Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 53


__ADS_3

"Jangan merasa bersalah begitu, ini bukan salahmu. Ini salah si Curut." Mendengar kata Curut, Leo tergelak.


"Kamu membencinya?" tanya Leo. Lalu Lisa mengangguk. "Lalu, siapa yang kamu cintai?" tanya Leo kembali


"Aku__," ucap Lisa terputus, ia sengaja tak melanjutkan perkataannya. Karena Lisa teringat bahwa Leo sedang menyukai seseorang.


"Sudahlah, lupakan." Lisa beranjak dari posisinya. Disaat itu pula, Leo menarik tangannya hingga Lisa terjatuh pas di pangkuan Leo. Hingga tatapan mereka saling beradu.


Lisa menjadi salah tingkah, jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya. "Kenapa, Lisa? Kenapa tidak meneruskan ucapanmu, apa kamu mencintai seseorang?" Lisa mengangguk lemah, karena Lisa mengira kalau Leo sudah memiliki tambatan hatinya.


"Sepertinya orang yang kusukai sudah memeliki kekasih," lirih Lisa.


"Tahu dari mana kalau dia memiliki kekasih?" tanya Leo.


"Kan kamu yang bilang, kalau kamu sedang menyukai seseorang." Lisa langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya, ia tak sengaja mengatakan itu, ia keceplosan.


Lisa terpancing omongan Leo, Leo sengaja melakukan itu agar Lisa mengakui perasaannya pada dirinya. Hingga Leo tak bisa lagi mengulur waktu untuk menyatakan perasaannya yang ia pendam beberapa minggu terakhir ini.


Leo menghela napasnya terlebih dulu, baru setelah itu menyatakan perasaannya pada Lisa. "Apa laki-laki yang kamu maksud, aku." Leo menunjuk ke arah wajahnya sendiri dengan telunjuknya.


Dengan reflek, Lisa mengangguk. Tapi ia langsung menggelengkan kepalanya kembali mencoba mengalihkan jawaban iya menjadi tidak. Leo tersenyum melihat expresi Lisa, begitu menggemaskan bagi Leo.


"Kenapa menggeleng? Aku juga mencintaimu, Lisa?" Wajah Lisa seketika menjadi ceria, memancarkan cahayanya. Ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan.


Leo langsung menyambar bibir Lisa, dikecup bibir itu. Sampai ada permainan di sana. Untung cafe dalam keadaan sepi karena keributan yang terjadi tadi membuat sepi pengunjung datang.


"Apa kamu benar mencintaiku?" tanya Lisa memastikan. "Bahkan kamu tahu siapa aku. Jika kamu mau, kamu bisa mendapatkan wanita yang terhormat, tidak seperti aku!" Lisa hanya tidak ingin jika suatu hari nanti, Leo menyesal.


"Apa aku terlihat tidak serius!" Leo menatap mata Lisa begitu lama, membuat si empunya langsung memalingkan wajahnya kearah lain. Disaat itu pula, Lisa melihat beberapa polisi datang.


"Leo, di depan banyak polisi. Sedang apa mereka di depan cafe? Apa kamu melanggar sesuatu?" tanya Lisa sambil melihat kearah wajah Leo.

__ADS_1


Leo pun mengarahkan pandangannya kearah polisi tersebut. Leo sudah menduga kalau ini akan terjadi. 'Ini pasti ada hubungannya dengan penculikan beberapa minggu yang lalu.' Pikir Leo.


"Lisa, aku sudah pasrah dengan semua ini. Aku akan menerimanya dengan lapang dada." Leo menurunkan Lisa dari pangkuannya, lalu menemui polisi itu.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Leo sesampai di depan polisi.


"Apa Anda yang bernama Leo?" tanya Polisi. Leo langsung mengangguk. "Kalau begitu, Anda kami tahan atas tuduhan penculikan dengan Saudari Nyonya Dania Casandra Narayan." Leo langsung di borgol oleh Polisi itu.


Lisa yang melihatnya langsung menghampiri Leo. "Pak, jangan bawa dia, pak!" Lisa memeluk Leo sambil menangis. Leo melepaskan pelukan Lisa.


"Pak? Boleh saya bicara sebentar dengannya?" ijin Leo pada Pak Polisi.


"Saya beri waktu Anda 5 menit," jelas Polisi itu.


Leo pun langsung mengajak Lisa, sedikit menjauh beberapa sentimeter dari Polisi. "Lisa, aku mencintaimu. Jadi tunggu aku kembali, aku harus mempertanggung jawabkan semua kesalahanku pada sahabatmu."


Lisa langsung menggelengkan kepalanya, ia tak rela jika Loe pergi meninggalkanya. "Aku juga mencintaimu, Leo. Aku akan menunggumu kembali." Lisa kembali memeluk Leo.


Tangis Lisa pecah. Kenapa disaat ia menemukan kebahagiaannya disaat itu pula ia harus merelakan kepergiannya.


"Jangan menangis! Aku pergi untuk kembali."


"Maaf, Tuan. Waktu Anda sudah habis," terang Polisi itu kepada Leo.


"Berjanjilah padaku, Lisa." Leo mengecup kening Lisa sebelum ia pergi meninggalkannya. Lisa menyaksikan kepergian sang kekasih. "Aku akan menunggumu dengan setia, aku janji, kalau aku akan menjaga cafe ini dengan baik." Lisa kembali meneteskan air matanya.


***


"Iya, Pak. Saya segera kesana." kata Darren pada panggilan itu. Darren lengsung menutup sambungannya. Lalu ia begegas pergi dari kantornya.


Darren mendapat telepon dari kantor Polisi, memberitahukan bahwa mereka sudah menangkap pelaku yang sudah menculik istrinya, yaitu Dania. Darren bergegas dari kantornya langsung menuju kantor Polisi.

__ADS_1


Membutuhkan waktu 45 menit sampai di sana. Setibanya di sana. Darren langsung masuk kedalam menemui Leo yang sudah berada di balik jeruji besi.


"Siang, Tuan," sapa Polisi pada Darren.


"Dimana dia, Pak?" Darren langsung menanyakan keberadaan Leo. Dari situ, Darren langsung menemui Leo. Darren hampir saja memukul Leo kalau Polisi tidak mencegahnya.


Leo hanya terdiam dan tertunduk mendapat perlakuan dari Darren. Leo menyadari kesalahannya. "Maafkan aku, Darren," lirih Leo.


"Apa kata maafmu bisa mengembalikan rahim istriku!" sarkas Darren. "Bahkan kau yang menyebabkan Dania keguguran. Apa salahku padamu? Sehingga kau tega melakukan ini! Kita berteman bukan setahun 2 tahun, Leo!" Darren benar-benar kecewa terhadap Leo. Persahabatan yang sudah terjalin lama itu, hancur seketika hanya karena sebuah rasa yang tak bisa Leo miliki, yaitu cintanya terhadap Kania, mendiang istri Darren.


"Kau sudah menghancurkan semua harapanku dan istriku! Dan sekarang, kau nikmati hidupmu di sini! Akan aku pastikan, kau mendekam lebih lama!" Setelah itu, Darren langsung pergi, untuk masalah Leo, biar hukum yang mengurusnya.


Leo pun kembali masuk kedalam jeruji besi. "Maafkan aku, Darren. Aku menyesal, aku berjanji mulai saat ini aku akan menjadi orang yang lebih baik lagi." Leo termenung dalam posisi duduk dengan kaki menekuk. Lalu ia menelusupkan wajahnya dikedua lututnya.


Sementara Lisa, setelah kepergian Leo ia mencoba menjalani hidupnya seperti biasa. Mengurus cafe yang diamanahkan Leo padanya. Kepergian Leo tak menurukan semangat Lisa untuk mengelola cafe itu.


Tak terasa seminggu telah berlalu. Hari ini, Lisa menutup cafe, karena ia akan berkunjung menemui Leo. Setibanya di sana, Lisa tersenyum dapat berjumpa dengan sang kekasih. Dan kini mereka sedang mengobrol di ruangan yang memang dikhususkan tempat berkunjung.


Lisa melihat Leo nampak kurusan, baru seminggu Leo berada di sini itu sudah membuat Lisa merasa kasihan padanya. Tapi Lisa tak bisa berbuat apa-apa. Karena ini memang salah Leo, ia juga harus menanggung perbuatannya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Lisa, walau ia tahu kalau Leo terlihat tidak baik.


"Aku baik, Lisa. Terima kasih sudah mengunjungiku." Leo tersenyum pada Lisa. "Bagaimana dengan cafe? Apa semua baik-baik saja?" tanya Leo kemudian.


"Semuanya baik-baik saja, ramai pengunjung seperti biasanya," jawab Lisa. "Oh iya, ini aku bawakan makanan untukmu." Lisa menyodorkan sebuah rantang kecil pada Leo.


Leo menerimanya, dan langsung memakan makanan itu di hadapan Lisa. Dengan cepat Leo menghabiskan makanan itu, karena Leo memang merindukan masakan Lisa. Lisa merasa kasihan, pasti ini berat untuk Leo. Pikir Lisa.


_


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2