Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Mulai membaik


__ADS_3

Makasih


Isi pesan teks yang dikirimkan Raffa ke Lia. Lia meletakan hp nya di sampingnya. Gadis itu kembali mengingat momen tadi, disaat Raffa meminta no hp nya dengan cara aneh.


" Makasih ya" Ucap Lia sambil membuka pintu mobil Raffa karna mereka sudah sampai di depan apartemen Lia. Namun, saat Ia ingin keluar, Raffa menarik tangannya dan membuat Lia kembali duduk di kursi mobil.


" Ini gak gratis" Ucap Raffa menaikan alisnya.


Lia mengernyitkan dahinya heran, " Apa?" Tanya Lia bingung.


" Kamu harus bayar" jawab Raffa santai.


" What?" Tanya Lia terkejut, ternyata tidak ikhlas. " Berapa?" Tanya Lia malas.


Raffa menggeleng, " Bukan pake uang, tapi pake permintaan" seru Raffa tersenyum jahil.


Lia semakin bingung dibuatnya, awas saja jika laki laki di depannya ini macam-macam.


" Apa?" Tanya Lia cepat.


" No hp" jawab Raffa memberikan hp nya pada Lia.


Lia menghela nafas berat, sungguh merepotkan. Kenapa tidak langsung saja sih.

__ADS_1


Lia langsung mengambilnya dan mengetikan no hp nya yang benar, Ingin segera istirahat.


" Nih" Lia meletakan hp itu dengan kasar ke tangan Raffa dan segera turun dari mobil tanpa berbicara lagi.


Lia tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi, meskipun kesal tapi itu jika diingat seperti kenangan manis.


Gadis itu berguling guling di tempat tidur dengan bibir yang terus tersenyum. Pas seperti anak remaja yang baru jatuh cinta.


Dering di hp nya membuat Lia tersadar dan segera duduk mengambil hp nya. Bibir Lia semakin lebar tersenyum saat Ia tahu siapa yang mengajaknya Video call di malam hari.


Lia segera merapikan rambutnya dan bersandar di tempat tidur. Ia menetralkan sikapnya terlebih dahulu sebelum mengangkat telfon nya.


" Hay Uda tidur? " Tanya suara seorang pria dari sana.


Lia tertawa kecil, " Nih kamu liat sendiri aku Uda tidur apa belum" jawab Lia sambil mendekatkan hp nya ke mata, agar orang yang ada disana bisa melihat dengan jelas.


Deg.


Senyuman itu mengingatkan Lia pada Raffa, lagi lagi bayangan pria itu tersenyum selalu memenuhi isi kepala Lia.


" Lia" panggil Raffa sedikit kuat karna gadis di balik layar hp nya itu sedang melamun.


" Eh?" Kaget Lia tersentak kemudian tersenyum canggung. " Kenapa?" Tanya Lia malu.

__ADS_1


Raffa seketika tertawa disana, sungguh lucu melihat Lia yang tampak gugup dan malu.


" Ih Farrel" Seru Lia kesal.


" Sorry " jawab Raffa santai.


" Emm yaudah aku mau tidur, bye" Ucap Lia langsung mematikan teleponnya.


Gadis itu kemudian meletakan hp nya disamping nya, lebih tepatnya di atas nakas. Kemudian Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Menatap langit-langit kamar dengan pikiran menerawang.


Mengingat kembali hubungan dia dan Raffa yang mulai membaik saat di mobil tadi. Karna berada dalam mobil yang sama, membuat Lia akhirnya membuka pembicaraan karna terlalu canggung untuk diam.


Huh! Lia bingung sendiri jadinya, memikirkan bagaimana jika Ia tidak bisa mengendalikan perasaannya pada Farrel nanti.


Dan bagaimana jika wanita yang Farrel cintai akan datang, maka dia lah orang yang paling tersakiti disini.


Lia berguling telentang, dia melebarkan tangannya dan memejamkan matanya. Mencoba untuk tidur dan masuk ke dalam alam mimpi yang indah. Melupakan sejenak masalah percintaan yang sedang Ia hadapi.


***


Hay Readers, sorry banget ya author up nya lama terus ga bisa crazy up. Satu chapter juga cuma sedikit. Author itu lagi banyak banget tuganya. Malah mood author lagi anjlok banget lagi. Author mohon komen nya ya, supaya mood author naik dan bisa up banyak. Pikiran author berasa buntu karna mood author lagi turun banget.


Tolong ya tinggalin komen kalian, author janji deh kalo Uda ada komen secepatnya author bakal up.

__ADS_1


Tinggalin komen kalian ya🥰


...Author tunggu 😉...


__ADS_2