Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 22


__ADS_3

Sementara Leo tersenyum licik ke arah mereka. Ia pun pergi begitu saja, ini rencananya untuk menghancurkan Darren kembali.


Dengan kuat Darren menyeret Dania masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan Darren. Ia menghempaskan Dania hingga Dania tersungkur di lantai.


Sesampainya di sana. "Sekali pelacur tetap saja pelacur."


"Apa kamu merasa kesepian karena tak mendapatkan sentuhan dari ku, hah!" sarkas Darren.


Namun Dania hanya menangis mendapatakan perlakuan kasar dari suaminya. Bahkan Dania tak mampu untuk menatap wajah suaminya.


"Ini salah paham, aku bisa jelaskan." Namun Darren tak menggubrisnya. Dengan kasar Darren kembali menarik tangan istrinya.


"Ini sakit, tolong lepaskan!" Dania menangis tak bisa melawan.


"Apa kamu begitu menginginkannya sehingga harus berbuat seperti itu dengan sahabatku sendiri." Darren benar-benar murka pada Dania.


Pasalnya Darren sedang membuka hati untuknya tapi kenapa Dania membuatnya kecewa dengan cara seperti ini.


"Ku mohon percayalah ...!" Dania bersimpuh di hadapan suaminya. Darren mencengkram kedua pundak Dania hingga Dania menjerit kesakitan karena cengkraman itu begitu kuat.


"Darren ini sakit!" ucapnya sambil terus menangis.


"Aku bisa memberikannya jika kamu mau." Darren mencium bibir Dania dengan kasar. Dania hanya bisa menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, untuk menghindari ciuman itu.


Bahkan Darren meremas gunung kembar milik istrinya dengan kuat. "Darren hentikan! Kamu salah paham." Cuma kata-kata itu yang bisa Dania lontarkan.


Darren menghempaskan tubuh Dania di kasur dengan cepat ia menindihnya. Dania berusaha untuk melepaskan diri. Tapi tenaga Darren lebih kuat darinya.


Saking marahnya Darren tak sadar apa yang dilakukannya terhadap istrinya. Bahkan Ia merobek baju istrinya tepat di depannya. Hingga terpang-pang jelas gunung kembar milik istrinya. Darren terus malanjutkan aksinya. Dania terus meronta dan menahan sakit disekujur tubuhnya.

__ADS_1


Hingga Darren berhasil memasukkan pusakanya ke area milik istrinya.


"Hentikan! 'Kumuhon!" Darren berhasil menyemburkan bisanya ke dalam rahim istrinya hingga ia langsung ambruk di samping Dania. Dengan napas tak beraturan ia pun memejamkan matanya.


Sementara Dania menangis sejadi-jadinya. Ia memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya. Lalu ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Meringkuk bagaikan bayi yang sedang tertidur.


Setelah merasa puas menangis. Ia pun beranjak dari sana, pergi menuju kamar mandi. Sesampainya di sana, ia memangis di depan cermin ia melihat bayangannya di sana. Begitu banyak lebam di area pundak dan lengannya. Dania merasa menjadi korban pemerkosaan.


Merasa sudah puas berada di kamar mandi ia pun keluar. Ia melihat ke arah suaminya yang masih tertidur pulas. Dania bingung harus memakai baju mana, karena bajunya telah robek akibat suaminya.


Dania hanya memakai jubah handuk yang tersedia di dalam kamar mandi. Ia pun terpaksa menunggu suaminya terbangun dari tidurnya. Entah Dania harus bahagia atau tidak karena ini yang pertama kali ia melakukannya setelah menikah tapi Bukan dengan cara seperti ini yang Dania harapkan.


Dania mendudukkan tubuhnya di sofa, ia menatap ke arah luar lewat jendela sambil menangis, menangisi kisah hidupnya. "Kenapa jadi seperti ini," ucapnya sambil berderai air mata.


Darren terbangun dari tidurnya. Karena ia mendengar suara tangisan, bahkan ia masih sadar akan apa yang telah ia perbuat pada istrinya.


Tanpa melihat Dania, ia pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri. "Shiiitth, kenapa harus seperti ini," ucapnya sendiri di bawah guyuran air.


Setelah Darren memakai baju, ia pun keluar dari sana. Dan sekarang ia berada di ruangannya. Membiarkan Dania seorang diri di dalam kamarnya.


Dania beranjak dari posisinya untuk memakai baju yang diberikan oleh suaminya.


Memakai kemeja yang sedikit kebesaran hinggan panjangnya sampai selutut.


Tak lama Darren kembali membawakan makanan. Karena tadi ia sempat memesannya pada Genik sekretarisnya. Ia meletakannya di hadapan Dania.


Tanpa sepatah kata pun yang terucap diantara mereka. Karena lapar Dania pun memakannya tanpa menolak, bahkan ia menghabiskan makanannya. Tenaganya terkuras habis karena kejadian tadi.


Tak terasa hari sudah mulai gelap. Darren pun mengajak Dania pulang karena ia memang menunggu para pekerja pulang terlebih dulu. Ia tidak mungkin memperlihatkan Dania dalam keadaan seperti ini. Ada rasa kasihan terhadap Dania, namun jika teringat akan kebersamaanya bersama Leo tadi, seketika membuat amarahnya mencuat.

__ADS_1


Dania berjalan sedikit tertatih karena menahan sakit di sekujur tubuhnya. Darren tak memperdulikan akan keadaan Dania. Dania malah teringgal jauh olehnya.


Sesampainya di mobil Darren langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga Dania merasa ketakutan. Dania pun memberanikan diri untuk berkata. "Bisa pelan sedikit tidak? Aku takut!" Dania sambil memegang handle yang berada di atas dekat jendela mobil.


Namun Darren tak mau mendengarkan keinginan Dania. Pada akhirnya mereka pun sampai pada tujuannya, yaitu rumah Darren.


Darren terlebih dulu turun dari mobil. Bahkan ia meninggalkan Dania di sana. Dengan susah payah Dania keluar dari mobil itu. Tubuhnya begitu sakit, amat teramat sakit.


Karren pun mengetahui kepulangan anaknya namun ia tak melihat Dania. Dengan cepat Karren keluar rumah, ia mendapati Dania di sana.


"Dania? Apa kamu baik-baik saja?" Dania masih bisa tersenyum walau dalam keadaan seperti ini. Dania sedikit oleng hampir terjatuh, Karren pun membantu Dania. Tapi Dania merasakan sakit dari pegangan tangan Karren karena ia mencekal bahunya.


"Sakit," ucap Dania mengaduh.


"Apanya yang sakit?" tanya Karren penasaran. Namun Dania tak menjawab pertanyaan ibu mertuanya. Dania terus berjalan melewati Karren yang sedang kebingungan. Pasalnya ia tak tahu apa yang terjadi di antara mereka.


Setahu Karren kemarin Dania memang sempat menangis karena ulah anaknya. Tapi Karren tak menduga bahwa Darren telah menyakiti Dania secara fisik.


Dania masuk kedalam yang ditujunya adalah kamar tamu. Karren terus memperhatikan Dania dari kejauhan. "Aku harus menanyakan ini pada Darren," ucapnya sambil berjalan menuju kamar anaknya.


Setibanya di sana Karren langsung bertanya. "Apa yang telah terjadi? Kenapa Dania? Momy melihatnya begitu frustasi."


"Untuk kali ini, Momy jangan ikut campur," jawab Darren. Setalah itu Darren pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya.


Sementara Dania. Ia sedang mengobati lebam di sekujur tubuhnya mmenggunakan salep sambil menangis.


Tak lama kemudian Dania mendengar suara ketukan pintu. Dania tahu pasti itu ibu mertuanya, karena tak mungkin suaminya yang datang menemuinya.


Dania memilih untuk tak menjawab. Ia memilih untuk tidur malam ini.

__ADS_1


Lanjut lagi besok ya? Otornya harus tidur, karena besok sibuk di dunia nyata๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2