Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Kesuksesan


__ADS_3

Detik berganti manit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan. Sekarang sudah 3 bulan sejak di buka ' Rainbow Restaurant', Restoran yang dikelola oleh Lia itu semkain hari semakin ramai.


Sangat banyak pengunjung yang datang di setiap harinya. Dan hari ini, Lia membuka anak cabang di pusat kota agar orang orang tidak terlalu jauh ke sini.


Letak Rainbow Restaurant memang tidak di pusat kota. Hal itu memang membuat pelanggan sedikit kesusahan karna jarak yang agak jauh.


Maka dari itu, Lia membuka cabang di pusat kota agar orang orang lebih mudah untuk mendatanginya.


Dan hari ini adalah peresmian anak cabang di pusat kota yang lebih ramai dihadiri karna terletak di pusat kota.


Setelah acara yang melelahkan itu selesai, Lia, Lily pulang dengan diantar oleh Dave. Ya..Dave sekarang menjadi sahabat mereka.


" Ayo gue anter pulang" Ajak Dave pada kedua gadis yang terlihat sangat lelah itu.


" Hmm" Ucap Lia dan lily bersamaan.


***


" Makasih ya" Ucap Lily dengan lesu. Mereka sudah sangat lelah. Namun Lily tetap berterima kasih.

__ADS_1


" Iya, gue balik ya" Ucap Dave kemudian melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Lia dan Lily langsung masuk kedalam rumah dan masuk ke kamar masing masing.


***


Saat makan malam mereka keluar dengan keadaan yang lebih segar. Mereka berdua duduk di meja makan dan mulai makan.


Setelah selesai, Lia mengajak Lily duduk di sofa ruang tengah.


" Lily, gue mau bicara" Ucap Lia.


" Gue mau pindah ke apartemen yang baru. Gue makasih banget sama Lo karna selama ini Lo Uda baik banget sama gue. Maaf kalo gue buat Lo tersinggung, tapi Lo Uda banyak banget bantu gue. Dan gue rasa itu lebih dari cukup. Jadi sekarang gue gak mau Bebani Lo lagi" jawab Lia panjang lebar.


Lily masih diam mencerna semuanya.


" Lily?" Lirih Lia saat melihat Lily hanya diam tanpa menanggapi ucapan nya.


" Lia, gue Uda nganggep Lo sebagai saudara gue. Gue gak pernah merasa terbebani atau apapun itu. Gue malah seneng kalo Lo ada disini. Jdai Lo gak boleh pindah ataupun merasa sungkan sama gue." jelas Lily tegas.

__ADS_1


" Tapi Li, tetep aja gue ngerasa sungkan sama Lo. Selama ini Lo Uda banyak banget bantu gue. Dan gue rasa itu Uda lebih dari cukup. Jadi gue mau pindah dari sini Li." Balas Lia kekeh.


" Gue kesepian kalo gak ada Lo Lia. Lo pliss dong jangan pindah" bujuk Lily.


" Lily, gue pindah ke sebelah kok. Jadi kalo Lo kesepia Lo datang aja ke apartemen gue" Terang Lia.


" Tapi Li, gue.."


" Sstt, udah besok gue pindah. Gue Uda beli jauh jauh hari sih. Dan ya gue rasa ini waktu yang tepat" Ucap Lia tersenyum.


" Gue bakal kangen sama Lo" Ucap Lily memeluk erat Lia.


" Tenang aja Lily. Kita masih bisa ketemuan kok. Orang sebelahan juga" Ucap Lia menenangkan Lily yang sedih.


" Yaudah sekarang kita tidur yuk" Ajak Lia pada Lily.


" Gue tidur dikamar Lo ya hari ini. Pliss" Pinta Lily.


" Oke" jawab Lia senang

__ADS_1


Lia dan Lily masuk ke kamar Lia dan tidur di kasur Lia yang memang muat untuk 3 orang. Mereka mengobrol, bercanda, bahkan ngemil sampai akhirnya mereka tertidur dengan keadaan kamar Lia yang berantakan.


__ADS_2