Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 70


__ADS_3

Pagi ini, Dania sudah berada di dapur bersama bi Mila, membantu memasak, karena hari ini ada Lisa dan Leo. Jadi masakan tentu bertambah dari biasanya. Bi Mila sudah melarang majikannya itu untuk berkecimpung di dapur, Tapi inilah Dania. Tak bisa membiarkan orang kerepotan dan kecapean, meski itu memang tugas bi Mila.


Mila betah bekerja dengan Nyonya mudanya, baik, tidak sombong, dan suka membantu. Itu sebabnya, bi Mila berpikir kenapa Tuan mudannya sangat mencintai istrinya. Padahal bi Mila juga tahu siapa jati diri majikan barunya itu.


"Semua sudah selesai," kata Dania sambil meletakan hasil masakannya di atas meja.


Tak lama dari situ, Darren datang menghampiri istrinya, sambil mengucek kedua matanya. Karena ia baru saja bangun dari tidurnya. Tentu itu membuat Dania sedikit sewot pada suaminya.


"Biasakan sebelum turun itu mandi dulu," katanya sambil mendorong tubuhnya yang hendak mengambil hasil masakannya dengan tangannya secara langsung. "Jorok ...! Mandi dulu!" titahnya lagi.


"Sedikit saja," sahut Darren, ia ingin mencoba makanannya dulu. Akhirnya Dania pun mengambilkan makanannya menggunakan sendok, lalu menyuapkannya pada suaminya.


"Ya udah kalau begitu, aku mandi dulu." Darren berlalu pergi sambil mengunyah makanannya.


Disaat melintas tepat di hadapan pintu kamar tamu, suara gaduh terdengar dari dalam sana. Membuat Darren langsung bergidik, ia mendengar jeritan Leo. "Dasar bar-bar," ucapnya sambil berlalu. Ia sudah mengira itu pasti kelakuan Lisa, entah apa penyebabnya sampai Leo mengaduh. Darren pun berlalu, ia langsung membersihkan diri setibanya di kamar.


***


"Maaf, aku tak sengaja," kata Lisa menyesal.


Tak mau memperpanjang masalah yang dibuat Lisa, Leo mencoba menghilangkan rasa bersalah istrinya padanya.


"Ini gak apa-apa kok, gak sakit. Aku hanya kaget saja kamu menekan benjolnya," ucapnya sambil nyengir dibuat seyakin mungkin pada istrinya bahwa ia memang tidak apa-apa dengan dahinya.


"Kenapa itu, bisa begitu?" Tunjuk Lisa pada dahi suaminya.


"Hanya kebentur," jawabnya singkat.


Ia tak mungkin mengatakan kalau ini perbuatan Genik bahwa semalam mereka satu mobil dengannya bahkan ia sempat mengantarkan Genik pulang. Bisa murka Lisa nanti. Leo hanya tak ingin berdebat dengannya, apa lagi ia tahu keberadaannya sekarang. Akan malu kalau mereka ribut di rumah orang.

__ADS_1


"Lebih baik, kamu mandi dulu. Aku akan menemui Dania meminjam baju lagi untukmu." Tak mendengar jawaban dari istrinya, Leo langsung beranjak dari tempat tidurnya. Padahal itu alasannya untuk menghidari kecurigaan istrinya tantang dahinya.


Setelah kepergian Leo, Lisa langsung membersihkan dirinya.


Tak lama, Leo sudah kembali sambil membawa baju yang ia pinjam pada si pemilik rumah. Sungguh, ia sangat merepotkan Dania hari ini, padahal dirinya yang lebih direpotkan oleh Darren, sampai ia harus berakhir menginap di rumah ini.


Lisa keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya. Pemandangan seperti ini tentu membangkitkan Anaconda milik suaminya. Perlahan ia memgambil baju yang di pegang suaminya, Leo hanya menatap tubuh istrinya. Ingin ia menjamah tubuh itu, tapi ia sadar, bahwa ia sedang di rumah temannya. Tidak mungkin ia olah raga bersama istrinya pagi ini, apa lagi di rumah orang. Sekuat tenaga ia menahan gejolak itu.


Dengan cepat Lisa memakai bajunya. Lalu menyuruh suaminya untuk mandi, sementara ia akan keluar dari kamar.


Lisa langsung menemui Dania, ia tahu keberadaan sahabatnya itu. Karena ia mencium bau makanan yang ia rasa itu hasil masakan Dania. Langkahnya langsung menuju dapur, dan tenyata benar Dania ada di meja makan. Ia duduk seorang diri, menunggu suami dan anaknya yang sedang mandi. Bi Mila juga sedang membantu Syiera karena hari ini Syiera akan sekolah.


"Lisa," kata Dania. "Ayo sini?" ajaknya sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya.


Tanpa ragu Lisa langsung mendudukkan tubuhnya di sebalah Dania. " Maaf Nia, aku terlalu merepotkanmu," kata Lisa.


Dania mengerutkan keningnya. "Ah, kamu ini. Kenapa harus minta maaf, aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku. Jadi tidak perlu sungkan, ya?" jawabnya sambil tersenyum.


"Syiera belum turun?" tanya Darren setelah mendudukkan dirinya di sebelah istrinya.


"Belum, sebentar lagi mungkin," jawab Dania.


Darren memperhatikan Leo, ia langsung saja bertanya. "Jidatmu kenapa?" tanyanya sambil melihat kearahnya.


"Sekretarismu tuh gak bener," kata Leo tak sadar akan ucapannya. "Nyetirnya melamun, jadi gue kebentur, karena dia mengerem mendadak," ucapnya lagi. ia masih belum sadar akan ucapannya barusan.


Seketika, Lisa langsung membulatkan matanya, mendengar penjelasannya pada Darren. Lisa langsung saja menggebrak meja saking marahnya ia telah di bohongi oleh suaminya.


Semua yang berada di ruangan itu langsung melihat kearah Lisa. Kenapa wanita itu marah setelah mendengar kata-kata dari suaminya.

__ADS_1


"Lisa, kamu kenapa?" tanya Dania, ia panik karena baru kali ini melihat Lisa penuh dengan emosi.


Leo yang sudah menyadari akan ucapannya, langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia mencoba menyembunyikan kejadian semalam, tapi pada akhirnya ia sendiri yang sudah memberitahukannya.


"Kenapa tidak bilang kalau itu perbuatan Genik." Tatapan matanya begitu tajam ke arah suaminya. Ia marah bukan karena soal dahinya yang benjol, ia marah karena ia tak jujur padanya. "Kenapa tak menjelaskannya padaku, hah! Kenapa harus menyembunyikan ini dariku. Apa ada hubungan spesial diantara kalian?" sarkas Lisa yang hilang kendali.


Leo tak menyangka kalau istrinya itu akan memiliki pikiran seperti itu terhadapnya. Bodohnya, kenapa ia tak langsung saja menceritakan yang sebenarnya. Kalau begini jadi berabe 'kan?


"Aku tak berniat membohongimu, aku hanya tak ingin membuatmu cemas," jelas Leo. Ia benar-benar menyesal karena tak jujur dari awal.


"Aku lebis suka kamu bilang apa adanya, bukan seperti ini." Tangis Lisa pecah di hadapan sahabatnya.


"Tenangkan dirimu, ingat! Kamu tidak boleh banyak pikiran. Leo begitu mungkin benar, dia tak mau kamu berpikir macam-macam," jelas Dania menenangkan Lisa.


Lisa kembali diam, tangisnya langsung berhenti. Apa kata temannya itu benar, ia tak mau masalah ini menjadi buruk untuk janinnya. Akhirnya Lisa memilih untuk pergi, ia tak jadi sarapan pagi itu. Perutnya mendadak kenyang.


Leo hendak mengikuti istrinya, tapi dicegah oleh Dania.


"Hey ... Apa kamu mau membujuk istrimu dengan tangan kosong," ucapnya pada Leo.


Leo langsung menoleh ke arah Dania, lalu manik matanya melihat ke arah Darren, kenapa istrinya bilang begitu. Leo mendadak menjadi orang bego, harusnya ia bisa membuat Lisa tak marah padanya. Bukankah selama ini ia pandai dalam urusan perempuan.


"Ini, jangan biarkan istrimu tak sarapan." Dania memberikan piring yang sudah terisi dengan nasi beserta lauk pauknya.


Leo kini mengerti dari ucapan Dania, ia pun pergi untuk menemui istrinya yang sedang merajuk.


......................


Terima kasih kepada readers yang masih terus mengikuti ceritaku. Othor minta dukungannya ya?

__ADS_1


Like dan komen, itu membuat othor lebih semangat untuk meneruskan cerita ini. Jangan bosan dengan alurnya, mungkin sedikit jauh dari judul, ya?


Tapi Othor ucapkan sekali lagi terima kasih. Love u sekebon cabe. Biar tambah hot😂😂


__ADS_2