
Dua minggu telah berlalu, dari pasca kecelakaan Dam. Dan kini mereka harus kembali ke negri asal mereka. Dam harus merelakan hubungannya dengan sang kekasih.
Ya, Dam kini sudah resmi berpacaran dengan Alea, namun mereka harus menjalin hubungan dengan jarak jauh. LDR, itu yang cocok disandang dengan hubungan mereka.
Dam sempat protes kepada orang tuanya, kenapa ia tak diijinkan kuliah di London? Kuliah bersama Alea. Tapi Dania yang tak mengijinkan itu. Ia tak ingin berpisah dengan jarak lama dengan sang putra, akhirnya Dam pun mengalah.
Kini mereka sudah sampai di Indonesia, tanah kelahiran mereka. Syiera tersenyum setibanya di sana. Dihirupnya udara, jauh berbeda dengan London. Kota Jakarta tercemar dengan polusi kendaraan, namun ia lebih suka berada di sini.
Bukannya apa-apa, ia sudah rindu dengan sang pujaan hati. Terpisah selama dua minggu membuatnya serasa satu tahun. Lebay memang, tapi itulah yang dirasakannya saat ini.
Mereka berempat dijemput oleh supir. Namun, Syiera menolak untuk pulang bersama mereka. Karena Alex sudah tahu kepulangan Syiera, jadi Alex menjemputnya. Tadinya Darren sempat melarang. Namun Syiera kekeh, akhirnya Darren terpaksa mengijinkan anaknya pulang bersama Alex.
Kini Syeira sudah berada di dalam mobil Alex, Syiera sedari tadi tersemyum, ia senang karena telah berjumpa dengan kekasihnya.
"Ra, apa kita langsung pulang?" tanya Alex
Syiera menoleh kearahnya, dan mengangguk.
"Aku lelah," jawab Syiera apa adanya. Ia memang lelah, karena selama di London ia harus menggantikan ayahnya untuk urusannya di sana, ditambah lagi dengan kecelakaan yang menimpa Dam. Itu benar-benar menguras tenanganya.
"Baiklah." Dengan rasa kecewa, Alex menuruti keinginan sang kekasih. Tadinya ia ingin mengajak Syiera ke sesuatu tempat. Ada sureprise yang akan diberikan padanya. Tapi kini kejutan itu jadi gagal karena Syiera yang merasakan lelah akibat perjalanan jauhnya.
Alex berencana akan memberikan kejutan itu di rumah saja, niatnya ingin romantis kaya di film-film namun harus gagal.
Darren lebih dulu tiba dari pada Syiera. Ia mondar-mandir seperti cacing kepanasan. Dan itu membuat Dam dan Dania yang melihatnya menjadi pusing.
"Dad, bisa tidak jangan mondar-mandir begitu! Mataku pusing lihatnya," sindir Dam
Namun Darren tak mengubris. Ia malah tambah panik ketika hari mulai sore. Kemana mereka sampai jam segini belum pulang? Entahlah. Hanya Syiera dan Alex yang tahu.
"Coba hubungi dia," saran Dania.
Darren sudah berkali-kali menghubungi nomor putrinya, tapi malah tidak aktif.
"Oh iya, aku baru ingat. Ponsel Syiera tadi batrenya habis," sahut Dania.
Tak lama, deruman mobil terdengar dipendengaran mereka. Mungkin itu anaknya yang baru saja tiba.
"Dari mana saja kalian! Jam segini baru pulang!" Geram Darren pada seorang pria yang telah berani membawa anaknya pergi.
Dulu, sikap darren begitu baik pada Alex. Tapi setelah mengetahui niat terselebung keluarganya, ia memberi jarak pada Alex pada Syiera. Segala cara telah ia lakukan untuk memisahkan mereka, namun selalu gagal.
"Maaf, Om. Mobil tadi bannya bocor," jelas Alex.
"Iya, Dad. Kenapa harus marah, sih," Syiera membela Alex. "Kan bisa tanya secara baik-baik," sambungnya lagi.
Hari sudah malam.
Alex masih berada di rumah Syiera, sejak tadi. Darren sudah geram dengan keberadaan Alex di sini.
"Om, Tante. Maaf, kalau saya lancang," kata Alex. Alex sudah membulatkan tekadnya untuk melamar Syiera malam ini juga.
"Kedatangan saya kemari, saya ingin mengajak Syiera menikah," jelas Alex.
__ADS_1
Syiera senang tak terkira, Alex mengajaknya menikah. Sudah tak sabar rasa ingin segera naik pelaminan. Akhirnya, keinginannya untuk menikah muda kini tercapai.
Darren tak mampu menjawab, apa lagi Syiera langsung menerima lamaran itu sendiri. Memang, yang akan menjalani rumah tangga adalah dirinya. Tapi, sebagai orang tua, ia hanya ingin yang terbaik untuk anaknya.
Hari pernikahan pun telah ditetapkan. Syiera hanya menunggu hari itu tiba.
Keesokan harinya.
Syiera sudah bergelut dengan pekerjaannya. Sibuk, sangat sibuk. Makan siang pun ia lakukan di ruangannya.
Tok tok tok
"Masuk," seru Syiera
Ragu untuk masuk, tapi ini sudah tugasnya. Mau tak mau OB itu pun masuk, dengan perlahan tapi pasti.
Ya, Attar seorang OB. Yang kemarin membuat kesalahan tapi kesalahan itu bukan sepenuhnya salahnya.
Syiera tahu siapa yang mengantarkan makanannya. Tapi, ia tak ingin membuang-buang waktu. Pekerjaannya menguras tenaganya.
Attar pun pamit setelah meletakkan pesanan atasannya itu. Seulas senyum terukir di bibir Attar. Attar pun melipir pergi.
"Ish ..." Syiera geleng-geleng kepala, ia tahu apa yang terjadi barusan. Namun ia mengacuhkannya. Attar jauh dari kriterianya.
Tak hanya modal tampang jika ingin bersanding dengannya. Semua harus perpack di matanya. Seperti calon suaminya sekarang. Syiera tidak tahu saja, kalau keluarga calon suaminya itu wajah bertopeng.
Semakin hari semakin dekat dengan pernikahan Syiera. Darren mulai menampakkan kepanikkannya. Bagaimana caranya membatalkan pernikahan anaknya sendiri. Bukan dibatalkan, hanya Darren mencari cara bagaimana caranya agar Syiera tak jadi menikah dengan Alex.
Sebuah ide muncul dalam otaknya. Ia pung langsung menghubungi seseorang.
Sekarang tinggal mencari orangnya. Darren pun pergi keluar dari ruangannya.
Dilihatnya, ada seorang OB yang sedang membersihkan jendela kaca.
"Kenan?" panggil Darren. Kenan adalah sekretaris barunya, setelah Genik menikah, Genik langsung mengundurkan diri.
"Iya, Pak. Ada apa?" jawab Kenan.
"Dia OB baru?" tanya Darren, ia baru melihatnya.
"Iya, tapi sebelum Bapak pergi ke London kemarin, dia sudah ada, Pak," jelas Kenan.
Kenapa hati Darren terpaut pada pria itu? Pikirannya malah membayangkan kalau Syiera bersanding dengannya.
"Siapa namanya?"
"Attar," jawab Kenan.
"Saya minta sifi-nya dia."
"Untuk apa, Pak?"
"Sudah lakukan saja!"
__ADS_1
Sesuai perintah, Kenan langsung bergegas ke ruangan HRD, ia meminta sifi Attar. Setelah mendapatakannya, Kenan langsung memberikan apa yang diinginkan atasannya.
"Ini, Pak!" kata Kenan sambil menyerahkan sebuah map berwarna cokelat.
"Austin Attar, nama yang bagus," Darren membacanya secara detail.
Darren terkejut setelah melihat tercantum bahwa ia adalah seorang dokter. Kalau Attar seorang dokter, kenapa ia bisa menjadi OB di sini?
"Kenan, saya beri tugas untukmu. Cari tahu siapa Austin Attar!" Serasa ada yang ganjal di sini. Bukannya apa-apa, ia hanya takut kalau ini ada sangkutannya dengan keluarga Alex.
Tak lama, Kenan berhasil mengulik informasi tentang jati diri Austin Attar. Darren sedikit bingung di sini. Kenapa ia bisa ada di kantornya menjadi seorang OB?
Selama tak merugikan dirinya, Darren membiarkan itu. Justru ia ada rencana untuk putrinya, sepertinya ia sudah menemukan siapa orangnya yang pantas untuk bersanding dengan putrinya itu.
Hari pernikahan itu kini telah tiba. Syiera sudah terlihat sangat cantik. Sedari tadi ia sudah menunggu calon suaminya, namun tak kunjung juga. Syiera mulai ketar-ketir. Waktu yang seharusnya sudah dimulai, kini sudah terlewatkan. Bagaimana ini? Kerana lama, para tamu yang hadir mulai meninggalkan Gereja. Hanya tinggal beberapa orang saja yang tersisa.
"Daddy, bagaimana ini? Kenapa Alex masih belum juga datang?" tanya Syiera pada Darren.
Si pembuat ulah malah sok belaga tidak tahu.
"Tidak mungkin pernikahan batalkan, Syiera. Mau ditaruh dimana muka Daddy?" jawab Darren panik dibuat-buat.
Lalu, apa yang bisa Syiera lakukan? Syiera hanya bisa menangis menahan malu.
"Daddy rasa, Alex tidak akan datang. Maafkan Daddy, Syiera. Pernikahan ini harus tetap lanjut. Daddy sudah menyiapkan calon untukmu."
Calon? Calon siapa yang Darren maksud? Datanglah Attar di sana. Ia sudah terlihat sangat tampan. Darren memaksa Attar untuk menggantika Alex.
"Daddy," protes Syiera setelah ia tahu siapa orangnya. Syiera menggelengkan kepalanya. Ia tak ingin menikah dengannya. Tidak! Ini tidak boleh terjadi.
Keadaan yang memaksa Syiera untuk menikah dengan Attar. Sorang OB, Syiera tahu kalau Attar hanya seorang OB.
Pernikahanan pun terjadi.
...****************...
Hai ... Author sudah siapkan kelanjutan Syiera di lapak yang berbeda, ya. Ayo kepoin.
Tapi masih review. Sabar aja ya?😁
Terimakasih kepada teman-teman yang sudah memberiku suport
Kaina corin, author yang paling berjasa dalam kepenulisanku. Tanpamu, akau hanya butiran debu yang tak terlihat.
Genik Amarta, author yang selalu membantu disetiap coverku, makasih ka Genik Love you full
Ada juga author yang lain yang baik padaku, kita akan sukses bersama, ingat ucap itu adalah doa.
Love You Forever untuk kalian.
Kak Ani fajaryani, kak Atika, Kak Yulia, Kak Fatma, Ka Ema, Bunda Susi, dan Dek Dela.
__ADS_1
Maaf kalau masih ada yang kurang hanya nama itu yang aku ingat😁
Sekian dan terima gajih😂