Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur
Episod 62


__ADS_3

Disaat Darren menenangkan istrinya. Disaat itu pula ia mengajak istrinya untuk istirahat, walau acara belum selesai, ia tak mau membuat istrinya merasa sedih dengan kabar gembiranya Leo dan Lisa.


"Sebaiknya kamu istirahat saja, ya? Biar aku yang menemani Syiera."


Tanpa menjawab, Dania langsung merebahkan tubuhnya di kasur miliknya, karena ia tadi diajak suaminya untuk ke kamar.


Darren mencium kening istrinya sebelum ia pergi meninggalkannya. Darren pun berlalu.


Setelah kepergian Darren. Dania tak istirahat seperti apa yang disuruh suaminya. Kini ia berada di balkon kamarnya, mencari udara sejuk di sana. Ia menatap anak-anak yang berkerumun di taman, sedang menikmati acara ulang tahun anaknya.


Tanpa sepengetahuannya, seseorang melihat kearahnya dari kejauhan. Orang itu terus memperhatikannya, ia benar-benar kasihan padanya. Lalu orang itu beranjak dari tempatnya, berinisiatif untuk menemuinya di atas sana.


Tak lama dari situ, Dania membalikkan tubuhnya, karena ia mendengar seseorang memanggil namanya.


"Dania, rupanya kamu di sini. Aku mencarimu," katanya berbohong, padahal ia tahu bahwa dari tadi, Dania berada di sini. Yang ternyata orang itu adalah Lisa.


Lisa semakin mendekat, dan kini mereka sama-sama sedang melihat ke arah anak-anak yang sedang bermain di bawah sana.


"Dania," panggil Lisa.


Sehingga Dania pun menoleh ke arahnya.


"Iya, ada apa Lisa?" tanya Dania.


Mereka pun saling memandang, dikedua mata mereka jelas terlihat sedang memendam sesuatu.


Kini Lisa meraih tangan Dania, Dania merasakan genggaman Lisa yang begitu kuat, sehingga ia merasa ada yang tidak beres dengan Lisa.


"Ada apa Lisa? Katakan padaku!" tanya Dania yang semakin penasaran akan tingkah Lisa yang tak seperti biasanya.


Bukannya menjawab, Lisa malah memeluk Dania, ia menumpahkan tangisannya di pelukan sahabatnya itu. Dan Dania pun ikut menangis karena Lisa.


"Lisa ... Katakan padaku! Apa ada yang menyakitimu?" Pertanyaan Dania semakin ngaur karena Lisa masih enggan untuk bicara.


Dania rasa percuma bertanya lagi karena yang ada Lisa semakin lama menangis, pada akhirnya ia membiarkan Lisa. Setelah Lisa tenang, baru ia akan bertanya kembali.


Beberapa menit kemudian, Lisa menghentikan tangisannya, bahkan ia sudah merubahkan posisinya, ia terduduk di sebuah bangku yang terbuat dari kayu yang ada di pojokan.


Dania pun menghampiri Lisa. Sebelum ia bertanya padanya lagi, kini Lisa yang bersuara.


"Dania ... Aku mau kamu berjanji padaku." Lisa menjeda perkataannya, ia arahkan tatapannya ke wajah sahabatnya itu. Lisa kembali meraih tangan Dania, tatapan mereka saling beradu. "Setelah anak ini lahir, kamu bisa 'kan menjaganya untukku, sayangi dia seperti kamu menyayangi anakmu sendiri." Tatapannya masih ia arahkan pada wajah Dania.

__ADS_1


Dania melepaskan pegangan tangan Lisa, Dania benar-benar tak mengerti apa maksud Lisa. "Apa yang kamu bicarakan, Lisa?" tanya Dania. Apa Lisa akan menitipkan anaknya, lalu ia akan pergi meninggalkan anaknya, apa mungkin seperti itu. Pikir Dania.


"Apa kamu berencana bercerai dari Leo terus menitipkan anakmu padaku?"


"Kenapa berpikir aku akan bercerai dengan suamiku!" sahut Lisa.


"Lalu apa maksudmu menyuruhku untuk menyayangi anakmu?" Dania semakin bingung.


"Langsung ke intinya aja, Lisa. Jangan membuatku pusing!" ucap Dania semakin geram, karena Lisa terlalu bertele-tele.


"Leo menyerahkan anak yang 'ku kandung padamu," lirih Lisa. Bahkan suaranya terdengar bergetar.


"Apa kalian sudah gila! Lalu kamu setuju? Apa tujuan Leo seperti itu?" Apa dia tak menyayangi anaknya. Pikirnya.


"Tujuannya menebus semua kesalahan yang telah ia perbuat padamu. Gara-gara Leo, kamu jadi tak bisa mengandung lagi." Lisa terisak.


"Lisa, anak itu adalah anugrah, dan Tuhan telah menitipkannya pada kita. Kita yang menerima harusnya menjaga, bukan diberikan kepada orang lain. Kamu pikir anak yang kamu kandung itu anak kucing, yang seenaknya bisa diberikan dan ditinggalkan begitu saja."


"Tapi aku serius, Nia. Aku sudah memikirkannya matang-matang. Aku bisa hamil lagi setelah aku melahirkan nanti."


Namun Dania malah pergi meninggalkan Lisa, ia tak mau mendengar omongan Lisa yang tak masuk diakal.


"Apa mereka tak sayang pada anaknya sendiri," gerutu Dania sambil melengos pergi.


Dibalik itu, Dania mendengar ucapan Lisa. Ternyata ia tak meninggalkan Lisa, ia sengaja melakukan itu. Ia hanya ingin tahu apa yang dirasakan Lisa yang sebenarnya.


Ternyata hati Lisa begitu baik padanya, ia rela memberikan anaknya hanya karena ingin membahagiannya.


'Bahagia bersama-sama' kata itu tidak akan dilupakannya. Lisa sahabat sejatinya.


Sampai kapan pun mereka akan terus menjaga persahabatan itu.


***


"Bro, lo percaya sama gue. Gue serius!" kata Leo meyakinkan Darren.


Obrolan mereka sama seperti obrolan para istrinya, hanya bedanya. Darren menerima apa yang dikatan Leo. Justru ia senang bukan kepalang, ia bisa memberikan adik untuk Syiera. Bukan egois yang ada dalam pikiran Darren, bila ada yang memberi, maka ia akan menerima.


"Lisa setuju apa yang lo lakukan?" tanya Darren.


"Jangan khawatir, aku sudah meyakinkan istriku. Aku bisa membuatnya lagi dengannya." Tawa dikeduanya pun pecah.

__ADS_1


Mereka jadi bercanda dan obrolan mereka pun jadi ngelantur kemana-mana. Saking asyiknya mengobrol, kedatangan Lisa di hadapan mereka tak disadarinya.


Lisa celingak-celinguk mencari keberadaan Dania, ia akan pamit pulang padanya. Karena hari sudah mulai sore.


"Sayang, cari siapa?" tanya Leo, ia baru menyadari kehadiran istrinya. "Kamu kenapa? Kenapa matamu terlihat sembab, kamu habis nangis, ya?" tebak Leo.


Darren pun menoleh ke arah wajah Lisa.


"Iya Lisa, kamu kenapa? Seperti anak kecil saja menangis gak jelas," ledeknya sambil tertawa.


"Gak lucu," ketus Lisa.


"Kalian itu, gak pernah akur!" jelas Leo.


"Ah, gue becanda kok. Jangan diambil hati ya, Lisa." Darren memberikan senyum termanisnya.


" Eh, Dania mana?" tanya Leo.


"Tadi gue nyuruh dia istirahat," jawab Darren.


"Bisa tolong panggilkan, kita mau pulang. Soalnya gue mau ajak Lisa cek kandungan," kata Leo.


Sebelum Darren menemui istrinya, Dania lebih dulu menghampiri mereka.


"Nah, ini dia" kata Leo. "Kita mau pulang," pamitnya pada Dania.


"Kenapa buru-buru, acaranya 'kan belum selesai," cegah Dania.


"Kita mau ke Dokter kandunga dulu soalnya," jelas Leo lagi.


"Maaf ya, Nia. Aku gak bisa nemenin sampai acara selesai," timpal Lisa.


Dania yang mengerti pun mengijinkan kepulangan mereka. "Sebaiknya kalian pamit dulu pada Syiera," saran Dania.


"Ide bagus," sahut Leo.


Leo sudah tahu akan Syiera, jadi ia pun mengikuti saran Dania. Bisa murka Syiera nanti kalau ia tak pamit dulu, sedangkan ia tamu spesial Syiera.


Pamit pada Syiera pun sudah Leo lakukan, kini saatnya mereka pergi meninggalkan rumah sahabatnya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak.


Maaf ya kalau ceritanya kurang memuaskan. Alur gak ngejalur😁😁


__ADS_2