
Hari ini Lia berencana ingin mengunjungi Bunda dan Papa nya di Indonesia. Lia sudah sangaaaaat rindu pada kedua orangtuanya. Namun dia tahan, karna kondisi Restoran yang belum stabil.
Tapi, sekarang kondisi Restoran sudah stabil. Dan dia juga sudah mempunyai orang yang bisa dipercaya untuk mengurus Restoran.
Lia berencana berada di sana selama 2 Minggu. Biar Bagaimanapun juga, Lia tidak boleh terlalu lama meninggalkan Restoran.
Sekarang Lia sudah berada di dalam pesawat. Sedang mempersiapkan hati jika nanti tidak sengaja bertemu dengan Raffa. Sebenarnya kemungkinan besar untuk bertemu Raffa nanti. Tapi Lia akan berusaha untuk tidak keluar rumah dan mengurung diri di kamar.
Kalau disuruh memilih sebenarnya Lia lebih pilih jika dia bertemu Raffa. Tapi keadaan tak memungkinkan untuk itu.
Lia juga berharap selama 2 Minggu nanti. Raffa tidak berkunjung ke rumahnya. Karna kata Bundanya, selama ini Raffa minimal seminggu sekali datang ke rumah orangtuanya.
Dan jika nanti bertemu, mungkin Lia akan bersikap cuek demi menutupi rasa sedihnya. Dia tak mau jika Raffa mengetahui perasaannya.
Sebenarnya sikap cuek itu juga demi membuat Lia menutup hatinya dan tidak kelepasan nanti saat bertemu Raffa. Ya..Lia hanya takut dia malah mengacaukan hubungan Raffa dan tunangannya.
Lia tertidur dengab pikiran yang masih memikirkan Raffa.
****
Keesokan harinya, Lia sampai di bandara Indonesia. Setelah semua beres, Lia langsung memberhwntikan taksi yang lewat.
__ADS_1
Lia menyuruh pak supir untuk mengantarkannya ke jalan kenanga blok 2.
.
.
.
Tok..Tok..Tok
ceklek
" Lia?" lirih bunda kaget. Karna Lia sebelumnya hanya mengatakan jika Ia akan berkunjung jika ada waktu tanpa memberi tahu kapan itu. Bunda langsung memeluk Lia.
" Ayo masuk" Ajak bunda setelah melepaskan pelukannya.
" Papa mana Bun?" Tanya Lia saat melihat kondisi rumah sepi.
" Papa lagi kerja lah Nak." Jawab bunda sambil mempersiapkan makanan.
" Gausah repot repot Bun, Lia bisa ambil sendiri kok kalo mau" Ucap Lia saat bundanya membawakan satu porsi sup ayam kesukaannya.
__ADS_1
" Gak papa Nak. Bunda lagi masak sup tadi. Kebetulan banget kamu datangnya las bundalagi masak makanan kesukaan kamu" Ucap Bunda senang.
" Makasih Bunda" Lia langsung memeluk erat bundanya.
" Iya sayang, kamu makan dulu. Pasti capek kan perjalanan jauh" Ucap Bunda mengelus pucuk kepala Lia.
***
" Lia, kamu Uda siap ketemu Raffa?" Tanya Bunda tiba tiba. Saat ini bunda dan Lia sedang bersantai di ruang tengah. Dengan paha bunda yang dijadikan bantal oleh Lia.
" Kenapa Bun?" Tanya Lia balik.
" Raffa sering main kesini. Kalo nanti kamu ketemu dia, kamu siap?" Jelas Bunda.
Lia terdiam, dia belum tahu dia siap atau tidak. Bunda yang menyadari itupun mengerti.
" Gak papa Nak kalo kamu belum siap. Kamu bisa dikamar saja dan tidak usah temui dia" Ucap Bunda berusaha menenangkan Lia.
Lia hanya mengangguk. Mood nya jelek saat mendengar kata Raffa. Pikirannya kembali pada masa dimana hatinya hancur. Masa pertunangan Raffa dan Aurel yang membuat Lia menjadi tinggal di negara Inggris.
" Lia, kamu istirahat gih. Kamu pasti capek kan. Kamar kamu tiap hari Bunda bersihin jadi kamu tennag aja. Gak akan kotor" Ucap Bunda yang mengerti jika Lia sedang sedih.
__ADS_1
Lia tersenyum tipis melihat bundanya. Dia bersyukur mempunyai bunda yang sangat baik dan benar benar mengerti dirinya.