Terpaksa Menikahi Pelakor

Terpaksa Menikahi Pelakor
Tangisan Sang Buah Hati


__ADS_3

Untung para orang tua belum benar-benar pergi saat Marissa mengalami kondisi seperti itu. Mendadak semua panik dan meminta Arya untuk segera memasukan Marissa ke dalam mobil. Bu Aga juga secepat kilat duduk di sebelah kanan Marissa sehingga di dalam mobil tersebut Marissa diapit oleh suami dan ibunya.


Sementara Pak Aga ambil posisi di abangku depan. Papa dan Mama Arya meminta mereka untuk ke rumah sakit lebih dulu karena keduanya akan menyusul setelah mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan setelah lahiran.


Semua sepakat dan ambil tugas masing-masing.


Ketika Papa dan Mama Arya sampai di rumah sakit Marissa sedang menunggu sampai pembukaannya selesai ditemani oleh Arya yang selalu setia mendampingi di sebelah istrinya itu.


Semua sudah siap untuk proses persalinan tinggal menunggu bayinya keluar.


Hingga pembukaan terakhir tampak Marissa berusaha sekuat tenaga. Rintihan-rintihan kesakitan menggema memekakan telinga. Arya tidak tega melihat perjuangan Marissa yang menyakitkan. Dia terus menerus berdoa dalam hati supaya proses persalinan ini berjalan lancar. Berkali-kali juga Arya membisikan istrinya itu supaya tetap tenang dan fokus.


Dan setelah menunggu beberapa lama terdengarlah suara suci yang menggema memenuhi ruangan juga seluruh ruang hati mereka, siapapun yang mendengar suara pertama bayi kecil tersebut pasti akan menjadi hangat hatinya.


"Oeekkk.. Oeekkk.. Oeekkkk!"


Arya menangis tak tertahankan dan langsung memeluk serta mencium kening Marissa ketika bayinya sudah berhasil keluar dengan selamat. Marissa juga balas memeluk Arya dengan tangis bahagia.


Rasanya kebahagiaan mereka lengkap sudah. Kisah cinta mereka yang dilalui dengan lika-liku menyakitkan kini terbayar lunas oleh hasil buah hati dari cinta kasih yang nyata.


Bu Aga yang hanya bisa melihat dari jendela ruang sebelah tidak bisa menahan tangis sampai tanpa sadar dia sesenggukan dipelukan suaminya yang juga sudah menangis tanpa suara.


Mama dan Papa Arya juga tak tahan untuk tidak menangis. Keduanya saling merangkul dan menyelamati karena sudah sah sebagai kakek dan nenek sekarang.


Setelah proses selesai mereka menemui bayi kecil tersebut yang ternyata berjenis kelamin laki-laki. Dan benar saja parasnya tentu tampan seperti Papanya.


Marissa setelah diperiksa secara menyeluruh dinyatakan tidak ada masalah apapun pasca melahirkan, akhirnya dia diperbolehkan untuk pindah ke ruang rawat inap. Di ruangan itu dia leluasa menggendong bayinya dengan hangat sambil memberikan asi pertama.

__ADS_1


Bu Aga yang sedari kelahiran cucunya itu lahir lantas sibuk foto-foto dan langsung membuat status di media sosialnya tentang kelahiran cucu pertama mereka.


Padahal Bu Aga sudah menyiapkan jasa foto yang sudah beberapa kali mengambil foto mereka saat ini. Tapi Bu Aga saking gemasnya ingin mengoleksi foto hasil jepretannya sendiri supaya bisa berkali-kali dilihat dari ponselnya dikala merindu cucu kesayangan. Niat lainnya, sekalian pamer juga sih kalau sekarang dia udah punya cucu.


Ketika Bu Aga sibuk update status, dia tidak sengaja melihat status seorang teman di beranda media sosialnya.


"Gila, meriah juga pestanya ya.. Benar sih kata teman-teman Mama. Cucu konglomerat pengusaha makanan instan ini memang tampan ya, mirip artis Korea.."


"Siapa Ma?" tanya Marissa penasaran.


"Ini loh, pesta yang harusnya hari ini kita datangi. Lihat nih cowoknya ganteng, ceweknya cantik. Persis seperti kalian menikah dulu, pasangan sempurna," ucap Bu Aga mengagumi orang-orang dalam foto tersebut.


Mama Arya yang penasaran juga ikut membuka media sosialnya. "Loh iya, bener ganteng banget ya anaknya.. Mana masuk berita nasional juga, nih ada artikelnya."


Marissa yang kekepoannya setinggi bukit itu lalu meminta supaya mamanya mau memperlihatkan foto yang dimaksud. Dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui siapa orang yang di agung-agungkan tersebut yang tak lain adalah Indra!


Rasa tidak percaya ini menumbuk dada Marissa secepat kilat. Selama ini dia sering membuat Indra kesal. Marissa jadi ngeri sendiri mengingat hal tersebut. Untung Indra bukan tipe sakit hati yang gampang memperpanjang masalah. Kalau hal itu terjadi entah bagaimana Marissa menyelesaikan konflik dengan keluarga konglomerat. Bisa jadi masalah besar kalau dia berurusan dengan anggota keluarga tersebut.


Arya spontan bertepuk tangan bangga. "Pa, Ma. Apa gak familiar dengan nama dan wajah di foto itu?" tanya Arya pada Papa dan Mamanya.


Papa dan Mamanya saling pandang dan mengamati gadis itu dengan jelas. Betapa terkejut dan harunya mereka saat menyadari kalau orang itu ternyata orang yang mereka kenal.


"Loh, ini Arista ya? Iya kan Arista?" tanya Mama dan Papa bergantian.


Arya mengiyakan lalu tangis haru kedua kalinya muncul dari mata Mama dan Papa. Selama ini Arista sudah jadi bagian penting bagi mereka. Rasanya sudah seperti anak sendiri meski mereka tidak saling kenal karena menyayangi dalam diam.


Mengapa keduanya bisa seharu itu? Karena baik Papa dan Mama tau bagaimana kehidupan Arista sebelumnya seperti apa dan tidak sangka akhirnya saat ini dia bisa menemukan pangerannya di dunia nyata yang bisa mengubah hidup Arista keluar dari lumpur penderitaan. Meski tidak mengenal secara langsung tapi Papa dan Mama telah memperhatikan hidup gadis itu dari jaman dia sekolah SMA dengan Arya. Karena itu, Arya dan keduanya ikut senang dengan pernikahan ini dan hal itu di sampaikan kepada Marissa dan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Ouuhh.. Berarti sebenarnya kita tuh tadi mau ke pesta pernikahan yang sama rupanya. Kok bisa-bisanya saling gak tau ya.. Ahahah.." ucap Pak Aga tersadar.


Semuanya tertawa mengiyakan karena tak satupun dari mereka yang tersadar akan hal itu.


Tapi mau bagaimana pun jika mereka hadir pasti akan bertemu juga saat pesta. Cuma beda tempat terkejutnya saja.


Namun rupanya alam tidak ingin kalau Indra dan Arista saja yang berpesta. Karena tepat di hari pernikahan mereka lahir pula seorang anak laki-laki tampan yang hadir untuk meramaikan keluarga Arya dan Marissa.


"Gak sabar banget nih bikin pesta besar untuk merayakan kelahiran cucu pertama kita ini!" seru Papa yang disambut tawa bahagia semuanya.


"Tentu dong, kita buat semeriah mungkin. Ala-ala cucu sultan gitu," timpal Pak Aga.


"Ya bagus kalau gitu, tapi yaa.. bisa lah 80% biaya pesta dari Pak Besan, hihihi," seru Papa Arya bercanda khas bapak-bapak.


"Jangan lah, gimana kalau dari saya 40% aja," tawar Pak Aga.


"Jangan pelit begitu lah untuk cucu pertama kita ini," nego Papa Arya lagi.


"Ya sudah kalau begitu saya ngalah aja, dari saya 30%, deal? Dealll!" seru Pak Aga sepihak dengan suara kencang mengejutkan anak bayi yang tertidur di pelukan ibunya itu sampai tersentak.


Semua tertawa melihat kelakuan absurd kedua kakek ini. Di tambah cucunya bisa sampai terkejut begitu.


Yang sabar ya, Nak. Ini baru permulaan saja. Siap-siap saja nanti bakal lihat hal-hal aneh luar biasa lainnya setelah jadi anggota keluarga random yang sedikit gak jelas ini.


Dan yang lebih penting, terimakasih sudah hadir di dunia untuk melengkapi kebahagiaan Papa Arya dan Mama Marissa. Semoga kebahagiaan ini akan berlanjut selamanya.


...END...

__ADS_1


*****


__ADS_2