedang asyik mengobrol.
" Loh mau kemana Nak?" Tanya Bunda heran, disaat sahabat anaknya datang kenapa malah anaknya yang pergi.
" Iya Lo mau kemana Li?" Tanya Lily yang penasaran sekaligus heran.
" Emm aku ada urusan Resto mendadak Bun" Jawab Lia meyakinkan.
" Urusan apa? Penting? Gue ikut ya" Pinta Lily yang menduga urusan bersama klien.
" Eh gausah, kan Dave baru Dateng. Masa iya sih Lo tinggal. Gue pergi ya" Jawab Lia agak gugup.
" Assalamualaikum" Pamitnya kemudian menyalim tangan Bunda dan langsung pergi keluar.
Lia menaiki motor nya dan langsung mengendarai menuju danau tempat mereka bertemu. Sepanjang perjalanan, Lia memikirkan bagaimana sikapnya pada Farrel nanti.
Lia sampai disana dan langsung memarkirkan motornya di dekat tempat Ia akan bertemu dengan Farrel. Gadis itu berjalan dan hendak duduk di kursi tempat biasa yang ternyata sudah ada pria itu disana.
Lia segera duduk disamping Farrel dengan cuek. Gadis itu mengalihkan pandangannya menatap danau indah didepannya.
Raffa menghela nafas berat melihat itu. Ini semua memang kesalahan nya. Pria itu membalik tubuhnya menghadap Fia.
" Aku minta maaf, ini semua salahku " Ucap Raffa sembari menatap gadis yang bahkan tak menatap dirinya.
Lia hanya diam tanpa menoleh. Kalau hanya permintaan maaf untuk apa dia kesini.
" Aku Uda bilang sama Orang tua ku kalo kita uda putus dan gak ada hubungan apapun lagi. Kamu gak akan terlibat lagi dalam masalah ini " Sambung Raffa masih setia menatap wajah cantik yang hanya terlihat setengah itu.
Lia menoleh dan ingin membalas. Tapi saat Ia menoleh tatapan mata Farrel seolah mengunci mata Lia. Gadis itu diam dengan menatap dalam mata pria didepannya.
__ADS_1
Jantung Raffa berpacu kencang ketika Ia menatap dalam mata itu. Rasanya seperti Dejavu. Jantung Lia juga berpacu sangat kencang membuat si pemilik tubuh gugup seketika.
Denga cepat Lia mengalihkan pandangan nya dari pria ini. Gadis itu terlalu gugup untuk bicara.
" Fia, aku mohon kita bisa temenan kayak dulu lagi. Aku janji gak akan melibatkan kamu dalam masalah aku. Tapi pliss aku mohon kita bisa sahabatan lagi" Pinta Raffa lembut.
Lia menoleh secara perlahan, Ia menatap mata itu. Rasanya Lia tak tega jika harus menolak permintaan itu. Namun gadis itu juga takut hal kemarin terjadi lagi.
Gadis itu menunduk, bingung harus bagaimana. Lia baru mengenal pria ini sebentar. Gadis itu takut jika ternyata pria bernama Farrel ini hanya memanfaatkannya.
Tapi, Lia merasa nyaman dan aman bersama Farrel. Entahlah, Lia bingung sendiri dengan perasaannya.
Raffa yang melihat Fia hanya diam dengan menunduk, menghela nafas pelan. Pria itu menggenggam tangan gadis itu lembut.
Secara reflek Lia mendongak ketika tangannya digenggam lembut oleh pria ini.
" Kamu percaya sama aku kan" Ucap Raffa tersenyum tulus.
Melihat senyuman itu membuat Lia merasa gugup. Secara spontan gadis itu mengangguk.
Senyuman di bibir Raffa semkain lebar ketika mendapat anggukan kepala dari Fia. Pria itu segera memeluk gadis itu dengan erat.
Lia yang masih terkejut dengan responnya sendiri semakin terkejut ketika Ia dipeluk oleh Farrel. Dengan memejamkan mata Lia mencoba untuk tetap tenang dan tidak gugup.
Perlahan Raffa melepaskan pelukannya ketika Ia menyadari Fia yang gelisah.
Gadis itu segera memalingkan wajahnya malu, baru kali ini Ia dipeluk laki-laki lain selain Ayahnya, Raffa sahabatnya, dan Dave sahabatnya.
" Emm Aku pulang dulu ya" Ucap Lia gugup tanpa melihat Farel. Gadis itu segera pergi dari sana dengan berlari.
Raffa hanya tersenyum tipis melihatnya. Jelas Ia tadi mendengar suara jantung yang begitu keras. Entah itu suara dari jantungnya atau dari jantung gadis itu.
***
Lia segera pulang ke rumahnya. Ia terus memikirkan pelukan tadi. Rona merah muncul di pipinya ketiak Ia mengingat hal itu lagi.
Sampai di rumah, Lia langsung masuk dan mencari keberadaan Lily di ruang tengah. Tidak ada, gadis itu segera berjalan menuju dapur karna Ia yakin bundanya sedang memasak jam segini.
Lia tersenyum tipis melihat bundanya memasak bersama Lily. Gadis itu segera menghampiri mereka dan memeluk lengan bundanya dengan manja.
" Masak apa?" Tanya Lia manja.
" Eh, anak bunda Uda pulang" Ucap Bunda sedikit terkejut dan berbalik untuk melihat anaknya.
Lia hanya mengangguk, Ia kembali melihat masakan bundanya.
__ADS_1
" Bunda sama Lily masak SOP ayam kesukaan kamu" Jawab Bunda sambil mengaduk kembali masakannya.
" Wah makasih loh" Balas Lia senang. Gadis itu kemudian melirik Lily yang sedang menangis memotong bawang.
" Pfftttthh hahahahahahahahhaha" Lia tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya itu menangis karna memotong bawang.
Lily langsung menoleh ketika mendengar tawa sahabatnya itu. Gadis itu cemberut dengan tetap memotong bawang dan terus menangis.
Bunda menggeleng gelengkan kepalanya melihat anaknya menertawakan Lily. Bunda kembali melanjutkan memasaknya yang hampir selesai.
" Lucu banget tau gak" Ucap Lia maish dengan tawanya yang tersisa.
" Apa yang lucu?" Tanya Dave dari arah belakang.
" Nih kekasih Lo nangis Bombay" Jawab Lia sembari menunjuk Lily yang masih memotong bawang.
Dave segera berjalan kesana dan mendapati kekasihnya menangis pilu dengan tangan yang memotong bawang. Dengan cepat Dave langsung memeluk Lily untuk menenangkan nya. Pria itu tak tahu apa penyebab kekasihnya itu menangis.
Lily yang terkejut hanya bisa pasrah dengan pisau yang masih ada di tangannya.
Tawa Lia yang tadinya mulai mereda kembali pecah ketika melihat pasangan aneh itu.
" Hahahahahaha" Lia tertawa terbahak-bahak dengan cookies yang tadi Ia buat ada di tangannya.
Bunda yang sudah mematikan kompor berbalik ketika mendengar anaknya kembali tertawa.
Tawa bunda juga pecah melihat pasangan itu. Pria yang memeluk wanitanya karna menangis memotong bawang, dan wanita yang hanya pasrah dengan memegang pisau.
Dave yang sedang menenagkan Lily merasa heran karna mendengar tawa dari sepasang Ibu dan anak itu. Dengan perlahan Ia melepaskan pelukannya itu dan bertanya pada Lia.
" Kenapa?" Tanya Dave dengan polosnya.
" Hahahahahaha" Lia tak bisa menghentikan tawanya ketika mendengar pertanyaan polos dari Dave.
" Lily itu nangis karna motong bawang, kenapa malah kamu peluk" Jelas Bunda yang merasa kasihan melihat Dave yang kebingungan.
" Ooh" Jawab Dave malu dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
***
...Jangan lupa like and komen🥰...
...Komen dulu sebelum lanjut😁...
...Author tunggu ya😉...
__ADS_1