Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 20


__ADS_3

Hari ini Dania menyibukkan diri mengurus Syiera, dari mulai bangun tidur sampai mandi, dan makan hingga semua keperluan Syiera ia yang tangani. Syiera sedikit heran akan perlakuan ibu sambungnya itu.


"Mom, aku bisa sendiri," kata Syiera, yang saat ini hendak memakai baju seragam sekolahnya. Dania tersenyum tak mengubris tolakan Syiera. Dania menyisir rambut anak itu hingga rapi.


"Anak Momy sudah cantik," ucap Dania sambil mencubit gemas kedua pipinya, tak lupa ia menciumnya penuh kasih sayang. Walaupun Syiera bukan anak kandungnya tapi Dania memperlakukan Syiera seperti anaknya sendiri.


"Hari ini, Momy yang akan mengantarmu." Syiera tersenyum bahagia karena ini pertama kalinya Dania mengantarnya sekolah.


Dania menuntun Syiera sampai di meja makan. Dania tak melihat Darren suaminya, ia mengira pasti Darren belum sadar dari mabuknya. Bahkan Dania tak membangunkannya ia akan memberikan waktu pada Darren sampai Darren benar-benar membutuhkanna.


***


Darren mengerejapkan matanya. Dengan cepat ia bangun dari tidurnya, ia hanya terkejut mendapati cahaya matahari yang mulai masuk ke dalam kamarnya. Walau masih terasa pusing ia mencoba bangun dari kasurnya yang berukuran king size itu.


Darren bergegas pergi menuju kamar mandi. Ia mengguyur tubuhnya di bawah shower untuk membersihkan diri dengan air dingin, ia menghilangkan rasa pusingnya di sana. Setelah merasa pusingnya sedikit hilang ia pun menyudahi aktifitasnya.


Sesampainya di kamar ia arahkan pandangannya kesekeliling ruangan kamarnya. Ia tak mendapati sosok istrinya di sana, ia merasa bingung dengan Dania. Apa dia marah padanya, jawabannya tentu. Istri mana yang tak marah mendapatkan penolakan dari sang suami.


***


Akhirnya Darren sarapan sendirian di meja makan. Tak lama Karren datang menghampiri dan ikut duduk bersama anaknya. Sesampainya di sana ia pun menceritakan keadaan Dania pada sang anak.


"Darren ... Momy melihat Dania, sepertinya dia tidak baik hari ini. Matanya terlihat sangat sembab. Apa kalian bertengkar."


Darren menghentikan kegiatannya yang sedang makan, ia meletakan sendok dan garpu ke piring. Kini Darren menatap wajah sang ibu lalu tertunduk. "Mom ... Maafkan aku." Kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibir Darren, ia menyesal karena telah membuat Dania kecewa. Bukankah ia sudah berjanji untuk memberi kesempatan pada istrinya brusaha membuatnya agar ia jatuh cinta padanya. Tapi kenyataannya Darren menolak apa yang dilakukan istrinya padanya.


"Darren, Momy mengerti perasaanmu. Tidak kasihankah kamu padanya, ia berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk kalian. Momy harap hubunganmu bersama Dania langgeng sampai kakek nenek," ucapnya lalu pergi meninggalkan dirinya seorang diri.

__ADS_1


Darren memikirkan perkataan ibunya, tapi sejak tadi ia tak melihat istrinya. Kemana dia? Darren menyudahi sarapannya, bukan sarapan, karena hari ini sudah mulai siang.


Sementara Dania dengan setia ia menunggu sampai Syiera selesai sekolah. Tak lama Syiera pun keluar dari ruang kelasnya. "Momy ...," panggil Syiera. Dania tersenyum lalu memeluk anak itu karena Syiera sedikit berlari menghampirinya.


"Jangan lari-lari, nanti jatuh," ucapnya memperingati. Dan mereka pun berjalan untuk segera pulang. Walau Dania menyibukkan diri tetap saja dalam pikirannya hanya Darren seorang. Dania benar-benar jatuh cinta padanya.


Tak lama mereka pun kembali kerumah karena tempat Syiera sekolah tidak jauh dari rumahnya hanya beberapa menit saja jika menggunakan kendaraan.


Dania membuka pintu utama. Di sana sudah ada Darren, Darren sengaja tak ke kantor bahkan ia bekerja di ruang tamu bukan di ruangannya. Darren menghentikn kegiatannya di depan laptopnya, ia menatap ke arah Dania. Dania yang melihat pun sedikit acuh padanya. Sebenarnya Dania tak bisa bersikap seperti ini pada suaminya, ingin rasanya Dania memeluk suaminya dan mengatakan bahwa ia sangat mencintainya. Rasa itu ia tahan karena tak ingin membuat Darren semakin menjauh darinya.


Dania pun berlalu dari pandangan Darren. Darren hanya bisa terdiam karena ia tak tahu harus berbuat apa pada istrinya. Ia pun merasa bingung dengan dirinya sendiri. Darren menjambak rambutnya sendiri kebelakang dan. "Aarrgghh ...," teriaknya, Darren tertunduk dengan posisi menopang kepalanya dengan kedua tangannya.


Dania melihat itu dari kejauhan, ia melihat suaminya begitu prustasi. Tak bisa seperti ini ia pun pergi ke dapur membuatkan teh hangat untuk suaminya.


"Minumlah, semoga agak baikan," ucapnya sambil meletakan secangkir teh di atas meja.


Darren pun meminum minuman itu. "Terima kasih," ucapnya pada Dania.


Hanya tersenyum yang bisa Dania lakukan. Dania pun mendudukkan tubuhnya di samping Darren, ada sesuatu yang ingin ia tanyakan. "Apa tujuanmu menikah denganku hanya untuk Syiera? Aku rasa jika tujuanmu hanya itu kita tidak perlu menikah. Aku bisa menjadi pengasuh Syiera jika kamu mau."


Kenapa Darren merasa sakit mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya. "Tidak, aku hanya perlu waktu untuk menerimamu," jawab Darren sambil menyentuh tangan Dania.


"Aku tidak memaksamu untuk mencintaiku," ucap Dania sambil berdiri. Dengan cepat Darren menarik lengan Dania hingga Dania terjatuh tepat di pangkuan suaminya. Darren pun memeluk Dania.


"Maafkan aku," ujar Darren dengan posisi masih memeluknya.


"Sudahlah tidak perlu minta maaf padaku." Dania mencoba melepaskan tangan Darren yang masih memeluknya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Darren setelah Dania berhasil melepaskan pelukannya.


"Aku takut ada yang melihat," jawab Dania malu-malu. "Aku ke atas dulu," pamit Dania pada suaminya.


Darren pun membiarakan Dania pergi, setidaknya ia sudah meminta maaf padanya. Darren melanjutkan bekerjanya melalui online hingga selesai.


Setelah selesai bekerja Darren pun pergi menyusul Dania ke atas, ia tahu kalau Dania pasti di kamarnya. Disaat Darren membuka pintu, ia disuguhi pemandangan yang membuat pusakanya langsung menegang seketika. Bagaimana tidak ia melihat istrinya yang sedang telanjang hendak memakai baju.


Dania melihat kearah pintu karena ia tahu ada yang membukanya, ia mendapati suaminya yang sedang memandanginya penuh tatapan gejolak. Dengan cepat ia pun menutup tubuhnya dengan handuk yang tergeletak di lantai.


Lalu Dania pergi ke toilet meneruskan memakai pakainnya di sana. Setelah selesai ia pun kembali. Dania sedikit canggung dengan kejadian barusan ia hanya tertunduk di depan cermin yang hendak menyisir rambutnya. Dania tak menyangka bahwa Darren akan menghampirinya. Darren membantu mengeringkan rambut istrinya lalu menyisirnya.


Setelah selesai Darren mencium pundak Dania, ia mencium aroma tubuh istrinya. Darren suka dengan wangi tubuh Dania. Lalu ia membalikan tubuhnya menjadi saling berhadapan. Darren mengangkat dagu istrinya ia hendak mencium istrinya. Ia akan menjadikan Dania istri yang sesungguhnya.


Disaat Darren akan menciumnya tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu. Hingga ciuman itu kembali gagal. Darren mendengus kesal karena ada yang mengganggunya.


Dania tersenyum melihat ekspresi suaminya. Sebenarnya ia juga merasa kecewa tapi ia tidak mungkin melanjutkan aksinya.


Darren pun membuka pintunya di sana sudah ada Syiera. "Dad." Syiera menggagalkan semuanya.


_


_


_


Ya gagal sudah rencana meraka๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ tinggalkan jejak ya readers๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2