Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 29


__ADS_3

"Darren ...," teriak Dania sambil menghentakkan kakinya.


Darren pun terkejut melihat istrinya sudah kembali. "Aku bisa jelaskan, ini tidak seburuk yang kamu kira." Dania melihat suaminya tengah memeluk Lisa. Dan Dania yakin ini sudah direncanakan Leo.


Dania membisikan sesuatu pada Lisa setelah menghampiri suaminya.


***


Lisa terkejut setelah ia tahu siapa wanita yang bersama lelaki yang kini sedang bersamanya.


"Dania, dia benar Dania. Ada urusan apa Leo sama Dania?" gumam Lisa dalam hati.


Lisa juga mendengar bisikan dari Dania yang mengatakan. "Aku tahu ini rencanamu bersama lelaki berengsek yang tadi bersamakan? Aku mau kamu balik berpihak padaku." Itu yang dikatakan Dania pada Lisa.


Setelah beberapa tahun tak bertemu tak menghilangkan ingatan mereka, kalau mereka saling mengenal bahkan dulu mereka sangat akrab. Karena sama-sama menyandang sebagai wanita penghibur.


Dania mengerlingkan matanya pada Lisa, Lisa pun mengerti apa maksud Dania. Itu sudah terbiasa jika mereka sedang ada masalah sewaktu dulu. Dania sering menolong Lisa selagi masih satu kerjaan dengannya, karena terpisah sehingga ia dan Lisa tak pernah lagi bertemu. Dan sekarang ia dipertemukan kembali bersama sahabatnya itu.


***


"Sayang ... Aku bisa jelaskan ini, jangan salah paham," jelas Darren pada istrinya.


"Apa kamu bilang! Salah paham. Sudah jelas kok, kamu pelukan dengan perempuan itu." Tunjuk Dania pada Lisa. Lisa akan mengikuti alur dari Dania dengan isyarat, hanya ia dan Dania yang mengerti.


Dania sengaja berakting seperti itu, karena ia tahu dari kejauhan, Leo pasti memantau Lisa. Hingga Dania semakin yakin dengan aktingnya yang harus diperankannya sekarang.


"Heh kamu ... Jangan asal peluk suami orang!" Dania mendorong tubuh Lisa hingga terjatuh. Tentu saja itu dari bagian aktingnya, supaya Leo marasa yakin kalau Dania tengah marah saat ini.


"Sayang, jangan kasar begitu," kata Darren menengahi perdebatan dua wanita yang kini ada di hadapannya.


"Oh ... Jadi kamu ngebela perempuan ini dari pada aku, iya?" Dania langsung pergi meninggalkan Darren begitu saja. Hingga Darren sedikit prustasi akan kemarahan Dania. Darren pun menyusul istrinya.


Sedangkan Lisa, ia membersihkan tubuhnya yang terkena pasir akibat dorongan dari Dania. Ia tak masalah mendapatkan perlakuan itu dari sahabatnya. Lisa tahu bahwa Dania tengah bersandiwara.


Sementara Leo, dari kejauhan ia tertawa terbahak-bahak. Merasa berhasil sudah membuat pertengkaran diantara mereka. Yaitu, Dania dan Darren.


Leo tidak tahu saja, kemarahan Dania pada suaminya hanya kesandiwaraan saja. Ia juga tidak tahu kalau Dania dan Lisa dulu berteman baik.

__ADS_1


"Kerja yang bagus," ucapnya pada Lisa yang kini sudah berada bersamanya.


"Dasar bodoh ... Sudah kena tipu saja masih bisa tertawa," gumam Lisa dalam hati ia menertawakan nasib Leo yang kena tipu.


"Kamar Dania di sebalah mana, ya? gumamnya lagi. Lisa hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara Leo dengan sahabatnya itu. Apa lagi Lisa dibuat penasaran dengan lelaki yang bersamanya tadi.


"Aku sudah bisa pergi 'kan? Aku minta bayaranku yang kamu janjikan tadi!" Lisa menadahkan tangannya meminta uang bayarannya sebelum ia pergi.


Sesuai janji Leo pun memberikannya pada Lisa. Tak lama Lisa pun pergi, tapi sebelumnya ia pergi ke kamar dimana ia bersama Leo tadi. Disaat itu pula Lisa melihat Dania sedang bersama pria tadi. Lisa pun memberanikan diri menghamipiri mereka.


Darren terkejut melihat perempuan tadi ada di hadapannya. "Kamu ... Sedang apa kamu di sini? Kamu mengikuti kami?" tanya Darren pada Lisa. Sebelum Lisa menjawab. Dania lebih dulu menarik tangan Lisa, hingga Lisa sudah berada di kamar yang Dania dan Darren tempati.


Darren hanya terdiam melihat aksi istrinya itu yang mengajak permpuan itu masuk kedalam kamarnya. Lagi-lagi Darren dibuat terkejut oleh perempuan itu. Ia melihat Dania tengah memeluknya.


"Tadi marah, kenapa sekarang mereka malah berpelukan," gumam Darren dalam hati. Dengan rasa penasarannya Darren menghampiri mereka. Dania yang melihatnya pun langsung melepaskan pelukannya bersama Lisa.


Dania menarik lengan suaminya, dan mengenalkannya pada Lisa.


"Lisa ... Kenalin, dia Darren. Suamiku," ucapnya pada Lisa.


Lisa terperanga mendengar penuturan kata Dania, bahkan ia tak percaya bahwa Dania sudah menikah. Apa ada orang yang mau menikahinya dengan statusnya yang hanya sebagai wanita penghibur? pikir Lisa.


"Sebenarnya ini ada apa?" tanya Darren tak mengerti.


"Terus kamu, tadi kamu memelukku tiba-tiba, hingga istriku menjadi salah paham," jelas Darren tak terima keberadaan Lisa yang sudah mengacaukan semuanya. Karena Darren berpikir sampai saat ini Dania masih marah padanya.


"Jangan galak begitu?" Dania menasehati. "Bahkan kamu tadi bilangkan sama aku jangan kasar, iyakan?" Darren menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia benar-benar bingung dengan dua wanita yang ada di hadapannya kini.


"Aku akan jelaskan padamu," ujar Dania sambil memeluk tubuh suaminya dari samping.


Darren mendengarkan cerita dari Dania. Hingga ia mengepalkan kedua tangannya. Ia benar-benar tak habis pikir tentang Leo. Apa sebenarnya yang membuat Leo menjadi benci padanya. Padahal Leo teman dekatnya.


Lisa juga menjelaskan kenapa Leo membenci Darren, hingga Darren mengeluarkan suaranya membantah perkataan Leo yang mengatakan bahwa ia yang telah mengakibatkan wanita yang di cintai Leo meninggal. Darren tidak tahu bahwa Leo memiliki perasaan pada Kania, mendiang istri Darren.


"Aku rasa Leo salah paham padaku. Bahkan aku tidak tahu kalau Leo mencintai Kania. Kami bertiga berteman sejak lama, sewaktu kuliah dulu," jelas Darren panjang lebar. Dania hanya manggut-manggut menanggapi.


"Terus, apa rencana kalian?" tanya Lisa.

__ADS_1


Darren dan Dania saling melempar pandangan. Darren tak ada niatan untuk membalas temannya. Terkecuali Leo menyakiti orang tersayang Darren. Yaitu, keluarganya.


"Gak ada niat untuk membalasnya, atau apa gitu?" tanya Lisa kembali.


"Kamu gak nyadar apa? Kalau kita sekarang lagi mengerjainya?" ucap Dania pada Lisa.


Lisa nampak berpikir. "Oh iya, ya." jawabnya sambil tertawa.


Mereka bertiga pun tertawa bersama menertawai Leo. Betapa bodohnya Leo.


"Gimana ceritanya kalian bisa menikah? Apa kamu tahu siapa Dania?" tanya Lisa pada Darren. Ia mendapat anggukkan dari Darren.


"Sudah lama?" tanya Lisa kembali.


"Ceritanya panjang, Lis. Mungkin tidak akan cukup sehari," jawab Dania.


"Intinya, sekarang aku bahagia," ujar Dania sambil menatap wajah suaminya.


Lisa merasa iri kepada Dania. Betapa beruntungnya dia, bahkan ia sudah menikah dengan orang kaya. Lisa bisa menilai siapa Darren, dari penampilan sampai ia menyewa risort ini, sudah pasti orang kaya.


"Kamu beruntung Dania," kata Lisa.


"Aku seneng deh, bisa bertemu denganmu lagi, Lis." Dania tak menyangka sama sekali bahwa ia akan dipertemukan kembali dengan Lisa sahabat lamanya.


"Oh ya, kalau begitu aku pamit ya?" ujar Lisa pada Dania dan Darren.


Tapi sebelumnya ia bertukar nomor ponsel terlebih dulu.


"Kabari aku, ya?" kata Dania sambil mengantar Lisa sampai pintu depan.


Kini tinggal Darren dan Dania di kamar itu. Darren menatap wajah Dania sambil menaik turunkan kedua alisnya. Dania yang merasa bingung pun kembali menatap wajah suaminya.


Dengan cepat Darren langsung membopong tubuh Dania. Ia membaringkannya di atas kasur.


_


_

__ADS_1


Bersambung


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak😘😘


__ADS_2