Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Eposode 84


__ADS_3

Di rumah sakit London.


Dam yang saat ini tengah terduduk bersandar di atas branker. Ditemani oleh Alea, kondisinya mulai membaik. Ia bahagia karena Alea terus berada disisinya, mendampinginya.


Lalu, Dania datang menghampiri mereka, ia mengatakan bahwa Darren dan Leo sedang dalam perjalanan menuju sini.


"Mom, apa Daddy masih marah padaku?" Dam takut kalau nanti akan dipisahkan oleh Darren. Dania serta yang lain masih menyembunyikan siapa jati diri Dam. Dania tak ingin kehilangan Dam, ia sudah menganggap Dam sebagai anak kandungnya. Ditambah lagi, kini darahnya mengalir di tubuh Dam.


Dania bahagia bisa mendonorkan darahnya. Kini ia dan Dam manjadi satu keluarga yang sebenarnya, satu darah mengalir di tubuh mereka.


Pesawat mendarat dengan sempurna. Sedari tadi, Leo terus menggemggam tangan anaknya. Tak sabar ingin segera berkumpul dengan keluarganya.


Darren pun mengalami hal yang sama, ingin segera bertemu dengan keluarga tercintanya. Leo mengajak Khay langsung ke rumahnya, karena Lisa ada di rumah. Sedangkan Darren, ia pergi ke rumah sakit, karena Dam masih berada di sana, ia masih dalam pemulihan.


Rasa penyesalannya terhadap Dam sangat besar. Ia akan meminta maaf pada anaknya, sebagai permintaan maaf padanya, ia akan merestui hubungan Dam dengan Alea, walau ia belum tahu kisah mereka. Yang jelas, Darren tahu kalau Dam mencintai Alea. Karena Dam bukanlah kakak Alea.


Kini Darren mendapatkan kebahagiaan dalam keluarganya. Tentu Dania lebih bahagia. Doanya sudah terjawab, ingin memiliki keluarga yang bahagia. Dari tidak suka, kini Darren sangat mencintai istrinya, serta anak-anak yang melengkapi hidup mereka.


Leo dan Darren harus terpisah, karena tujuan mereka berbeda. Darren lebih dulu sampai di rumah sakit. Ia langsung menuju ruang rawat anaknya.


Darren langsung membuka pintu dan masuk kedalam. Yang dilihatnya di sana, ada istrinya dan Alea yang menemani Dam.


"Dad," panggil Dam.


Darren langsung menghamburkan pelukkannya pada Dam. Kepala yang masih terlilit dengan kain kasa, Darren mengusap kepala Dam. Ini terjadi karena ulahnya, ulahnya yang menentang hubungan Dam dengan Alea. Tapi sekarang, ia akan merestuinya.


"Dad, maafkan aku," sesal Dam, ia sudah berbuat tidak sopan padanya.


"Tidak apa-apa. Daddy yang harusnya minta maaf padamu," lirih Darren penuh kesesalan.


Dania dan Alea menyakisan keharuan antara anak dan ayah. Alea sudah tahu kalau Dam bukanlah anak Dania dan Darren. Tapi, ia diminta untuk tetap merahasiakan semuanya, kasian Dam. Ibu yang telah melahirkannya telah tiada.


"Aku dilupain, nih?" cetus Dania yang merasa diabaikan oleh suaminya. Walau terbilang usianya yang sudah tak muda lagi, namun keromantisan mereka mengalahkan pasangan yang lebih muda darinya. Cinta mereka begitu kuat, cinta yang akan terus terjalin hingga maut memisahkan.


Darren beralih memeluk istrinya, rindu ... Sangat rindu. Alea dan Dam tersenyum melihat mereka, betapa romantisnya.

__ADS_1


"Ehem." Dam berdehem, memberi kode pada mereka. "Kalau mau peluk-pelukan, nanti sajalah," ujarnya.


orang tua Dam hanya tersenyum kikuk, merasa tak enak pada mereka yang usianya masih jauh ke angka 20 tahun. Usia Dam dan Alea baru 17 tahun. Tidak seharusnya ia menyaksikan adegan romantis mereka walau hanya berpelukan.


"Syiera dimana, sayang?" tanya Darren pada istrinya.


"Bilangnya, tadi mau ke kantin," jawab Dania.


"Dam, kapan Dokter mengijinkanmu pulang?" tanya Darren


Sebenarnya, Dam sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kerana manja, ia masih ingin di sini. Di sini ia bisa berduan dengan Alea, karena setiap hari Alea menjenguknya. Setelah Dam mengungkapkan persaannya pada Alea, Alea merasa nyaman bila berada di dekat Dam.


Alea belum pasti kalau ia pun mencintai Dam, karena Alea memang sudah sedari kecil bersama Dam. Tumbuh bersama, bermain sama-sama. Membuat Alea nyaman. Entahlah, apa itu bisa dibilang dengan cinta.


Pandangan mereka mengalih pada pintu yang terbuka. Syiera datang, dan masuk sambil menenteng bebawaannya di tangan. Hasil buruannya di kantin.


"Daddy, aku merindukanmu," kata Syiera sembari memeluk tubuh Darren dengan sebelah tangan, tangan yang satunya masih meneteng paperbag.


"Bawa apa, kak?" tanya Dam. "Apa aku boleh makan makanan kantin," tanyanya lagi. Ia bosan memakan makanan dari rumah sakit, rasanya tidak enak. Tidak sesuai dengan lidahnya.


"Pelit banget, sih. Aku lagi sakit, harusnya kakak menyangiku." Dam merajuk, padahal ia ingin makan hingga perutnya kenyang.


"Oh iya, Daddy Alea dimana, Uncle?" tanya Alea. Bukannya seharusnya Darren kembali bersama Leo.


"Daddy Alea pulang ke rumah. Kamu tahu, Daddu sudah menemukan saudaramu," jelas Darren.


Mata Alea membulat, ternyata ia memiliki saudara. Dia kira, itu hanya omong kosong. Karena selama ini yang ia tahu, ia adalah putri tunggal. Tapi ternyata, itu benar adanya. Sebentar lagi ia akan bertemu dengan kakaknya, yang sudah belasan tahun terpisahkan.


"Kalau begitu, Alea pulang sekarang," pamitnya pada mereka.


"Al," panggil Dam.


Alea terhenti dari langkahnya, dan membalikkan tubuhnya di ambang pintu.


"Aku pulang dulu, Dam." Setelah mengatakan itu, Alea langsung keluar. Tiba-tiba saja, ia melihat dua orang yang tak asing baginya. Namun, matanya tertuju pada satu pria yang bersama dengan dua orang itu. Alea melihat kedua orang tuanya menuju menghampirinya.

__ADS_1


"Al, kamu mau kemana?" tanya Lisa setibanya di hadapan Alea.


Namun Alea tak menjawab, matanya terlalu fokus pada pria yang berada di tengah yang terhimpit kedua orang tuanya.


"Apa dia kakakku?" tanya Alea, matanya masih menatap pria itu.


Lisa dan Leo mengangguk. Tanpa ragu, Alea langsung memeluk saudaranya. Sedang Khay, ia hanya terdiam. Tak tahu harus berbuat apa? Keluarga yang baru ia ketahui, namun ia masih terasa asing di hadapan mereka.


Alea melepaskan pelukkannya. Ditatap kembali wajah saudaranya, ia melihat wajah itu secara bergantian dengan Leo sang ayah. Wajah mereka terihat sangat mirip.


"Kau benar kakakku," kata Alea.


Khay menunjukkan senyum pertamanya pada adik yang baru saja bertemu dengannya.


"Oh ya, bagaimana keadaan, Dam?" tanya Leo kemudian.


"Dam sudah pulih, dad. Harusnya dia sudah pulang dari kemarin," jawab Alea.


"Lalu, kenapa masih di sini?" tanya Leo lagi. Ya begitulah, Dam. Paling bisa mengambil perhatian dari orang sekitarnya.


"Ayo, kita temui mereka," ajak Leo pada anak dan istrinya.


Mereka berempat berjalan berbarengan menuju ruang rawat Dam. Setibanya di sana, mereka di sambut hangat oleh keluarga Darren. Dan kini mereka berkumpul dua keluarga menjadi satu, persahabatan antara Leo dan Darren, begitu pun Lisa dan Dania. Mereka bahagia, mereka tak mengira hidupnya akan sebahagia ini.


Leo memperkenalkan Khay pada keluarga Darren. Kedatang Khay disambut oleh mereka, termasuk Dam. Tadi, Dam sempat cemburu pada Khay, karena sedari tadi Alea tak melepaskan pegangan tanganya dari tubuh Khay. Dan itu membuat Dam tidak suka, Dam mencoba mengerti karena Khay adalah kakaknya Alea.


Mereka semua bahagia.


TAMAT


_


Ada ektra part tentang Syiera, karena Darren masing ingin melindungi anaknya dari keserakahan seseorang.


Terima kasih kepada kalian, yang terus mengikuti kisah mereka. Dari awal hingga cerita ini sampai di sini.

__ADS_1


__ADS_2