
Lia berjalan dengan sangat anggun dan menawan. Berjalan sambil melihat kaca. Ingin melihat apakah penampilannya sudah sempurna?.
Dengan penuh keyakinan, gadis itu berbicara sendiri di depan kaca.
" Saya Fia, kekasih dari Farrel. Salam kenal " Ucap Fia dengan senyuman yang sangat manis.
" Isshh" Ucap Lia kesal sendiri. Ketika gadis itu menyadarai kesalahan dalam tutur bahasanya.
Dengan kesal, Lia kembali melihat pantulan dirinya di cermin. Dengan gaun tertutup berwarna peach, sepatu senada dan riasan yang sederhana namun sangat memukau. Sangat sempurna.
Namun, Lia merasa belum puas. Karna Ia belum bisa berbicara dengan anggun seperti perkataan Farrel tadi siang.
Mengingat hal itu membuat Lia kesal, namun mengingat lagi Farrel yang menceritakan kisahnya yang sedih membuat Lia iba dan akhirnya mau menuruti permintaan pria itu.
Lia langsung beranjak saat mendengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Gadis itu melihat penampilannya di cermin dahulu sebelum membuka pintu.
ceklek.
Lily menganga lebar melihat penampilan Lia yang begitu cantik dan memukau.
Lia berdecak malas dan langsung turun tanpa perduli pada Lily yang masih bengong disana.
Gadis itu turun dari tangga dengan sangat anggun. Seperti seorang putri mahkota. Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Raffa yang sedari tadi sudah menunggu di ruang tengah. Pria itu begitu terpesona oleh kecantikan gadis ini.
Dengan menunduk, Raffa merubah sikapnya. Ia tak mau jika sampai Fia tahu dia terpesona oleh aura kecantikan yang dikeluarkan gadis itu.
Lia yang turun langsung berjalan kearah Viona yang ada di dapur. Gadis itu acuh tak acuh pada Farrel yang ada di ruang tengah.
" Vi, mbak berangkat. Mbak gak lama. Kalo ada apa-apa kamu langsung telfon mbak " Pamit Lia sembari mengecek kembali tasnya.
Viona hanya mengangguk, dia sedang makan bakso yang dibuatnya sendiri tadi.
__ADS_1
" Yaudah kalo gitu, assalamualaikum" Ucap Lia langsung beranjak dari sana. Ia melewati Farrel dan langsung keluar.
***
" Sesuai perjanjian awal, cuma sampe malam ini. Aku gak mau ya kebohongan ini berlanjut lebih dalam lagi" Ucap Lia dengan tegas tanpa menatap Raffa.
Raffa menoleh, Ia tersenyum tipis tanpa menjawab. Pria itu terus mengendarai mobilnya dengan melihat kearah Fia sesekali.
Mobil yang dikendarai Raffa samai di sebuah Rumah yang sangat besar bak istana modern.
Lia turun dari sana sementara Farrel masih memarkirkan mobilnya. Gadis itu sungguh kagum dengan Rumah yang sangat mewah ini. Ini pertama kalinya Lia melihat rumah yang sangat mewah dari dekat.
Lia mengalihkan pandangannya menyapu halaman yang begitu luas. Sampai Ia melihat Farrel yang berjalan kearahnya. Buru-buru Lia menetralkan sikap dan raut wajahnya. Ia tak mau dibilang kampungan oleh pria ini.
Raffa yang sudah berada disamping Fia langsung menggandeng tangan gadis itu masuk.
Jantung Lia sedang maraton saat ini. Dengan menghela nafas pelan Lia berusaha untuk bersikap biasa dan tidak gugup. Gadis itu kemudian menaikan pandangannya dan berjalan dengan anggun dan percaya diri. Dia sangat pandai memerankan perannya.
Mereka berdua masuk dan langsung dituntun pelayan menuju suatu ruangan. Ruangan yang sangat mewah dan juga luas. Disana, tampaklah dua orang pasangan suami-istri yang duduk dengan tenang.
Raffa semakin mengeratkan pegangan tangannya pada Lia. Mereka berdua berjalan kesana dan duduk di seberang kursi mewah itu.
Mama Raffa langsung tersenyum melihat anaknya datang dengan membawa seorang wanita yang sangat cantik dan dilihat dari wajahnya sepertinya gadis ini sudah dewasa.
" Selamat malam Om Tante" Sapa Lia dengan tersenyum manis. Dia berdiri dan langsung menyalami tangan Papa dan Mama Farrel.
" Selamat malam sayang, kamu cantik banget" Balas Mama Raffa yang langsung suka dengan gadis ini.
Lia tertawa kecil, gadis itu kemudian kembali duduk di samping Farrel. " Tante lebih cantik tau" Jawab Lia yang sudah duduk di samping Farrel.
Mama Raffa tertawa kecil, Ia benar-benar yakin dengan wanita satu ini untuk menjadi menantunya.
__ADS_1
" Katanya sahabatan doang?" Goda Papa Raffa setelah mengingat tentang gadis ini.
Seketika Lia tertawa lebar, namun Ia tetap mengingat untuk bersikap anggun. Dan akhirnya tawa itu menjadi tawa lebar yang anggun. Di dalam tawanya Lia memikirkan alasan yang pas untuk menjawab pertanyaan Papa Farrel.
Mama Raffa yang melihat Gadis didepannya yang tertawa lebar namun tetap anggun pun ikut tertawa kecil.
Raffa mengernyitkan dahinya heran, kenapa gadis ini malah tertawa. Pria itu menunduk dan memejamkan mata sebentar. Raffa kembali mendongak dan melihat Lia yang sudah selesai dengan tawanya, tinggal tawa kecil yang masih ada.
" Oh itu, jadi gini loh. Om kita tuh baru jadian beberapa hari yang lalu. Nah, jadi aku terbiasa bilang Farrel ini sahabat aku. Gitu Om" Jawab Lia santai dengan tawa yang mulai mereda.
" Oh gitu" Balas Papa Raffa juga ikut tertawa.
Lia tersenyum manis dan duduk dengan anggun lagi. Gadis itu kemudian merapikan anak rambutnya dengan gaya yang anggun. Ia telah mempelajari nya di YouTube tadi.
" Yaudah kalo gitu kita makan dulu ya. Nanti kita ngobrol lagi" Ajak Mama Raffa langsung Menggandeng tangan Lia dan mengajak gadis itu menuju meja makan.
Lia hanya pasrah dan ikut dengan Mama Farrel.
***
Di meja makan hanya hening yang melanda. Semua orang diam. Begitupun dengan Lia. Gadis itu makan dengan anggun, tentu ini bukan hal sulit. Karna sebelumnya, Lia juga makan seperti ini di Inggris.
Selesai makan, mereka berkumpul di ruang tengah tadi. Dengan cemilan dan teh yang ada di atas meja, mereka mulai mengobrol.
Lia beruntung karna obrolan ini tidak serius dan masih terbilang santai. Ia sangat takut jika orang tua Farrel membahas hubungannya dengan Farrel.
Tapi beruntung, mereka hanya menanyai seputaran kegiatan Lia dan juga menceritakan tentang Farrel. Namun, orang tua Raffa belum menceritakan tentang perjodohan Raffa terdahulu dan tentang nama asli Raffa. Semua itu atas permintaan Raffa sendiri.
***
Jangan lua like and komen🥰
__ADS_1
......Tinggalkan komen sebelum lanjut😉......
...Author selalu menunggu 😉...