Terpaksa Menikahi Pelakor

Terpaksa Menikahi Pelakor
Roda Hidup Arista yang Berputar


__ADS_3

"Ka-kamu dulu saja yang bicara.." ucap Indra.


"Enggak. Kamu duluan saja.."


"Mm.. Itu.. Kamu gak apa-apa kan?" tanya Indra lembut.


Arista menautkan kedua alisnya. "Kenapa kamu malah tanya aku? Harusnya aku yang tanya begitu.."


Indra tertawa. "Hahaha.. Iya maaf.. Habisnya kamu seperti syok begitu.."


"Gimana aku nggak syok!? Kamu mengalami hal mengerikan seperti itu tepat di depan mataku! Itu.. Itu sangat.. Ah sudahlah," Arista menarik nafas berat dan siap kembali bicara, "jadi ada apa? Tadi Mamimu bilang kamu cari aku?"


"Ohh itu.. Gak apa-apa. Hanya kangen aja," jawab Indra polos.


Arista membelalakan matanya. Bisa-bisanya Indra bilang begitu. "Masih bisa ya kamu bilang begitu di saat kondisimu begini?!"


Indra merubah mimik wajahnya. Arista pikir Indra akan tertawa saat dia protes tapi Indra malah memasang ekspresi aneh.


"Aku tidak mau menyesal lagi, Arista. Aku beneran kangen sama kamu. Kamu tau saat aku pingsan, dimana pandanganku tiba-tiba jadi gelap, saat itu aku pikir aku akan mati. Entah mengapa saat itu hanya kamu yang terlintas di benakku. Lalu aku sadar, aku belum bisa mengatakan perasaanku dengan benar. Terakhir kita bertemu hanyalah membahas sebuah pertengkaran. Tapi ketika aku sadar aku selamat bahkan baik-baik saja sekarang, tiba-tiba aku ingin menyampaikan seluruh perasaanku. Tiba-tiba juga wajahmu kembali terngiang di kepalaku dan aku sadar aku sedang merindukanmu," ucap Indra meneteskan air mata.


"Ah, maaf aku jadi cengeng begini, kejantananku sedang dipertaruhkan sekarang," ucap Indra lagi, ngasal bicara demi merubah suasana.

__ADS_1


Arista yang mendengar itu tiba-tiba memeluk Indra sampai membuatnya membulatkan mata. "Maafkan aku, Ndra.. Selama ini aku sudah egois dan tidak pernah mau memikirkan perasaanmu. Aku juga sudah bodoh karena membohongi diriku sendiri. Aku hanya bisa menganggap diriku rendah dan tidak pantas untuk kau cintai tanpa berpikir kalau sebenarnya perasaanmu tulus padaku."


Indra membalas pelukan itu meski dengan sebelah tangannya yang tidak sakit. Sedikit nyut-nyutan sih tangan kirinya yang terluka itu, tapi gak apa-apa bisa dia tahan demi mendapatkan kenikmatan dari pelukan Arista. "Gak apa-apa Arista. Yang penting sekarang kamu tau. Aku juga minta maaf karena sudah menyakiti hatimu tanpa aku sadari. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi ke depannya. Akhirnya kita bisa saling mengungkapkan perasaan kita selama ini. Selanjutnya kita benar-benar bisa pacaran dan menikah deh!"


Arista langsung melepaskan pelukannya mendengar hal itu dengan intonasi Indra yang imut.


"Kenapa?" tanya Indra bingung.


"Se-secepat itu? Menikah katamu?!" Arista kaget tapi Indra mengangguk cepat.


"Memang secepat itu. Karena aku tidak mau membiarkan kamu pergi lagi," sekali lagi Arista dibuat menangis dengan ucapan Indra.


"Kamu kenapa nangis? Apa aku salah bicara?" tanya Indra lembut sambil mengusap air mata Arista.


Indra menarik tubuh Arista supaya bisa dia dekap. Indra juga ikut menangis mendengar hal itu. Seberat apa hidup Arista sampai merasa tidak layak dicintai oleh Indra dan bahkan berpikir hanya Indra seorang saja yang mau mencintainya dengan apa adanya.


Beberapa bulan kemudian Arista benar-benar menjalani hubungan lebih dari teman dengan Indra. Bukan hanya hubungan dengan Indra saja yang membaik melainkan dengan keluarga besar Indra terutama Kia, maminya Indra.


Arista juga sekarang sudah tidak bekerja di restoran itu lagi. Dengan uang tabungannya sewaktu masih bekerja di Kimochi Cafe dia gunakan untuk membayar biaya pinalti sebab mengundurkan diri. Bukan tanpa alasan, tapi setelah mereka resmi berpacaran, Indra semangat sekali mengantar dan jemput Arista pergi bekerja padahal jaraknya sangat jauh. Biasanya Arista menggunakan kereta listrik tapi sekarang dengan mobil Indra. Hal itu membuat Arista jadi tidak tega karena pacar kesayangannya itu harus lelah antar jemput dirinya, belum lagi harus pulang pergi kerja ke rumah sakit juga. Karena itu, Arista putuskan untuk resign dan mulai mencari lagi pekerjaan yang lebih dekat di daerah tempat tinggalnya.


Mendengar Arista sedang mencari pekerjaan, Kakek menawarkan lowongan di perusahaannya yang tentu saja tidak semena-mena memasukkan Arista begitu saja. Sikap Kakek yang adil dan tegas tidak luluh pada siapapun kenalannya sehingga tidak bisa masuk perusahaan dengan mudah meski itu keluarganya sendiri. Terbukti dari lika liku yang ayah Indra lewati beserta Indra yang nyatanya angkat tangan tidak ingin bekerja di sana dan memilih jadi dokter saja. Semua yang mereka dapatkan itu rupanya penuh perjuangan, tidak instan seperti kebanyakan orang kira.

__ADS_1


Kali ini pun Arista harus melewati berbagai tes yang sama seperti karyawan lainnya. Arista tidak mendapat keistimewaan apapun meski dia satu-satunya wanita di dunia ini yang dicintai oleh cucu si Kakek.


Dan terbukti dengan kepintaran yang dimiliki oleh Arista, dia lulus tes dengan nilai bagus dan langsung keterima kerja hari itu juga.


Kia yang melihat satu persatu pembuktian Arista membuatnya membuka hati kepada calon menantunya itu. Dan seperti apa yang Indra katakan sebelumnya kalau Kia itu aslinya adalah sosok yang baik dan hangat. Hanya saja karena dunianya terbatas jadi tidak bisa melihat sudut pandang kehidupan lain dari dunia ini. Tapi semakin mereka mengenal satu sama lain membuat mereka sama-sama saling nyaman. Beberapa kali juga Kia kedapatan teman arisannya membawa Arista untuk menemaninya belanja.


Dan satu hal yang membuat Arista terharu dan merasa diterima adalah ketika Kia dengan bangganya memperkenalkan Arista sebagai calon menantunya. Meski sindiran-sindiran halus menyerang telinga mereka tentang status Arista. Tidak jarang juga dari antara mereka mengungkit insiden saat pesta di mana Kia mempermalukan Arista dan kini seolah sedang menjilat ludahnya sendiri dengan membanggakan Arista seperti tidak pernah terjadi apa-apa.


Kia sadar akan hal itu tapi dia merasa tidak masalah jika harus mejilat ludah sendiri bahkan mungkin harus menelannya juga. Dia hanya menyampaikan kalau dia juga manusia biasa yang bisa berbuat salah. Yang terpenting saat ini kan Kia mau intropeksi diri dan memperbaiki kesalahannya yang lalu.


Semakin bangga Arista memliki calon mertua seperti itu. Begitu juga dengan Indra yang sudah beberapa kali datang ke rumah Arista dan cepat akrab dengan keluarga besarnya. Tidak jarang dia mendapat pujian sebagai cowok tampan, membuatnya semakin terbang tinggi dan meledek Arista kalau perempuan itu beruntung memiliki Indra sebagai pria paket lengkap dan selalu menjadi idaman para wanita baik dari yang muda sampai tua.


Hubungan mereka semakin hari semakin baik tanpa pertikaian apapun, paling juga berantem kecil kalau ada cewek-cewek genit yang coba-coba peruntungan mendekati Indra. Tapi karena Indra bucinnya hanya dengan Arista seorang maka perempuan-perempuan seperti itu tidak pernah ditanggepin yang ada malah ia hempaskan dengan mudah. Seperti angin.


Hingga suatu saat datang sebuah hari di mana banyak kabar berita baik di TV maupun media sosial lainnya yang memberitakan kabar bahagia yang datang dari ccucu satu-satunya salah seorang konglomerat pemilik usaha makanan instan di negeri ini yang akan melangsungkan pernikahannya.


Berbarengan dengan kabar itu. Tak disangka rupanya undangan cetak juga mampir ke kediaman Marissa.


"Sayaangggg... Ini gila, gila, gila banget! Masa si cupu mau nikah sama dokter Indra?!" teriak Marissa tak sabar menuju ruang kerja suami tercintanya.


Ini sungguh kabar yang luar biasa! Arya harus tau secepatnya!

__ADS_1


Dengan raut muka full semangat untuk gibah, Marissa berjalan cepat sambil memegang perutnya sendiri demi menjaga dede bayi yang ada di dalam sana supaya tidak terkena guncangan.


***


__ADS_2