Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Menanyakan Kabar


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa Dave adalah bos di perusahaan tempat Lily bekerja. Lily menjadi agak canggung jika bertemu Dave di luar bersama Lia.


Lily merasa tidak pantas jika dia bersikap seperti dulu lagi pada Dave sebelum Lily tahu kalau Dave adalah bos di perusahaan nya.


Jadi Lily berusaha untuk tetap bersikap sopan meskipun diluar jam kerja. Karna Lily merasa sangat canggung pada Dave.


Berbeda dari Lily yang canggung, Dave malah bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Dave juga tahu jika Lily bersikap canggung padanya. Dan Dave pura pura tidak tahu tentang itu. Karn jika Dave tahu maka Lily akan semakin canggung nantinya.


Seperti saat ini mereka sedang makan pizza yang dibawa oleh Dave di apartemen Lia.


Jika biasanya Lily akan makan dengan mencuri perhatian Dave, maka berbeda dengan sekarang. Lily akan makan dengan sangat sopan dan menunduk. Tentu saja hal itu sudah diketahui oleh Lia.


Dave yang melihat hal itupun merasa tidak enak pada Lia. Karna dirinya, sekarang Lily tidak nyaman. Dan Dave pun berinisiatif untuk berbicara pada Lily nanti.


Mereka mengobrol banyak hal, tertawa makan menonton semua mereka lakukan dengan hati yang senang. Terkecuali dengan Lily, Lily melakukannya dengan hati yang tidak nyaman.


Lily sudah mencoba untuk bersikap biasa pada Dave. Namun tetap saja dia tak bisa melakukan nya.


Sampai pada jam 18.00 sore, Dave baru pulang. Namun sebelum pulang dia mengajak Lily untuk mengobrol di taman sebentar


" Lily, bisa bicara sebentar" Ucap Dave saat mereka sudah keluar dari apartemen Lia.


" Maaf tapi aku punya kerjaan" jawab Lily berusaha bicara sesopan mungkin.


" Di taman dekat sini bisa?" Bujuk Dave.


" Baiklah" Jawab Lily pasrah. Karna dia sangat merasa tidak enak jika melihat Dave yang memelas.

__ADS_1


***


" Lily aku mau minta maaf" Ucap Dave memulai pembicaraan.


" Buat apa?" Tanya Lily berusaha bersikap senetral mungkin.


" Ya karna kamu tau aku atasan kamu. Kamu jadi canggung sama aku" Jelas Dave.


Lily yang mendengar hal itu terkejut. Dia pikir selama ini Dave tidak tahu jika dia bersikap canggung. " Enggak kok, aku gak pernah bersikap canggung sama kamu" Jawab Lily berbohong.


Dave tersenyum, dia tahu saat ini Lily semakin canggung padanya. " Aku harap kamu bisa bersikap biasa lagi sama aku" Ucap Dave menatap intens ke arah Lily.


Lily yang ditatap begitu dalam oleh Dave ikut tenggelam dalam tatapan itu. Tatapan itu mengunci mereka berdua. Lily dan Dave sama sama terdiam dengan saling menatap.


"Haccim" Tiba tiba saja Lily bersin dan itu membuat suasana yang tadinya hening menjadi diisi dengan gelak tawa dari Dave.


" Hahahahahahahahhaha" Dave masih begitu asyik tertawa. Sementara Lily hnayabisa cemberut melihat Dave menertawainya.


" Hahahahahaha" Tawa Dave semakin keras.


" Dave" teriak Lily kesal dan itu membuat Dave mwnghentikan tawanya.


" Maaf" ucap Dave setelah dia sadar jika raut wajah Lily cemberut.


" Hmm" Lily hanya mengangguk. Selanjutnya mereka berdua terdiam dalam waktu yang lama.


" Jadi aku harap kamu bisa bersikap biasa lagi padaku" Ucap Dave setelah mereka berdua sama sama hening.


" Akan aku usahakan" jawab Lily menunduk. " Aku pulang dulu" Pamait Lily berdiri dan melangkah menuju apartemen nya.

__ADS_1


" Tunggu" Ucapan Dave menghentikan langkah Lily. Lily berbalik dan mendapati Dave yang berjalan kearahnya.


" Aku antar" Ucap Dave tersenyum kemudian mempersilahkan Lily berjalan duluan.


***


Keesokan harinya diapartemen Lia. Saat ini Lia sedang sarapan sendiri di meja makan. Dia sarapan dengan hening sampai suara hp membuyarkan lamunannya.


Lia berjalan menuju kamar tempat dimana asal suara itu berasal. Dia mengambil hp dan melihat siapa yang menelepon.


" Assalamualaikum Bun, ada apa?" Tanya Lia setelah dia menggeser tombol hijau.


" Waalaikumsalam Nak, gak papa. Bunda cuma mau nanya kabar kamu gimana?" Jawab Bunda disana.


" Alhamdulillah Bun, kabar Lia baik disini. Bunda sendiri disana baik kan?" Balas Lia.


" Alhamdulillah kalau begitu nak. Oh ya, Bunda mau menyampaikan kalau selama ini Raffa selalu datang ke rumah. Maaf ya nak Bunda baru beri tahu sekarang" Jelas Ibu mengatakan maksud yang sebenarnya.


Lia diam. Dia masih terkejut. Sampai suara Bunda membuyarkan lamunannya.


" Nak? Kamu gak papa kan?" Tanya Bunda khawatir.


" Gak papa Bun. Raffa kesana ngapai ya Bun?" Tanya Lia berusaha mencari informasi.


" Dia selalu nanyainkabar kamu. Tapi Bunda sama Papa gak pernah ngasih tau kalo kamu Uda pulang pas dia tunangan" Jawab Ibu menjelaskan.


" Raffa ngapai ya nanyain kondisi aku? Lia Lo gak boleh berfikiran kalo Raffa peduli sama Lo. Dia itu Uda punya tunangan" Batin Lia.


" Lia? Kamu gak papa kan nak?" Tanya bunda kembali khawatir saat Lia tidak merespon.

__ADS_1


" Eh iya Bun. Lia kerja dulu ya Bun. Nanti Lia telfon lagi. Assalamualaikum" Ucap Lia langsung mematikan telepon nya tanpa menunggu jawaban bunda disana.


" Apa Raffa belum nikah ya? Tapi kan diauda tunangan pasti sekarang lagi proses persiapannya" lirih Lia sendu.


__ADS_2