Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 10


__ADS_3

"Apa kau terpaksa menikahiku?" tanya Dania kembali sambil tertunduk. Sungguh Dania merasa paling hina dibanding menjadi wanita penghibur. Segitu tidak pantasnyakah dirinya bersanding dengannya. Bahkan menikahinya pun secara terpaksa.


Dania takut akan hal ini. Ini membuatnya bingung, ia hanya tak ingin terjerumus dalam masalah baru. Dimana ia harus berpura-pura menjadi Kania dihadapan Syiera. Tak perlu menjadi orang lain bukan? Dania bisa menjadi dirinya sendiri.


"Kenapa? Apa kamu tak mau menikah denganku? Aku tak akan memaksamu jika kamu keberatan," bukannya menjawab Darren malah memberikan pertanyaan baru pada Dania.


Dania menghela napasnya secara kasar. Ia tak tau harus menerimanya atau tidak, ini akan membuatnya sakit hati dikemudian hari karena Darren menikahinya bukan karena cinta melainkan demi kebahagiaan putrinya.


Tapi kalau ia tak menerima pernikahan itu, itu artinya Dania harus kembali bekerja bersama Madam Rosa. Akhirnya Dania pun mengambil keputusan akan menerima tawaran Darren padanya.


"Aku akan menerima tawaranmu, asal kamu mau membantuku untuk terlepas dari Madam Rosa." Darren mengernyitkan dahinya, berpikir tentang nama Madam Rosa, siapa Madam Rosa? Kenapa Dania meminta bantuannya.


"Apa yang bisa aku bantu? Dan siapa Madam Rosa?" tanya Darren


"Madam Rosa ..., dia adalah orang yang membuatku menjadi seorang pe****r," jawabnya lirih. Dania kembali teringat akan pertama dimana ia harus melayani seorang laki-laki yang sudah berumur. Tak terasa Dania pun meneteskan air matanya.


Darren menatap wajah Dania lekat-lekat. Ada rasa kasihan melihat wanita itu menangis, ia pun merangkul wanita itu seolah memberi kekuatan padanya. Semua masalah bisa diselesaikan jika kita ada keinginan.


"Baik, aku akan membantumu. Jadi, kita saling menguntungkan kalau begini caranya," kata Darren. Darren bernapas lega setidaknya ia tak menjadi orang yang egois. Ternyata Dania pun berbalik meminta bantuannya. "Untuk ini, bagaimana kalau kita buat perjanjian?" ujarnya pada Dania.


Dania membulatkan matanya, tak percaya apa yang diucapkan Darren barusan. Sedikitpun Darren tak mengerti apa isi hati Dania, pikir Dania memang ia tak pantas baginya. Berharap saja tidak boleh.


"Berarti kita sudah sepakat, ya? Aku akan persiapkan ini. Dan aku akan memberitahukan ini pada Momy," ucapnya girang. Girang karena ia bisa membuat Syiera bahagia dan tak perlu lagi mendengar omongan ibunya yang terus memintanya untuk menikah lagi.

__ADS_1


"Untuk perjanjian kita sepakati bersama, bagaimana?" tanya Darren.


Dania menatap Darren bingung. Rencana apa lagi yang akan dibuatnya, kenapa ada perjanjian segala.


"Ma_maksudmu?" ucap Dania terbata. "Perjanjian, apa?" tanya Dania.


"Ya, perjanjian. Dimana kita akan menjaga jarak jika sedang berdua," jawabnya santai seakan tak ada beban untuk mengatakannya.


"Apa menurut pernikahan itu sebuah lelucon?" Dania tak percaya dengan keinginan Darren yang seperti itu.


"Aku mengerti dengan isi hatimu. Aku juga tahu, tidak mudah untukmu melupakannya. Apa lagi posisinya harus tergantikan olehku yang hanya wanita sepertiku," kata Dania lirih.


"Bu_bukan itu maksudku. Aku hanya memberi ruang untukmu," jawabnya asal. Tidak mungkin ia katakan bahwa dirinya memang tak pantas bersanding dengannya. Darren lakukan hanya untuk kebahagian putrinya, bahkan ia mengenyampingkan harga dirinya, sebagai lelaki tampan dan mapan, ia bisa saja mencari wanita yang lebih terhormat untuk dijadikannya sebagai pendampingnya.


"Sudahlah, aku tidak apa-apa. Memang akunya saja ceroboh. Betul katamu, Syiera tidak akan mengerti apa yang aku ucapkan. Sebaiknya kita pulang," ajak Dania.


Pikiran Dania saat ini begitu kacau. Cintanya pada Darren hanya angan-angan semata.


Tak ada keberanian untuk mengungkapkannya. Ia hanya bisa mencintainya secara diam. Dania berharap suatu saat nanti cintanya terbalaskan olehnya. Saat ini ia hanya ingin menjadi dirinya sendiri. Tak perlu lagi tertawa dibalik kesedihannya, menjadi wanita hina sungguh jauh dari pikirannya. Andai kedua orang tuanya masih hidup, mungkin Dania tak akan mengalami pahitnya kehidupan. Setidaknya ia bisa melewati penderitaan ini bersama kedua orang tuanya. Walaupun orang tuanya yang menjadikannya seperti ini. Tetap Dania akan menyayanginya.


***


"Oma, kenapa Daddy tak menjemputku?" tanya Syiera yang hampir tertidur.

__ADS_1


"Sssttt ..., sudah malam, tidurlah," kata Karren pada anak cucunya.


Karren sejak tadi memang memikirkan tentang anaknya, Darren. Ia tak tahu keberadaan putranya, sejak dari tadi handponenya tak bisa dihubungi. Ditambah lagi Dania ikut pergi sejak pagi dan sekarang tak ada kabar darinya. Kecemasan itu berlarut sampai ia tak dapat tidur malam ini.


Rasa bersalahnya pada Dania begitu besar. Mungkin menikahkan Dania dan anaknya saja tak akan cukup menebus kesalahannya. Semoga dengan ini Dania mau memaafkannya. Bahkan Karren mau menerima Dania menjadi menantunya yang sudah jelas Karren tahu siapa Dania sebenarnya.


Walaupun Darren menyembunyikan identitas Dania padanya. Lambat laun Karren pasti mengetahuinya, karena Karren memang sedang mencari seseorang. Dan kebetulan oarng yang dicarinya saat ini adalah wanita yang bersama anaknya.


Awal melihat Dania, Karren mengira itu adalah menantunya yang sudah meninggal. Tapi ternyata, justru wanita itu yang dicari-carinya selama ini. lima tahun bukan waktu yang sebentar bukan? Karren masih ingat akan kejadian kecelakaan waktu itu. Kecelakaan itu selalu terbayang dalam ingatannya.


_


_


_


Ada rahasia apa? Membuat Karren merasa bersalah pada Dania?


Penasaran ....?🤔


Terus ikuti ceritaku di sini. Ada teka-teki yang belum terungkap... Pantengin terus, ya?


Maaf upnya sedikit. Seperti pembaca novel ini hanya sedikit😁😁

__ADS_1


__ADS_2