Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Hanya bisa melihat


__ADS_3

Lia tersenyum tipis melihat foto yang ada di kamarnya. Foto Lia dan Raffa yang sedang tertawa lebar. Foto itu diambil saat mereka berada di taman.


" Gue gak boleh mikirin Raffa lagi. Gue harus fokus ke diri gue sendiri. Raffa uda punya tunangan dan mungkin sebentar lagi bakal menikah. Jadi gue gak boleh ngerusakin semuanya. Semangat lia! Jodoh gak akan kemana" Ucap Lia menatap nanar pada foto itu.


Sampai ketukan pintu membuyarkan lamunannya.Lia langsung berjalan menuju pintu dan membuka pintu itu.


" Bunda, kenapa?" Tanya Lia Saat melihat bundanya.


" Papa Uda pulang. Kamu gak mau ketemu" Jawab bunda.


Lia langsung tersenyum lebar. Dia langsung pergi tanpa menjawab bundanya. Melangkah menuju ruang tengah. Dan ketika sudah sampai disana. Lia langsung memeluknya dengan erat.


" Pa Lia kangen" Ucap Lia manja dibelakang punggung papanya.


" Uuuh anak papa Uda besar tapi kelakuannya masih seperti dulu ya" Canda papa yang juga membalas pelukan Lia.


" Papa" Ucap Lia cemberut. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada sang papa.


" Lia, papa ayo makan dulu" Teriak bunda dari dapur yang langsung membuyarkan momen haru itu.


Lia melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap papanya.


***

__ADS_1


Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga menonton tv. Ya.. sebenarnya tidak menonton tv sih, karna mereka bertiga sibuk mengobrol.


Di tengah tengah obrolan ringan itu, ketukan pintu terdengar.


Tok..Tok..Tok..


Papa mengintip siapa yang datang dari balik gorden. Setelah mengetahui siapa yang datang, papa langsung melihat kearah Lia.


Bunda yang mengerti itu, langsung menuntun Lia pergi ke kamar. Lia sebenarnya bingung, namun dia hanya menurut.


Setelah sampai dikamar, Lia langsung bertanya pada bunda.


" Bun, kenapa? Tanya Lia bingung.


" Raffa" Satu kata yang langsung membuat Lia mengerti dan menunduk.


Lia berusaha tersenyum di depan bundanya. " Iya Bun, Lia gak papa kok" Ucap Lia tersenyum.


" Yaudah bunda kedepan ya. Kamu jangan lupa tutup pintunya" Ucap bunda kemudian keluar dan menuju ruang tamu.


Lia mengangguk dan melihat punggung bunda yang menjauh. Dia menutup pintunya dan bersandar di tempat tidurnya.


Lia mengambil hp nyakemudian mencoba menyibukkan diri dengan benda pipih itu. Mencoba untuk mengalihkan rasa sedih dan rindunya saat ini.

__ADS_1


Namun semua itu sia sia. Lia hanya menscroll layar hp nya tanpa tahu ingin bermain apa.


Lia meletakan hp nya disamping nya. Dia memejamkan matanya mencoba tenang dan tidak sedih.


Lama dia memejamkan matanya sampai suara gelak tawa seorang lelaki yang sangat dirindukan nya terdengar. Lia langsung membuka matanya dan mengintip dari pintu kamarnya.


Dia melihat sosok itu. Sosok yang selama ini sangat dirindukan nya namun juga sosok yang berusaha Ia lupakan.


Lia melihat Raffa sedang tertawa dengan sangat lebar disana. Tidak banyak yang berubah, Raffa yang humoris masih ada disana. Itu isi pikiran Lia.


Lia tidak tahu saja jika Raffa akan bersikap sangat dingin jika dengan orang lain. Hanya dengan orang yang Raffa sayangi Ia akan bersikap hangat.


Lia masih menatap Raffa, dan saat Raffa menolehkan kepalanya ke arah Lia. Cepat cepat Lia memasukan kepalanya ke kamar. Perlahan dia menutup pintu tanpa menimbulkan suara.


Lia kembali naik ke tempat tidur dan bermain hp disana. Lia sedang berbalas chat dengan Lily. Lily menceritakan kedekatannya dengan Dave.


Lia hanya membalas seadanya. Dia sedang dalam mood jelek saat ini.


****


Hari hari dilewati Lia dengan penuh senyuman. Menskipun hatinya terluka, namun Lia sangat senang karna dia mempunyai kedua orang tua yang sangat perhatian.


Setiap harinya, Lia membantu ibunya memasak. Namun Lia tidak keluar rumah, dia hanya berada di dalam rumah. Dan jika Raffa datang, maka Lia akan bersembunyi di kamarnya. Dan itu terjadi selama 2 Minggu ini.

__ADS_1


Hari ini Lia akan kembali ke Inggris. Sebenarnya berat meninggalkan kembali papa dan bundanya. Namun, 2 Minggu disana saja, membuat Lia sakit hati karna melihat Raffa.


Lia sudah berada di dalam pesawat. Tadi orang tuanya mengantarkan sampai bandara. Lia membuka tas kecil yang sellau Ia bawa kemanapun. Kemudian Lia mengeluarkan sebuah gantungan kunci. Senyum tipis hair di bibirnya saat melihat gantungan kunci itu.


__ADS_2