Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 46


__ADS_3

"Aku yakin, aku tidak salah dengar. Itu suara perempuan." Lisa sibuk dengan pemikirannya, tapi, ya sudahlah mau gimana lagi. Pikir Lisa.


"Aku hubungi Dania, ah." Lisa mulai menekan tombol di ponselnya. Setelah sambungan itu tersambung, tapi Dania tak kunjung menjawab panggilannya.


"Kemana, sih? Kok ga diangkat," gerutu Lisa kemudian. "Apa dia lagi sibuk kali ya?" sambungnya lagi pada dirinya sendiri.


***


"Leo ... Kembalikan ponselku!" Teriak Dania. Leo terdiam setelah siapa yang menghubungi Dania. Ia melihat foto seorang wanita dalam panggilan itu.


"Apa hubunganmu dengan wanita yang baru saja menghubungimu?" tanya Leo.


"Maksudmu?" tanya Dania tak mengerti. Karena ia tak tahu siapa yang baru saja menghubunginya. Lalu Leo memperlihatkan layar di ponsel Dania pada dirinya.


"Lisa," kata Dania.


"Kau mengenalinya?" tanya Leo.


"Dia sahabatku, Leo." Dania mulai meredupkan pandangannya. Sementara Leo, ia begitu panik melihat Dania pingsan. Apa lagi ia baru saja tahu bahwa Dania sahabat Lisa.


"Lisa pasti akan marah besar padaku kalau dia tahu aku menculik Dania, dan sempat menyakitinya. Tapi kenapa dia tidak bilang padaku waktu dulu." Setelah bicara sendiri, Leo menepuk-nepuk pipi Dania. "Bagaimana ini?" Seketika Leo menyadari apa yang dilakukannya itu salah.


"Aku harus membawanya ke rumah sakit. Tapi bagaimana kalau Dania melaporkanku pada Polisi?" Leo nampak cemas dengan keadaan Dania.


Lalu, Leo melihat ke arah paha Dania. Betapa terkejutnya ia setelah melihat pangkal pahanya. "Darah." Leo sejenak terdiam. Tak lama itu ia melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki Dania.


Leo langsung membopong tubuh mungil itu, membawanya ke dalam mobil. Dengan cepat ia langsung menancapkan gasnya. Membutuhkan waktu lebih dari satu jam menuju rumah sakit. Sesekali, Leo melihat ke arah Dania. Wajahnya terlihat sangat pucat, Leo menambahkan kecepatannya.


Tak lama dari situ, ia sampai pada rumah sakit yang tak terlalu besar. Namun ia yakin, ini bisa menolong Dania. "Apa Anda suaminya?" tanya seorang Suster. Leo mengangguk mengiyakan, ia pikir akan lebih cepat jika ia mengakui Dania sebagai istrinya.


Setelah Leo mengisi formulir, Dania langsung di tangani oleh Dokter. Bahkan Leo menggunakan kartu debit yang di bawa Dania sebagai jaminannya.


***


Darren melihat notif pesan pada ponselnya. Ia langsung mengeceknya, ia terkejut mendapati notif tersebut. "Mom, aku tahu dimana istriku berada." Darren langsung saja pergi meninggalkan ibunya. Ia langsung bergegas mengunjungi alamat di mana Dania menggunakan transaksi dari kartu debit yang di gunakannya.

__ADS_1


Cukup lama Darren sampai di sana. "Rumah sakit," ucapnya pada diri sendiri. Darren langsung turun dari mobilnya, dengan cepat ia menanyakan pasien bernama Dania. Dan ternyata benar, nama Dania tertulis sebagai pasien di rumah sakit tersebut.


"Kalau boleh tahu, pasien sakit apa, Suster?" tanya Darren sebelum ia menemui istrinya.


"Pasien mengalami pendarahan, Tuan. Anda siapanya pasien?" tanya Suster.


"Saya suaminya, Sus." Suster itu terdiam setelah mendengar penuturan Darren bahwa ia sebagai sumainya.


Bagaimana bisa wanita itu memiliki dua suami? Pikir Suster. "Sus, kenapa bengong? Dimana istri saya?" tanya Darren kemudian.


"Is_istri Anda di IGD, Tuan," jawab Suster terbata.


Darren langsung menemui Dania di ruangan IGD. Sebelum ia sampai di ruangan itu, ia melihat seseorang di depan pintu IGD tersebut, yang ia yakini orang itu pasti yang telah menculik istrinya.


Sebelum ia sampai, orang itu lebih dulu melihatnya. Pada akhirnya, Orang itu mampu melarikan diri. Darren tak mengenali orang itu, karena baju yang dikenakan Leo sangat menutupi semua lekuk tubuhnya, bahkan Leo menggunakan masker dan topi.


Tak lama, seorang Dokter keluar dari ruangan itu. Darren langsung menghampiri Dokter, dan langsung menanyakan keadaan Dania.


"Bagaimana istri saya, Dok?" tanya Darren.


"Pasien di dalam bernama Dania 'kan, Dok?" Dokter itu mengangguk.


"Tapi, Anda siapanya pasien?" Dokter itu nampak bingung. Pasalnya orang yang membawa pasien juga mengatakan bahwa dia suaminya.


Dan Sekarang, ada orang lain yang mengakui suami dari pasien. "Bagaimana keadaannya sekarang, Dok?" Pertanyaan Darren mampu membuyarkan lamunan Dokter.


"Kondisinya lemah. Maaf, saya tidak bisa menyelamatkan janin pasien." Tubuh Darren langsung ambruk ke lantai. Lututnya yang berpijak menahan tubuhnya.


"Dania ..." Darren menelusupkan wajahnya pada kedua tangannya, tangisnya pecah.


"Maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik," lirih Darren dalam tangisan.


Lalu ia kembali bangkit, bukan saatnya ia menangis. "Apa saya bisa menemuinya sekarang, Dok?" tanya Darren.


"Bisa, tapi pasien belum sadar. Saya harap Anda bisa tenang di sana, dan tidak mengganggu pasien," jelas Dokter.

__ADS_1


Darren mengangguk mengerti. Lalu ia langsung menemui Dania di IGD, pertama yang ia lakukan adalah menangis. Merasa bersalah pada istrinya. "Sayang," ucap Darren setibanya di sana. Darren mengelus pucuk rambut istrinya, lalu mencium keningnya dengan lembut dan hati-hati.


***


"Sial, kenapa Darren tahu kalau Dania di sini," umpat Leo. Untung ia bisa melarikan diri sebelum Darren melihatnya. Pikir Leo.


"Tapi, bagaimana keadaannya sekarang, ya?" tanyanya pada diri sendiri. "Aku mencelakai orang yang tak berdosa." Leo menyadari apa yang dilakukannya saat ini, itu salah.


Lalu ia menghubungi Lisa.


"Lisa, aku ingin bertemu denganmu," pinta Leo pada Lisa di sebrang sana.


Lisa menyetujui permintaan Leo. Dan sekarang mereka sudah saling bertemu. "Maafkan aku, Lisa," ucapnya pada Lisa Setibanya di sana.


"Kamu kenapa, Leo? Kenapa minta maaf?" Lisa nampak bingung dengan Leo.


Leo langsung menceritakan apa yang terjadi hari ini termasuk menculik Dania pada Lisa. Lisa sangat terkejut, dan terpukul setelah mengetahui Dania berada di rumah sakit sekarang.


"Leo ...! Kenapa kamu seceroboh ini." Lisa begitu murka pada Leo. "Kamu tahu, siapa yang menolongmu kemarin?" kata Lisa meninggikan suaranya, sampai-sampai orang melihat kearahnya. "Dania yang menolongmu, kalau bukan Dania yang membayarkan rumah sakit waktu itu untukmu. Mungkin kamu sudah MATI!" Ada penekanan dikalimat terakhir yang diucapkan Lisa padanya.


Seketika Leo terdiam, lidahnya tercekat. Membayangkan apa yang dilakukannya pada Dania. Sungguh begitu kejam.


"Maafkan aku, Lisa." Leo bersimpuh di hadapan Lisa.


"Minta maaflah pada Dania, bukan padaku," kata Lisa dengan ketus.


"Tapi aku takut Dania tak memaafkanku. Aku takut, Dania melaporkanku ke polisi." Tubuh Leo bergetar, sungguh ia merasa takut. Bukan penjara yang begitu ditakutkan olehnya. Tapi, ia takut kalau Darren tak akan memaafkannya.


Persahabatan yang sudah terjalin puluhan tahun harus terpecah karena keegoisan Leo.


"Lalu aku mesti gimana? Aku tidak mungkin menemui mereka sekarang!" kata Leo, ia berharap, Lisa akan membantunya.


"Maafkan aku, Leo. Untuk ini, aku juga kecewa padamu." Lisa langsung pergi meninggalkan Leo dalam posisi masih berlutut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hari ini othor up 2 bab. Semoga kalian senang terutama untuk DIA, yang merasa pasti seneng tuh, kalau othor up lagi. Tak perlu menunggu malam.🤭🤭🤭😂😂😂


__ADS_2