Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Lamaran


__ADS_3

Setelah satu Minggu, kini saatnya bagi Riko untuk datang dan melamar Aurel. Riko sudah mempersiapkan dirinya sebelumnya. Karna Riko tahu pasti orang tua Aurel akan sulit menerima dirinya. Mengingat Aurel yang sudah punya tunangan.


Riko memantapkan hatinya untuk menerima semua konsekuensi atas apa yang Ia lakukan.


Setelah selesai mempersiapkan diri dan hatinya, Riko berjalan ke luar rumah dan menaiki mobilnya menuju rumah Aurel.


Setelah sampai, Riko memasuki gerbang yang kebetulan satpam nya sedang tidak ditempat. Riko keluar dan berjalan menuju pintu dan menghela napas untuk meyakinkan dirinya.


Tok..Tok..Tok..


ceklek


" Maaf tuan mau cari siapa?" Tanya seorang wanita paruh baya yang sepertinya pembantu disitu.


" Saya mau bertemu orang tua Aurel" Ucap Riko yang memang belum tahu nama orang tua Aurel.


" Maaf tuan ada keperluan apa ya?" Tanya Bibi.


" Saya kekasih Aurel" Jawab Riko santai.

__ADS_1


Bibi itu terlihat terkejut tapi dia dengan cepat menjawab " Silahkan masuk tuan saya akan panggil Tuan dan Nyonya" Balas Bibi itu sopan.


****


Setelah menunggu sekitar 10 menit, Oraang tua Aurel pun datang dengan raut wajah yang tidak bersahabat. Dan jelas Riko tahu apa penyebabnya.


Orang tuanya Aurel duduk di depan Riko. Suasana mencekam sangat terasa dari Papa nya Aurel. Bagaimana tidak? Tadi bibi mengatakan bahwa kekasih dari Aurel datang padahal Aurel sudah punya tunangan.


Papa Aurel berpikir bahwa lelaki yang sedang duduk di depannya inilah yang menggoda Aurel dan memaksanya menjadi kekasihnya padahal Aurel sudah punya tunangan.


***


Aurel pikir Riko akan menghubungi lebih dulu jika ingin datang. Tapi ternyata dia datang tanpa pemberitahuan.


Aurel segera masuk kesana. Aurel takut jika papa nya akan marah besar nantinya. Karna papanya adalah orang yang sangat antusias di perjodohan dirinya dan Raffa.


" Papa" Panggil Aurel pelan namun masih bisa di dengar oleh orang yang ada disana.


" Duduk" Ucap papanya tanpa melihat Aurel.

__ADS_1


Aurel langsung duduk di samping Riko. Gadis manja itu tidak berani melawan papanya.


" Jelaskan semuanya"Ucap Papa Aurel dengan nadarendah namun penuh penekanan.


Aurel melirik ke arah Raffa. Dia ingin menjelaskan bahwa disini dialah yang salah. Namun Raffa dengan cepat menggeleng dan memberi isyarat untuk diam.


" Saya kekasih Aurel. Pertemuan kami tidak sengaja. Dan saya jatuh cinta di pandangan pertama. Saya sudah tahu kalau Aurel punya tunangan. Aurel sendiri yang memberitahukan. Tapi saya tidak masalah karna Aurel sendiri bilang bahwa dia tidak mencintai tunangan nya dan mencintai saya. Dan hari ini kedatangan saya kemarin ingin melamar anak anda untuk menjadi istri saya" Ucap Riko dengan tegas, singkat, dan jelas.


Papa Aurel masih diam mencerna semua perkataan Riko.


" Aurel benar seperti itu?" Tanya papa Aurel setelah mencerna semuanya.


Aurel mengangguk. Dia tidak menatap mata papanya. Jujur Aurel sangat takut karna ini pertama kalinya papanya bersikap tegas padanya. Selama ini Aurel selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya.


" Kamu sendiri yang bilang jika kamu juga menginginkan perjodohan ini. Lalu sekarang kenapa?" Tanya papa Aurel dengan mencoba menahan emosinya di depan anak yang sangat dia sayang.


" Aurel memang suka sama Raffa. Tapi itu cuma sekedar rasa kagum karna ketampanan Raffa. Dan saat papa bilang kalo mau jodohin Aurel sama Raffa, Aurel langsung setuju tanpa pikir panjang. Tapi nyatanya Raffa gak pernah nganggap Aurel ada. Aurel selalu dicuekin dan dianggap gak ada sama Raffa. Aurel gak tahan sama itu semua. Dan saat Aurel ketemu sama Riko Aurel jatuh cinta pada pandangan pertama" Jelas Aurel panjang kali lebar.


Papanya diam memikirkan perkataan anaknya. Jujur papanya juga ingin yang terbaik untuk anaknya. Kalau memang Raffa tidak memperlakukan Aurel dengan baik maka papa nya adalah orang nomor 1 yang menentang perjodohan mereka.

__ADS_1


" Besok papa akan bicara sama keluarga Raffa. Sekarang kamu istirahat ke kamar. Dan kamu Riko pulang." Ucap papa tegas yang kemudian naik ke kamar disusul istrinya.


__ADS_2