Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Bos misterius


__ADS_3

Keesokan harinya Lia pindah ke apartemen sebelah. Dia hanya membawa koper karna memang hanya itu yang dia bawa saat ke Inggris.


" Lily Lo jangan sedih. Kita itu tetanggaan loh, jadi Lo jangan sedih ya" Ucap Lia yang melihat Lily sedih.


" Hmm" jawab Lily seadanya." Gue bantuin beres beres ya" Tawar Lily pada Lia.


" Oke" jawab Lia semangat.


Merek berdua pun mulai membersihkan apartemen yang memang tidak terlalu kotor. Hanya ada beberapa bagian yang tekena debu.


Setelah selesai, Lia membuat sirup dingin dan cemilan untuk mereka berdua. Dia membawanya ke ruang tengah dimana Lily sedang duduk disana.


" Nih minum dulu" Ucap Lia sembari meletakan nampan yang Ia bawa ke atas meja.


" Makasih" Lily langsung meminum sirup dingin itu sampai habis tak bersisa.


" Ya ampun haus banget ya" Ucap Lia melirik Lily.


" Hehe iya" jawab Lily kemudian memakan cemilan yang ada ditangannya.


" Lo jadi gak kerja hari ini?" Tanya Lily setelah dia memakan habis satu cemilan.


" Enggak lah, soalnya kan gue baru pindah. Dan restoran masih aman kok kalo gue tinggal. Rencana nya sih lusa gue kerja. Besok gue mau belanja beberapa kebutuhan disini" Jelas Lia.


" Oh gitu" jawab Lily manggut-manggut.


" Lo sendiri gak kerja?" Tanya Lia saat baru sadar Lily hari ini tidak bekerja.

__ADS_1


" Gue Uda izin kok semalam. Jadi hari ini gue libur" jawab Lily santai.


" Oh bos lu baik ya" balas Lia mengambil satu cemilan.


" Hmm, gue aja gak tau dia siapa?" Jawab Lily gamblang.


" Hah? maksud Lo?" Tanya Lia mengambil satu cemilan lagi.


" Ya selama ini bos gue gak pernah menampakan dirinya sih sama gue. Kata karyawan disana, Bos gue itu emang misterius gitu sih. Karna mereka juga belum pernah liat" jawab Lily sambil mengunyah cemilannya.


" Terus? Lo gimana kerjanya? Lo kan sekretaris nya. Masa gak pernah sih liat bos lu" Tanya Lia heran.


" Ya gitu deh. Gue cuma dikasih apa yang mau gue lerjain sama asisten nya doang" terang Lily.


" Oh gitu. Repot juga ya" jawab Lia mengambil sirup dan meminumnya.


" Iya sih Lo bersyukur aja. Soalnya kan itu salah satu perusahaan besar disini" Ucap Lia mengambil lagi cemilannya sampai habis tak bersisa.


" Hmm" jawab Lily sambil mengambil cemilan yang ternyata sudah habis.


" Loh kok habis sih" Ucap Lily cemberut dan melirik kearah Lia yang sedang mengunyah cemilan.


" Apa?" Tanya Lia pura pura tak tahu.


" Kok Lo habisin" jawab Lily cemberut.


" Hehe iya, yaudah gue beli dulu deh" Ucap Lia yang langsung berdiri dan berjalan menuju pintu. Namun saat dia mau membuka pintu, pintunya lebih dulu dibuka.

__ADS_1


" Dave?" Tanya Lia terkejut.


" Hay" sapa Dave ramah dan langsung masuk kedalam.


Lia mengurungkan niatnya untuk keluar dan ikut duduk di samping Lily.


" Dave?" lirih Lily baru sadar.


" Lo ngapai?" tanya Lia melirik bungkusan yang dibawa Dave.


" Ini gue bawain Pizza" jawab Dave sambil membuka 3 kotak pizza.


" Wah kebetulan nih" Ucap Lia langsung mengambil satu dan disusul dengan lirikan Lily.


" Apaansih Lily, Lo mau? ambil aja" Bisik Lia pada Lily yabg terus meliriknya.


Lily hanya mendengus kesal dan mengambil satu potong pizza dan mulai memakannya dengan anggun.


Lia yang melihat itu langsung paham dan melirik ke arah Dave yang sedang memperhatikan Lily.


" Lily, makan Lo kok aneh banget sih?" Protes Dave yang langsubg membuat tawa Lia pecah seketika.


Lily yang mendengar Dave mengatai nya pun menjadi cemberut dan meletakan pizza itu dipinggir meja. Dia kembali sibuk dengan hp nya.


Lia yang melihat itu tau kalau Lily sedang kesal. Lia langsung memberhentikan tawanya dan pura pura sibuk dengan hp nya.


Sementara itu Dave terlihat bingung melihat dua gadis yang sibuk dengan hp maisng masing.

__ADS_1


__ADS_2