
Lia menghela nafas panjang. Ia menoleh, kembali menundukan kepalanya ketika pria itu ternyata menatapnya.
" Kamu ngomong aja kenapa" Protes Lia sedikit kesal karena sedari tadi, Raffa diam saja tanpa mengatakan apapun. Padahal, dia yang sangat ngotot' ingin bertemu setelah Lia pulang dari London.
" Aku cuma mau ngeliat kamu dulu. Takut, nanti kalo kamu pergi dan gak akan kembali " Kata-kata Raffa seakan menohok di hati Lia. Gadis itu tertegun, menundukan kepalanya.
" Alisya " Panggil Raffa tiba-tiba.
" Hmm?" Lia mendongak, menatap mata elang milik Raffa. Sangat berbeda dengan mata Raffa yang dulu.
" Kamu tahu? aku menunggu kamu selama bertahun-tahun" Pria itu menatap nanar pada Lia. Ia sangat rindu dan ingin memeluk gadis itu. Merengkuhnya dalam dan mengucapkan I Love you.
Lia menghela nafas panjang. Ia juga menunggu selama bertahun-tahun. Dan Lia lebih parah, ia harus mencoba melupakan pria yang ia cintai yang ternyata bertunangan dengan wanita lain.
" Please tell me everything " Pinta Lia menatap lekat wajah tampan itu. Sangat tampan.
" Aku dijodohkan sama Aurel " Raffa menghela nafas pelan sebelum melanjutkan.
" Aku nolak, tapi Papa orangnya keras dan dia tetap melanjutkan perjodohan ini. Sampai di tahap pertunangan. Lia kamu tahu, setelah kamu pergi aku merubah sikap ku. Untuk apa, untuk menutup hati dari semua wanita. Karena aku cinta sama kamu Uda lama. So, aku bersikap dingin sama Aurel"
" Terus?" Lirih Lia pelan.
" Setelah pertunangan, sikap ku masih sama. Dan entah kenapa tiba-tiba Papa memberikan kabar bahagia. Keluarga Aurel membatalkan perjodohan ini. Aku senang dan tetap sama, menutup hati dengan sikap dingin. Lia, apa yang aku capai hari ini. Itu karena perbuatan kamu. Karena kamu yang ninggalin aku dan membuat aku mau membuktikan kalo aku pantas "
Lia mengalihkan pandangannya. Tak tahu harus merespon bagaimana. Jujur ia terkejut dan merasa bodoh bertindak gegabah. Tapi, ia tak menyesal. Karena, dengan ini Rainbow Restaurant ada.
" Alisya Putri Mahendra, aku melamar mu menjadi istriku" Raffa menekuk lutunya dan membuka sebuah kotak cincin yang sangat indah.
Mulut Lia menganga lebar. Segera, ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Gadis itu tidak percaya ini terjadi. Lia pikir Raffa hanya akan berbicara tanpa bertindak apapun. Tapi ternyata, dia pria gentle. Dalam hati, Lia kagum akan sosok Raffa.
" I need time. Aku pulang ya, assalamualaikum " Lia langsung berdiri dari duduknya dan beranjak pergi.
" Aku antar " Seru Raffa menggandeng tangan Lia.
"Gausah " Lia menarik tangannya dan ingin pergi. Sebagai wanita, jaim adalah pilihan yang tepat.
" Ayo" Pinta Raffa lembut, ia menarik lembut tangan Lia yang ingin pergi. Dengan segera, Raffa membawa tangan itu menuju mobil nya.
***
" Makasih, aku masuk ya " Lia segera masuk kedalam tanpa menoleh lagi.
Raffa menghela nafas panjang. Ia memaklumi sikap Lia yang seperti itu. Wajar jika Lia bersikap acuh dan cuek padanya. Pria itu segera masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil nya.
__ADS_1
" Raffa ya yang antar kamu?" Tanya Bunda mengejutkan Lia yang sedang berjalan ingin ke kamarnya.
" Eh Bunda " Lia yang terkejut langsung duduk di samping Bundanya. Ia sedikit malu mengakui jika Ia dan Raffa bertemu tadi.
" Hubungan kamu sama Raffa gimana?" Bunda menutup buku resep kue yang ia baca. Berganti menatap wajah cantik anaknya.
" Emm" Lia bingung harus menjawab apa. Jujur ia malu mengatakan yang sebenarnya.
" Bunda ngerti kalo kamu gak mau cerita " Ucap Bunda tertawa kecil.
" Lia, bunda cuma berharap kamu bisa menemukan sosok pria baik yang benar-benar tulus sama kamu. Lia, bukannya Bunda membela Raffa atau apa, tapi sebagai orang tua bunda bisa menilai Raffa. Raffa itu pria baik yang gentle. Ya bunda sih berharap sama Raffa "
Lia menunduk, meremas jemarinya. Ia masih bingung dengan perasaannya sendiri.
" Bun aku ke kamar dulu ya " Segera Lia berjalan pergi setelah mengatakan itu.
***
Setelah membersihkan diri, Lia duduk di balkon kamar menikmati langit cerah hari ini. Gadis itu tersenyum, mengingat cerita Raffa. Jujur Lia sungguh bingung dengan perasaannya sendiri. Rasanya Lia ingin berteriak di tempat sepi untuk melampiaskan seluruh emosinya yang tak karuan.
Deringan Hp membuat Lia harus masuk ke kamar. Gadis itu menutup pintu balkon dan duduk di tepi tempat tidur.
" Assalamualaikum" Ucap Lia mengawali pembicaraan.
" Waalaikumsalam mbak " Jawab Viona di seberang sana.
" Mbak hari ini gak ke Resto?" Tanya Viona ragu.
" Oh sorry Vi ya ampun, mbak lupa ngabarin kamu Vi. Tadi ada urusan jadi mbak gak bisa datang. Tolong ya Vi kamu handle. Oh ya, kalo kamu mau pulang duluan gapapa kok " Ucap Lia merasa tidak enak. Gadis itu merutuki dirinya dalam hati yang bisa-bisanya lupa mengabari Viona.
" Oh yaudah. Assalamualaikum " Viona langsung mematikan panggilannya.
Lia melihat hp nya, ia menghela nafas panjang. Lia pusing dengan masalah Viona. Adik nya itu tak mau bercerita padanya. Gadis itu merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Sampai suara ketukan pintu membuatnya harus beranjak.
ceklek.
" Bunda, kenapa?" Lia membuka pintu kamarnya lebar dan mempersilahkan Bundanya masuk ke dalam.
" Bunda cuma mau ngobrol sama anak gadis Bunda" Ujar Bunda tersenyum. Bunda duduk di sofa diikuti Lia yang duduk di sampingnya.
" Oh kirain " Lia tersenyum dan mengibaskan tangannya ke udara.
" Tapi Bunda gak ganggu waktu kamu kan? Siapa tahu aja kamu mau tidur tadi " Ujar Bunda memperhatikan sekitar kamar Lia.
__ADS_1
" Enggak kok Bun, santai aja " jawab Lia tersenyum.
Bunda mengangguk sambil tersenyum. " Lia sebelumnya Bunda minta maaf kalo ini menyinggung kamu " Bunda menatap Lia sebelum melanjutkan kalimatnya.
" Bunda pengen kamu nikah. Bukannya bunda ngebet banget pengen punya mantu. Tapi justru bunda khawatir sama kamu. Kamu jangan tersinggung, bunda mau yang terbaik sayang " Ujar Bunda mengalihkan pandangannya. Tak sanggup jika harus melihat mata anaknya yang mungkin saja marah padanya.
Lia tersenyum tipis, gadis itu menggenggam tangan Bunda yang berada di atas pahanya.
" Keinginan Bunda akan terkabul. Sebentar lagi pasti ada sosok yang datang melamar aku " Ucap Lia tersenyum manis.
" Really?" Bunda menatap Lia dengan wajah penuh harap.
" Hmm " Lia tersenyum dan memeluk erat Bundanya. Ia sama sekali tak tersinggung dengan perkataan Bundanya. Justru Lia merasa senang karena bundanya sangat perhatian padanya.
" Makasih ya Lia sayang. Bunda harap, siapapun pilihan kamu itu adalah yang terbaik " Doa Bunda mengecup kening Lia.
" Eh lagi pada ngumpul?" Tanya Papa yang tiba-tiba datang dari arah pintu.
Bunda tertawa kecil dan mengelus pucuk kepala Lia. Papa yang melihat itu merasa senang dan ikut duduk di antara mereka. Sore itu, mereka mengobrol banyak hal. Bercanda, tertawa, menghabiskan waktu di kamar Lia.
****
Tiga hari kemudian, semuanya berjalan lancar. Lia menjadi lebih ceria dan setiap hari datang ke Resto. Viona juga sudah tidak terlalu bersedih. Semuanya berjalan dengan lancar. Hanya saja, Lia belum memberikan jawaban apapun terkait lamaran Raffa. Membuat pria itu harus menunggu dan sabar.
Hari ini setelah pulang dari Resto, Lia mampir ke cafe yang berada dekat dengan rumahnya. Ia sendiri, tidak bersama dengan Viona. Gadis itu memilih langsung pulang ke apartemen.
Lia membuka WhatsApp nya setelah memesan minuman. Gadis itu men-scroll layar hp nya untuk melihat name kontak yang ada di aplikasi berwarna hijau itu. Bibir Lia melengkung sempurna membentuk sebuah senyuman ketika tangannya terhenti di sebuah kontak dengan nama Raffa.
Lia membuka kontak Raffa dan mengetikan sebuah pesan disana.
Datang malam ini ke rumah
Gadis itu menggeleng, " Terlalu kaku gak sih " Gumam Lia membaca kembali pesan yang belum ia kirim. Lia menghapus ketikannya, merasa tak cocok dengan itu.
Raffa kamu datang ya malam ini temuin orang tua ku dan ungkapkan semuanya disana
Lia merasa malu sendiri membacanya. Ia kembali menggeleng dan menghapus ketikannya. Gadis itu menghela nafas panjang merasa bingung sendiri. Sampai pesanannya datang dan ia langsung meminum jus jeruk segar itu.
Lia kembali mengambil hp nya dan mengetikan kalimat singkat, padat, namun tidak terlalu kaku.
Kalo kamu serius sama perkataan kamu kemarin. Temuin Orang tua aku malam ini.
***
__ADS_1
Hay ♥️ Kalo kalian nanya kenapa chapter kali ini judulnya Eps 74. Aku sengaja biar kalian tahu kalo kalian Uda baca sampai sejauh ini. Thank you banget untuk kalian yang mau menyempatkan waktu untuk baca karya aku ini. Aku mengharapkan kritik dan sarannya pada semua yang berkenan.
Love you all ♥️