
Perjalanan pulang, ia tak bisa memfokuskan menyetirnya. Beberapa kali ia hampir menabark trotoar. Bahkan ia sempat dimarahi oleh pengemudi lain karena hampir menabrak.
Penuh perjuangan baginya untuk sampai rumah. Pada akhirnya setelah beberapa menit ia pun sampai dengan selamat. Sebelum ia turun dari mobilnya, Darren melirik ke arah bunga yang sempat di belinya tadi. Lalu ia pun meraih bunga itu untuk di berikan pada istri tercintanya.
Di dalam rumah
Dania mendengar deruman mobil, ia yakin bahwa itu suaminya. Lalu Dania pun bergegas dari kamarnya dan mulai menuruni anak tangga. Dari sana ia melihat Darren yang baru saja masuk.
"Kamu baru pulang?" tanya Dania dari tangga.
Darren pun menoleh ke arahnya dan tersenyum. Lalu ia berjalan menghampiri Dania, Dania tersenyum ke arahnya, karena ia melihat seikat bunga yang berada di tangan suaminya.
Darren langsung mencium kening Dania setelah berada tepat di hadapannya. Setelah melepaskan kecupan itu, ia langsung memberikan bunga itu padanya.
Dania melebarkan senyumannya setelah menerima bunga itu. Lalu ia mencuim aroma dari bunganya. "Bunganya cantik, aku suka. Terima kasih, ya?" Ia ucapkan sambil memeluk tubuh suaminya.
"Syiera sudah tidur?" tanya Darren kemudian. Di angguki oleh Dania. Lalu mereka berjalan beriringan menaiki anak tangga. Setibanya di kamar.
"Aku akan siapkan air hangat untukmu," kata Dania. Lalu ia pergi menuju kamar mandi. Namun sebelumnya ia menyimpan bunganya terlebih dulu di atas nakas.
Darren hanya terdiam mendapatkan perlakuan manis dari istrinya. Ia juga bingung harus berbuat apa? Jujur, ia belum sanggup untuk menyampaikan berita ini padanya. Darren menghembuskan napasnya berat sambil melonggarkan dasi yang ia kenakan saat ini. Ia duduk di sofa sambil menunggu Dania selesai menyiapkan air hangat untuknya mandi.
Beberapa menit ia memejamkan kedua matanya dengan kepala bersandar di sandaran sofa. Tak lama, Dania datang menghamipirinya. Dania menatap wajah suaminya lekat-lekat, terlihat jelas rautnya yang begitu nampak lelah, hingga ia tak tega untuk membangunkannya.
Dania membalikkan tubuhnya seraya meninggalkan suaminya dan membiarkan sejenak suaminya untuk beristirahat. Sebelum Dania melangkahkan kakinya. Dengan cepat Darren meraih tangan Dania, hingga Dania terjatuh tepat di pangkuannya.
"Aku kaget, tahu," kata Dania setelah berada di pangkuan suaminya. Darren malah mengeratkan pelukannya. Dania merasa bingung kenapa tiba-tiba suaminya seperti ini.
Dania memberanikan diri untuk bertanya padanya. "Apa ada masalah di kantor?" tanya Dania, Dania kepikiran masalahnya dengan Leo, karena ia tahu bahwa suaminya telah mencabut sahamnya yang ada di perusahaan Leo.
Lama Darren memeluk Dania, hingga pada akhirnya, Darren pun bersuara. "Apa pun yang terjadi, kamu tidak akan meninggalkanku 'kan?" Dania mengernyitkan dahinya, Kenapa suaminya bicara seperti itu? Pikir Dania.
Dania menangkup kedua pipi Darren lalu ia berkata. "Aku mencintaimu, aku tidak akan meninggalkanmu." Dania mencium bibir suaminya sekilas. "Ayo mandi, airnya keburu dingin," kata Dania. Di anggukki oleh Darren.
__ADS_1
Dania pun beranjak dari pangkuan suaminya, dan membiarkan suaminya pergi ke kamar mandi. Sementara ia pergi menuju tempat tidur. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 21. 30.
Dalam kamar mandi.
Darren menatap bayangannya di cermin sambil berpikir. Bagaimana kalau Dania meninggalkannya, ia tak akan sanggup kehilangan istrinya untuk yang kedua kalinya. Lalu ia menggelengkan kepalanya. Ia menepis rasa takut itu, untuk sementara ia tak akan memberitahukan masalah ini. Darren benar-benar akan menunggu waktu yang tepat, tapi tidak sekarang.
Lalu ia pun mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang telah di siapkan istrinya. Setelah selesai mandi dan memakai baju. Ia pun menyusul Dania, yang kini sudah berada di atas kasur yang empuk. Darren merebahkan tubuhnya di samping Dania.
Darren melingkarkan tangannya seraya memeluk istrinya. Dania yang tahu pun langsung mengubah posisinya, ia memeluk kembali suaminya. Hingga posisi mereka saling berhadapan dan berpelukan. Dan mereka pun terlelap bersama ke alam mimpi.
Tengah malam, Dania mendengar seseorang berucap dengan keras. Yang ia yakini itu bukan mimpi. Lalu Dania membuka matanya kala suara itu lebih jelas lagi di pendengaranya.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku. Sampai kapan pun kau tetap istriku!" Ternyata yang di dengar Dania itu adalah suara suaminya. Dania menyalakan lampu tidur. Bahkan ia menepuk-nepuk pipi suaminya. Keringat yang membasahi wajah suaminya begitu deras, Dania yakin bahwa suaminya itu mimpi buruk.
***
Malam ini, Leo nampak frustasi berat. Kamar yang begitu terlihat seperti kapal pecah. Botol minuman berserakan di mana-mana.
Perusahaannya merosot drastis. Membuatnya langsung jatuh miskin seketika. "Darren kau akan mendapatkan balasan dariku." Leo terus meracau mengutarakan kebencianya terhadap sahabatnya itu.
***
"Aku mencintaimu Dania! Sangat-sangat mencintaimu. Aku mohon jangan tinggalkan aku!" Darren menangis mengungkapkan rasa takutnya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu, aku juga mencintaimu!" Dania mengeratkan pelukannya. "Tidurlah, ini masih malam." Dania merebahkan tubuh suaminya, ia juga ikut berbaring. Dan mereka terlelap kembali.
Keesokan harinya.
Darren bangun lebih awal, bahkan ia sudah mandi dan sudah rapi. Lalu ia membangunkan istrinya yang masih berada dalam gulungan selimut.
"Sayang, bangun," kata Darren sambil mengelus pipi Dania.
Dania merasakan sentuhan di pipinya. Secara perlahan ia pun membuka matanya, yang pertama dilihatnya ialah suaminya. Sebuah senyuman tersemat di bibir keduanya. Darren mendudukan tubuhnya di samping Dania.
__ADS_1
"Ayo bangun? Aku mau mengajakmu ke kantor." Darren menarik lengan istrinya agar terbangun dari posisinya.
"Iya-iya, aku bangun." Dania segera bangkit, lalu menuju kamar mandi.
"Aku tunggu di bawah, ya? Dandan yang cantik," kata Darren.
"Berarti selama ini aku tidak cantik, begitu?" Dania memanyunkan bibirnya.
Darren terkekeh dengan tingkah laku istrinya, ia merasa gemas kalau melihat istrinya itu merajuk. "Setiap hari, kamu selalu cantik." Darren kembali memeluk istrinya itu bahkan ia mencium bibirnya.
Disaat Darren akan melepaskan ciumannya, dengan cepat Dania menahannya. Kini ciuman itu terjadi hingga lama, ciuman itu membangkitkan gairah suaminya. Bahkan Dania meremas pusaka suaminya itu dari luar celananya.
"Sayang ... Kau menginginkannya?" Darren membopong tubuh istrinya ala bridel style. Dengan perlahan ia merebahkan tubuh istrinya.
Darren menindihnya. Hingga ciuman itu kembali terjadi. Ciuman itu beralih ke yang lain, dari leher sampai dada. Darren membuka kancing piama istrinya, dan kini terpang-pang jelas dua bukit kembar itu yang masih terbungkus bra. Darren sedikit meremasnya, hingga Dania mengeluarkan suara mendesah.
Darren mencari pengait bra itu di belakang punggung istrinya. Pada akhirnya ia pun menemukannya. Darren langsung melu***t dua bukit itu secara bergantian.
Bahkan Dania menjabak rambut suaminya, karena ia menikmati permainan lidah suaminya. Tak hanya disitu, Darren mulai menggerayangi tubuhnya. Meremas bo*k*ng miliknya, tangan Darren mulai menjelajah kearea sensitifnya.
"Aaahhh ... Sayang, itu nikmat," ucap Dania. Darren menghentikan permainan jemarinya. Ia mengganti permainan itu dengan mulutnya. Permainan lidahnya mampu membuat Dania semakin mendesah.
"Keluarkan desahanmu, jangan di tahan." Pada akhirnya Dania mencapai puncaknya. Darren memberikan ruang pada istrinya sebentar. Lalu kini gilirannya.
Sekarang Dania yang memimpin permainan. Ia melu**t pusaka suaminya, Darren pun mendesah nikmat. "Lebih cepat, sayang," pinta Darren.
Dan sekarang Dania menaiki tubuh suaminya, perlahan ia memasukan pusaka itu ke dalam area sensitifnya. Dania mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur.
Tak lama tubuh Darren mengerang hebat, karena ia sudah mencapai puncaknya.
_
_
__ADS_1
_
Segitu aja ya gaes.. Lovu u para readers๐๐๐