Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 66


__ADS_3

Kini Lisa dan Darren sudah berada di dalam mobil, ia mengantar Lisa ke rumahnya untuk menemani istrinya.


Sesekali, Lisa melirik ke arahnya, tanpa Lisa sadari, Darren pun mengetahuinya. "Apa liat-liat!" ketus Darren.


Lisa mendengus kesal. "Siapa juga yang liatin, PD sekali," jawab Lisa tak kalah ketus.


Sebenarnya apa yang membuat mereka selalu bertengkar. Hingga akhirnya mereka pun memilih untuk diam kembali, tak ada gunanya. Yang ada malah bikin suasana tambah panas.


"Butuh tapi galak!" cetus Lisa.


Disaat itu pula Darren mendengar apa yang diucapkan Lisa, padahal Lisa berucap dalam keadaan pelan sekali nyaris tak terdengar.


"Ibu hamil ini benar-benar," gumam Darren dalam hati.


Keheningan itu terjadi kembali, ingin rasanya Darren berucap pada wanita yang ada di sampingnya itu, tapi diurungkan niatnya. Sepertinya macan betina itu lagi keluar tanduknya hari ini.


"Dania sebenarnya sakit apa? Padahal kemarin baik-baik saja?" tanya Lisa memecah keheningan.


Tidak mungkin Darren bilang pada Lisa kalau Dania sakit akibat mimpinya malam tadi. "Mungkin kecapean," jawabnya asal.


Tapi Lisa malah berpikir kalau sahabatnya itu sakit karena memikirkan kandungannya dan anaknya yang akan ia berikan pada Dania. "Apa kemarin aku keterlaluan ya pada Dania?"


"Apa yang kamu lakukan pada istriku?" semprot Darren pada Lisa. Sudah ngamuk aja ia pada Lisa. Darren-Darren, kalian benar-benar Tom & Jarry. Bikin othor geleng-geleng kepala.πŸ€¦β€β™€


"Aku gak nglakuin apa-apa," elak Lisa. Gawat! Kalau Srigala sudah mengaung begini bisa berabe. Pikir Lisa.


"Aku denger loh barusan yang kamu bilang!" Mata tajam Darren mengintimidasi Lisa.


Lisa langsung saja membuka pintu mobilnya, karena mereka sudah sampai ditujuannya. "Untung sudah sampai." Lisa bernapas lega kala ia sudah berada di depan pintu utama.


Lisa langsung saja menggedor pintu, agar Dania cepat membuka pintunya.


"Lisa ...," teriak Darren memanggil namanya,


Lisa sudah kelimpungan, ia celingak celinguk mencari tempat untuk berlindung menghindari amukan yang ia anggap Darren sebagai Srigala.


Lagi-lagi Lisa bernapas lega, ternyata Dania mendengar suara pintu yang ia gedor, tak sia-sia dirinya menggedor pintu sekuat tenaga, sampai-sampai tangannya merah.


"Apa sih, berisik!" kata Dania yang baru saja membuka pintunya.

__ADS_1


"Lisa, sedang apa kamu di sini?" tanya Dania. Lalu Dania melihat Darren berlari menghampiri Lisa. "Eh, eh, eh ... Kalian kenapa malah kejar-kejaran?" Kelakuan Tom & Jarry itu membuatnya kembali pusing.


Lisa berlari masuk kedalam rumahnya, disaat itu pula Darren mengejarnya. Dania bener-bener dibuatnya sampai geleng-geleng kepala.


"Darren ... Apa yang kamu lakukan?" sentak Dania.


Darren pun langsung menghentikan aksinya mengejar Lisa.


"Lisa kamu jangan lari-lari. Ingat! kamu sedang hamil!" kata Dania memperingati wanita hamil itu.


Lisa pun menghentikan larinya, ia ingat kalau dirinya tengah hamil. Kalau Dania tidak bilang padanya, mungkin ia akan lupa tentang kehamilannya.


"Nia ... Tolong aku." Lisa memasang wajah melasnya, agar Dania mau menolongnya.


"Gimana ceritanya kalian bisa di sini?" Bukannya menjawab, Dania malah memberikan pertanyaan pada mereka.


"Sayang, kenapa gak istirahat?" tanya Darren mengalihkan pertolongan Lisa. "Dasar wanita bar-bar. Pasti dia mau ngadu!" gumamnya kemudian.


"Aku laper, makanya aku ke dapur. Tapi disaat itu aku mendengar ada yang menggedor pintu, karena penasaran aku buka," jelasnya pada suaminya. "Kenapa kalian ada di sini? Terutama kamu, Lisa?" tanyanya sambil mengarahkan wajah dan pandangannya ke arah Lisa.


"Ah ... Sepertinya kamu baik-baik saja, tidak sakit." Dari kejauhan Lisa memperhatikan Dania. "Sedikit pucat sih," ucapnya lagi.


"Oh, aku memang sengaja menjemputnya untuk menemanimu di sini. Dan ternyata benar, kamu membutuhkan seseorang untuk membantumu, seperti sekarang ini!" Karena Darren tahu istrinya sedang lapar dan membutuhkan seseorang untuk membantunya, namanya orang sakit pasti butuh bantuan orang lain.


"Aku baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkanku!" jelasnya.


"Leo gak ikut?" tanya Dania pada Lisa. Lisa menggeleng memberi jawaban padanya.


"Dia 'kan harus kerja, Nia. Kalau dia ikut denganku kemari, bagaimana nasib cafe? Bisa-bisa kita gak makan," jawab Lisa panjang lebar. Dan itu membuat Darren merasa sudah merepotkan Lisa.


Bahkan Lisa meninggalkan Leo sendirian membiarkan perut suaminya keroncongan karena ia membawa istrinya kemari.


"Sudah ada Lisa di sini, aku berangkat, ya?" pamit Darren pada istrinya.


"Jangan lupa kirim orang untuk membantu suamiku di cafe?" sahut Lisa dari jarak yang lumayan jauh dari Darren.


"Iya aku ingat!" timpal Darren. "Ya udah, aku pamit dulu." Darren mencium kening istrinya sebelum pergi.


Setelah kepergian Darren, kini tinggal Dania dan Lisa di rumah itu.

__ADS_1


"Kamu sakit apa?" tanya Lisa kemudian.


"Aku cuma demam. Mungkin karena semalam gak pake baju tidurnya," jawab Dania.


Mendengar jawaban sahabatnya itu, Lisa jadi teringat kejadian semalam dengan suaminya. Karena ia pun sama dengan Dania, tidur dalam keadaan tidak memakai baju. Lisa jadi senyum-senyum sendiri membayangkan olah raganya semalam.


"Pasti mesum," kiranya pada wanita berbadan dua itu.


Lisa hanya mengulum senyum. Tak menjawab dari perkataan temannya. Iya, Lisa baru ingat kalau dirinya belum mandi.


"Aku numpang mandi, ya?" pinta Lisa.


"Kamu belum mandi? Jorok ...!"


Tanpa canggung, Lisa pun langsung ke kamar mandi yang ada di ruang tengah, tempat dimana ada tamu di sana.


"Tapi aku gak bawa baju ganti."


Sudah dipastikan Kalau Lisa bakal meminjam baju si pemilik rumah tersebut. "Iya, aku beri pinjam. Sanah mandi! Aku kira, tadi bau apa? Ternyata kamu belum mandi," cibir Dania pada Lisa.


Lisa mendengus kesal karena cibiran sahabatnya itu. Bahkan ia mencium aroma dari tubuhnya, apa benar ada bau aneh pada dirinya. Tapi Lisa tak mencium bau busuk atau bau dari tubuhnya. Yang ada bau parfum dari suaminya yang masih menempel di tubuhnya.


Ah ... Lisa jadi teringat akan suaminya. Jauh rindu, tapi kalau dekat-dekat, ia jadi kesal sendiri. Apa semua wanita hamil memang seperti ini? Merasakan yang hal sama seperti Lisa sekarang. Entahlah Lisa tidak tahu, karena ini pertama kali baginya.


Lisa pun langsung mandi, hingga bersih dan wangi. Menghilangkan bau yang kata temannya itu.


Sementara Dania, ia menyiapkan baju untuk dipakai Lisa. Sebenarnya, siapa yang sakit? Kenapa jadi ia yang melayani Lisa.


Ternyata kehadiran Lisa malah membuatnya repot. Pikiran suaminya itu benar-benar di luar ekspektasi. Tak lama, Lisa keluar dari kamar mandi, dirinya sudah bersih dan wangi.


Dania pun langsung memberikan bajunya yang ia pinjamkan pada Lisa.


"Ganti di kamar tamu aja," kata Dania.


Lisa pun mengangguk dan pergi ke kamar tamu sesuai arahan dari sahabatnya.


...****************...


Maaf kalau banyak typo, maklum aja, ya? Author baru, pasti banyak salahnya. Yang baca jangan pusingπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2