
Tepat di hari ini. Dimana Darren akan memberitahukan tentang hubungannya dengan Dania pada ibunya. Bahwa ia akan menikahi Dania.
"Tidak usah cemas seperti itu," ucap Darren pada Dania.
Dania menghela napasnya sejenak, sungguh hari ini ia begitu gugup. Namun ia melihat Darren yang nampak biasa saja, seperti tak ada apa-apa. Bukannya Darren akan memberitahukan kabar ini pada ibunya.
"Kenapa dia bisa sesantai itu," guman Dania dalam hati.
"Apa mereka dalam perjalanan?" tanya Dania. Darren hanya mengangguk mengiyakan jawabannya.
"Aku sudah bilang, santai saja. Kenapa harus mondar-mandir seperti itu? Mataku terasa pegal melihatmu begitu!" kata Darren.
Dania hanya memutar bola matanya karena jengah. Pernikahan ini tidak ada artinya bagi Darren, Darren menikahi Dania hanya karena Syiera. Bukan cinta atau merasa kasihan karena Dania terpaksa menjadi wanita penghibur.
Suara deruman mobil terdengar di pendengaran Dania. Seketika Dania menghampiri suara tersebut. Sebelumnya ia membuka pintu terlebih dahulu.
Setelah membuka pintu, nampak anak kecil yang langsung berlari menghampirinya lalu memeluk tubuhnya. Dania suka dengan anak itu, karena lucu dan menggemaskan. Dania langsung menggendong anak itu.
"Nyonya," sapa Dania karena ia melihat Karren yang sudah turun dari mobil yang ia tumpangi.
Karren tersenyum menanggapi sapaan Dania, lalu mengusap punggung Dania. Respon yang baik bukan? Kedatangan Dania begitu disambut oleh Karren. Dan mulai saat ini Karren akan memperlakukan Dania layaknya seorang menantu. Bahwa Karren yakin. Kalau anaknya akan menikahinya. Semoga!
"Dimana, Darren?" tanya Karren pada Dania saat memasuki rumah itu. Sebelum Dania menjawab, Darren lebih dulu menyambut kedatangan ibunya.
"Mom," sahut Darren dari dalam lalu mencium pipi Karren setibanya di hadapan ibunya. Karren mengusap wajah anaknya lalu tersenyum, walau Darren sudah dewasa, tapi Karren selalu menanggap Darren adalah putra kecilnya. Karena Darren anak satu-satunya.
"Daddy, apa kau tak merindukanku?" tanya Syiera yang masih berada dalam pangkuan Dania. Darren terkekeh mendengar ucapan dari putri semata wayangnya itu.
Darren mengambil alih Syiera dari pangkuan Dania. Tatapn Darren dan Dania beradu namun dengan cepat Dania memalingkan wajahnya ke tempat lain. Ini membuat Dania semakin gugup.
__ADS_1
"Kenapa setiap menatap matanya, hatiku menjadi tak karuan seperti ini, ya Tuhan ...," ucap Dania dalam hati. "Aku harap ini tidak akan berlarut lama."
Darren menciumi wajah gadis kecilnya itu. "Daddy juga merindukanmu, apa semalam kamu nakal pada Oma?" tanya Darren sedikit gemas.
"Tidak! Aku 'kan anak baik, Dad. Turunkan aku. Aku hanya ingin digendong Momy," ucap Syiera. Dan Darren pun melepaskan Syiera dari gendongannya. Darren mengabulkan apa yang dimau anaknya. Darren juga senang bahwa ia dapat melihat anaknya hidup dengan penuh kebahagian. Tanpa ia sadari telah menyakiti hati Dania, karena menikahinya secara terpaksa. Dan harus berlaga tidak ada hubungan apa-apa jika sedang berdua. mungkin sikap Darren akan kembali acuh padanya.
"Mau sampai kapan di sini terus?" ujar Karren pada anaknya juga pada Dania. Dania tesenyum hangat pada Karren, Dania bersyukur bahwa Karren sangat mendukung hubungannya dengan Darren. Setidaknya tidak terlalu menyakitkan bila ada Karren di sini. Bahkan Dania bisa meminta pertolongannya jika suatu nanti dibutuhkan.
Mereka masuk ke dalam bersamaan. Setibanya di ruang tamu, Karren langsung mendudukan dirinya di sofa.
"Mau minum apa, Nyonya?" tanya Dania sambil mendudukan Syiera di sampingnya.
"Syiera, kamu tunggu di sini sama Oma, ya?" Syiera mengangguk mengerti.
"Dania," panggil Karren.
Dengan cepat Dania menoleh, "iya, Nyonya," jawab dania.
"Tapi ...," ucapnya terputus kala Dania melihat gerakan tangan Karren yang mengisyaratkan bahwa perkataannya tak bisa dibantah.
Dania tertunduk seketika. Dibalik keceriaannya Dania hanya seorang wanita yang terpuruk. Menerima nasib yang sudah digariskan Tuhan untuknya.
Darren hanya terdiam melihat interaksi kedua wanita yang ada dihadapannya itu. Ia belum pernah melihat sang ibu begitu akrab dengan mendiang istrinya. Entah apa penyebabnya hingga saat ini Darren pun tak tau. Tapi kenapa berbeda dengan Dania, bahkan Karren menyambutnya dari awal bertemu.
Darren langsung teringat dengan ucapan ibunya waktu itu. dimana Karren lebih mengenal Dania dari dirinya. Bahkan Darren tidak pernah mengatakan latar belakang Dania pada siapa pun termasuk ibunya. Pertanyaan itu selalu ada dalam pikirannya. Apa penyebabnya? Hingga Karren begitu menginginkan pernikahan diantara mereka.
"Darren ..., mau sampai kapan kamu berdiri terus di situ?" tanya Karren. Darren langsung menoleh ke arah suara tersebut, lalu ia ikut duduk bersama ibunya di sofa.
"Nya ..., eh, maksudku, Mom. Mau minum apa?" tanya Dania kembali.
__ADS_1
"Tidak usah membuatkan minuman. Momy tidak akan lama, karena Momy ada urusan," tolak Karren sopan.
"Jangan terburu-buru, Mom. Ada sesuatu yang mau aku bicarakan," ucap Darren sambil mengubah posisinya menjadi menyamping ke arah ibunya. Lalu menatap manik ibunya. Karren yang melihatnya pun merasa aneh dengan tingkah laku anaknya itu.
"Ada apa?" tanya Karren seketika.
Darren menarik napasnya dan mengeluarkan secara perlahan. Darren menatap wajah ibunya lekat-lekat dan tangannya yang menggenggam tangan ibunya lalu berkata.
"Mom, aku akan menikahinya," kata Darren sambil mengrahkan pandangan pada Dania. Dania menyaksikannya tanpa terlewatkan.
"Kamu serius!" ujarnya terkejut, Karren tak percaya bahwa akan secepat ini. Kabar ini ia harus beritahukan pada suaminya.
"Iya, Mom. Aku serius," jawab Darren lemas. Ia tak bersemangat mengatakannya karena tak ada cinta dipernikahannya nanti.
"Dad, menikah itu apa?" tanya Syiera polos.
Karren dan Darren langsung menoleh ke arah dimana Syiera berada. "Kamu meninginkan Momy 'kan?" tanya Karren pada cucunya itu. Syiera yang mangangguk pun langsung melihat ke arah Dania. Karena Karren mengucapkannya sambil menunjuk Dania, secara tidak langsung ia mengatakan bahwa Dania adalah ibunya
Dania meneteskan air matanya. Menangis bukan karena terharu atau tangisan bahagia. Melainkan ia harus pasrah karena tak ada cara lain untuknya berhenti menjadi wanita malam. Darren memenuhi semua kebutuhan Dania termasuk biaya membooking Dania pada Madam Rosa. Dania terlepas dari Madam Rosa karena Darren akan mengirimkan uang setiap bulannya. Menggantikan penghasilan Dania menjadi wanita penghibur.
_
_
_
**Hai gaes... Terima kasih pada kalian yang sudah kasih aku like. Jangan lupa komentarnya
Perjalanan Dania baru saja akan dimulai. Jadi bagi yang masih penasaran dengan kelanjutannya ..., jadikan novel ini masuk daftar favorit mu, ya?
__ADS_1
Likenya jangan lupa. Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak😘😘😘**